Jumat, 20 Februari 2015

Kisah Nyata Tentang Teman Dekat: Kamu cinta aku atau barangku?

tidak ada maksud untuk membeberkan aib orang lain, tulisan ini tidak lebih untuk memberikan kita pelajaran yang tidak diajarkan di bangku sekolah atau kuliah. Nama ‘guru’ kita ini sengaja disamarkan untuk menjaga nama baik keduanya. Semoga cerita ini mampu mengajari atau bahkan menyadarkan kita serta memberikan kita petunjuk hidup.  Bagaimanapun Experience is the best teacher…

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjpNIY_l7KzwO8bBPIArPSDTzMA5Rs6WdUo7t4Gg3A3BzhwrmuJ3xrv6cf4xfO6VXhmuoqioC7Py4X2jr1xRryXh7XMlisIS4q289IDkXM3CKA8s93UVx3gKM_O-ttV0M-U_9C-EbU26qy/s1600/orkut_broken_heart_quotes_scraps13.jpg 
The story begins, Temenku bunga sudah pacaran sama si abang kurang lebih empat tahun. Seperti halnya remaja yang lagi kasmaran, pada awalnya hubungan mereka biasa aja, namun  semakin hari semakin deket. Dari awalnya yang gak biasa pegangan tangan, jadi biasa. Dari awalnya cium kening, jadi cium bibir. Dari pegang tangan, sampai jadinya  pegang tet** (oups), and finally they started to  ML dalam kurun waktu kurang dari satu tahun dari hubungan mereka.
Menurut pengakuan bunga, pada awalnya dia tidak mengira akan di colokin benda tumpul milik si abang pada malam pesta taun baru. Sungguh trik lama, mulai dari cium-ciuman basah… truz raba2an… dan pada tahap ini si bunga serasa dihipnotis… sampai akhirnya tersadar ada rasa dingin dari sebuah benda yang  di kemaluannya…  oh gosh! Ternyata hilang sudah keperawannanya.
Bukannya minta maap sama si Bunga, si abang malah balik bertanya, “koq gak ada darahnya? Km dah pernah ML sebelumnya ya?”  anjr** neh cow!!! Si bunga dengan nyesalnya balik bertanya, “koq abang tega ngelakuin ini smua?” eh si cow pake acara ngeles lagi dan berkata, “Aku pernah trauma sama cew ku yang lama karena ditinggalin, dan aku gak mau kehilangan kamu.. makanya kulakuin ini.” Enewei, apapun alasannya, pokoknya mereka berdua dah mempertaruhkan masa depan.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan… rupanya si abang kembali ‘kangen’ ma si bunga… dia kembali request untuk gituan. Karena bodoh saking cintanya, dia kembali memberikan ‘jatah’ si abang. Hal ini berlangsung untuk kesekian kali…  padahal pada saat itu si bunga masih duduk di bangku SMA. Dan menurut penuturan si bunga, after the unforgettable new year party itu,,… dia merasa gak tenang dan terpikir tuk tidak melakukan itu lagi. Namun rayuan  maut si abang dan sex diplomacy nya… akhirnya si bunga luluh juga… dan kembali terjadi pertumpahan man*…. Dua, tiga, dan kesekian kalinya hal itu terjadi.
Bunga sempat complain kepada si abang, “kok kaku ngajak gitu terus, emang kamu cinta sama aku ato sama ‘barang’ aku?”… eh si abang malah marah dan berkata, “jangan ngomong kurang ajar gitu dong?? Emang kamu anggap aku  apa?? Sampah????”, bunga menjawab ketus, “habisnya sering minta gituan, padahal kamu tau aku gak tenang melakukannya!”. Ajakan si abang memang sering, tak ayal itu sering memicu pertengkaran mereka karena si bunga menolak.



Kematian si Gadis – teguran Illahi
Si abang mempunyai adik cew, sebut saja gadis. Sebelum dia meninggal, dia sempat putus sama pacarnya. Si bunga bertanya kenapa mereka bubaran, si gadis menjawab bahwa cowoknya pernah ngajak ML namun dia menolak makanya mereka bubar karena cownya tidak bisa menghargai keputusan itu. Keputusan yang bagus!!!!
Allah memang Maha Memiliki, dia berhak untuk memanggil umatnya untuk meninggalkan dunia fana ini. Hal ini terjadi ke bunga, dia meninggal karena tabrakan.

Dengan kejadian itu Bunga semakin sadar atas dosa yang diperbuat, dan berniat tuk tobat. Namun ketika hal ini di sampaikan ke abang, dia selalu marah dan tetap punya jutaan rayuan untuk meminta jatahnya, padahal si bunga dah menjelaskan rasa penyesalan serta ketakutannya akan kematian jika masih ‘mendepositokan’ dosa zinahnya dan dihadapkan pada kematian.
Kematian si gadis tidak mampu menyadarkan si Abang, dia tetap kekeuh merayu si bunga  untuk ML lagi, and again si bunga kembali luluh. Rayuan si abang memang ampuh, dia sempat bilang ke bunga bahwa seharusnya bunga gak usah takut, karena dia udah ngganggap dia sebagai istri, dan harusnya dia bersyukur klo dia masih minta ke bunga daripada ngelakuin ma orang lain. Dia bilang, banyak ajakan Ml dari cew2, namun dia merasa  jijik, dan lebih memilih untuk ngelakuin sama pacarnya. So shi*…..
Si bunga bilang, terakhir mereka ML sebelum Ramadhan… ternyata berkah ramadhan mampu menjernihkan hati dan pikiran bunga. Niat bunga untuk TIDAK ML lagi pun sudah bulat, bahkan dia sudah pasrah jika harus kehilangan abang jika si abang tidak bisa menerima keputusannya. Namun sebaliknya, berkah ramadhan sama sekali tidak bisa menyentuh si Abang. Dia sempat ngajak bunga gituan lagi…, namun tekad bunga sudah bulat. Dia menjelaskan klo memang si abang cinta ke dia, si abang harus siap pacaran murni, kecuali si abang hanya cinta sama ‘barangnya’ aja.
Namun apa tanggappan si abang? Begini kutipan sms nya:
“makasih ya ***.. km mmg tidak bs nrima abg lg kayak dulu. Kputusan km sgt memberatkn abg, krn abg dr dlu udh ngangap kmu  sbg istri abg smpe sekarang. Abg bner2 gak nyangka smua ini akan terjadi dalam sekejap. Sekian tahun membina perjalanan hubungan ini hancur gara2 keputusan km.  padahal perjalanan ini sudah hampir selesai dengan kata2 yang sakral. Tapi apa yg kamu lakukan sm abang???  Km hancurkan semuanya ***!! Km benar2 ingin mengambil hal2 yang indah bagi abang sama kamu! Dengan segenap cinta yg abg miliki, abg akan memenuhi janji abg sama km nant, itupun kl km masih nrima abg!”

What the H*** it’s telling about????
Yeah, saat dikonfirmasi si abg gak berkata banyak, membiarkan bunga menarik kesimpulan sendiri. Ya! Meraka putus!. Namun bunga tidak bisa mengembalikan keperawanannya. Well, apapun itu, two thumbs up buat bunga… it was hard decision for her…  Klo mo tobat memang ada yang harus dikorbankan. Sekarang dia hanya ingin mendekatkan diri kepada sang pencipta, dan ingin menyelesaikan studiny yang baru dimulai tahun lalu. She’s not bad girl, but She was!

Jadi teringat janji Al-Qur’an tapi ayat apa yah  (Agus help me pliz…) pokoknya yang mengatakan bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, dan laki2 yang buruk untuk perempuan yang buruk pula, begitu pula sebaliknya.
Menurut ane, baik-buruknya orang tidak tergantung dengan masa lalunya. Meskipun dia dulu preman ato pelacur, tapi klo dia udah tobat dan meninggalkan kebiasaan buruknya dulu… dan sekarang menjadi orang  baik.. yah mereka orang baik! Ketimbang dulunya anak pondok, hafal kitab namun melakukan hal2 yang dilarang agama… ini tentunya jauh lebih buruk.

OK! , akhir kata semoga sodara kita bunga diberi ketabahan… dan nanti kalau sudah tiba saat yang tepat dapat menemukan kembali cintanya yang halal.

Betewe, seandainya kalian jadi cow… siapkan kalian menerima keadaan si bunga sebagai pendamping  hidup?????      

http://freddyfernandes.page.tl/Kamu-cinta-aku-atau-barangku-f--_-sebuah-kisah-nyata-temen-deket.htm

Artikel Menarik: Perempuan dalam Gelas

Hujan mengguyur malam, tak ada bunyi, kecuali dentingan air mata langit yang masih setia memandikan bunga-bunga malang, tak berpagar, ini cerita Bunga. Tumbuh sendiri berteman dengan blukar. Semakin deras, tak henti-hentinya menaburi tetesan di sekujur tubuhnya. Ia tegak menawan segala hal yang disebutnya badai. Mengokohkan dirinya dalam pelukan musim. Semakin menarik, kumbang berdatangan tak mengenal waktu. Ada yang lupa pulang, menikmati.
Ia berlari-lari sambil berteriak-teriak, sesekali menawari senyum bagi langit. “Ini berkah, saya mencicipi sajianMu,” begitu batinnya bergumam. Hujan belum jua berhenti, rindu Bunga pada sang kekasih semakin dalam. Ia menangis tersedu-sedu diantara rintik air hujan. Tubuhnya kuyub, sepertinya kedinginan. Tak ada kemesraan disetiap pelukan kumbang lain, selalu saja tersiksa karena harapan selalu berbuah sia-sia. Kembang manis itu belum berdiri dari luka lamanya.
Hari-hari berganti hingga hitungan tahun, Bunga masih sendiri. Siang berteman dengan sepi, malam meniduri sunyi. Ia terperangkap rasa, seringkali menahan dengan air mata. Sang kumbang terbang jauh, entah kapan balik menemui kembang yang setia memoles tubuhnya. Ia hanya yakin, dia akan datang, dalam waktu yang berbaris dengan senyum, kelak membawa keindahan. Dan tak akan pergi lagi.
Bunga tak butuh etalase. Baginya, ia adalah hiasan yang tak terbeli. Ia mengaku selalu menjumpai wajah-wajah kekasihnya dalam muramnya. Ruang berjeruji, langkahnya mati tepat di ujung bibir kekasihnya. Ironis, deritanya melabeli. Risau sekali, tak pernah berhenti gelisah.
Berulang kali ia mekar, ilalang di sekitarnya semakin liar. Aroma kekasihnya semakin dekat, namun bayanganpun tak pernah lewat. Bunga terus gelisah, menepi di tepian selokan. Ia semakin resah, jangan-jangan sang Kumbang berkhianat, menabur kemesraan di taman lain.
Ketika sore tiba, Bunga menanti isyarat lewat tanda-tanda senja. Dan ketika malam merenggut jingganya dari senja, luka kembali lalulalang. Begitu perih nasibnya, kenapa asa yang ditanamnya belum berakar. Sampai kapan ia menunggu.
Musim hujan telah pergi, di langit malam selalu ada bulan. Ia memimpikan ketukan pintu lalu datanglah sang Kembang dengan sapaan. Sungguh, berdansa di riak-riak air pada pesta sederhana dengan hiasan kecupan berkali-kali begitu dia idam-idamkan. Malam sebentar lagi memanggil pagi. Ia masih saja dalam khayalnya, tiba-tiba ia sadar, pintu bergoyang sepertinya ada tamu. Ia begitu riang,dari kamar. Ia sudah menduga kekasihnya akan datang di kelopak terakhir, dimana lukanya tak lagi bisa berkembang.
Tak henti-hentinya, ia menampar-nampar pipinya. Ia begitu bahagia, sebab ia percaya dibalik pintu yang terketuk, ada wajahnya kekasihnya menggenggam mawar harum yang akan dipersembahkan untuknya. Tiga langkah lagi, kunci pintu ia buka. Ia memasang ceria, dan membalas salam dari suara luar.
Ilustrasi (Foto :Int)
Ia membuka pintu, lelaki berkain putih senyum di depannya. “Kekasihku…aku rindu,” kata itu keluar dari mulutnya. Ketika ia ingin mendekapkan diri, lelaki itu hilang. Lelaki itu, pergi entah kemana. Hanya ada darah berceceran di sekitar pintu. Ia histeris, ia menyakini bahwa ini tanda-tanda kekasihnya mati tertikam rindunya. Bau tanah menyeruak di sekelilingnya. Sari dari Bunga itu telah tercabut. Kekasihnya telah tiada. Dalam rantaunya, sang Kumbang tak mampu melunasi janjinya untuk datang kembali. Perempuan itu, kembali menangis keras, satu persatu kelopaknya berjatuhan. Rumput-rumput liar melilitnya, hingga kematian juga menjemputnya. Cintanya abadi….
***Asri Ismail
http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2015/02/19/perempuan-dalam-gelas-707661.html

Kisah Nyata: ANAK KU ADALAH MADU KU

https://tetesanembuun.files.wordpress.com/2012/11/7690-merenung.jpg
ANAK KU ADALAH MADU KU (kisah nyata)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Panggil saja aku nur, aku menikah dengan duda yang jauh lebih tua dengan diriku dan mempunyai 1 anak cewek yang beda 7 tahun dari diriku bernama maya,
Aku sangat sayang sama maya, karena ku anggap dia anak Piatu, apa pun yang di lakukan tak pernah sekalipun aku melarang atau memarahi nya, tp karena sering aku manja maya menjadi gadis yang liar dan susah di atur, di saat maya berumur 21 tahun dan aku 28 tahun, kejadian yang tak kami inginkan telah terjadi, suamiku meninggal karena serangan Jantung, aku begitu terpukul.
Setelah kematian ayahnya, maya semakin menjadi Gadis liar dan nakal dia sudah tidak pernah lgi menggap aku sebagai ibunya lagi, hingga di tahun ke dua kepergian suamiku, maya pun menikah dan tinggal ikut suaminya di luar jawa.




dan aku pun menikah dengan lelaki duda tanpa anak.
4 tahun pernikahan kami, tiba tiba maya datang ke rumah kami mengabarkan kalau dia sudah bercerai dengan suami dan ingin mencari kos2an di kota kami,
krn aku begitu sayang sama dia aku halangi dia berniat demikian, aku suruh maya tinggal bersama aku dan suamiku.

5 tahun pernikahan kami, tanda-tanda kehamilan tak pernah kami dapati, aku sudah periksa ke dokter tap dokter mengatakan kandunganku sehat, tp sayang suamiku tak pernah mau periksa ke dokter..
Hingga kabar mengejutkan itu pun akhirnya aku dengar, Maya hamil karena suamiku, sungguh aku tak percaya dengan apa yang terjadi tp ini benar2 telah terjadi, ku lihat wajah maya tanpa beban dosa sedikitpun, tidak demikian dengan suamiku dia berkal-kali meminta maaf terhadap ku dan memohon jangan pernah tinggalkan dia,
Pernikahan itu pun di gelar, Aku hanya bisa diam di kamar dan meratapi ini semua, air mata ini jatuh tampa henti, ingin aku pergi dan meninggalkan suamiku, tp melihat penyesalan suamiku yang begitu dalam dan tak sanggup kehilangan aku, itu yang menjadi piikiranku.
“jika mama pergi meninggalkan papa, lebih baik papa tak menikahi maya, karena cinta ini hanya milik mama, kami melakukan itu hanya sekali di saat papa pulang dalam keadaan mabuk, pada waktu mama pulang ke rumah Ibu dulu, maaf in papa ma sungguh maaf in papa, lebih baik kehilangan segalanya, dri pada kehiilangan mama..” kata suamiku.
Hati ini menangis pilu hati bagikan di tusuk tombak yang amat tajam dengan kejadian ini, tapi lagi lagi hatiku kecilku pun menuntut aku menjadi seorang yang IKHLAS,,
Di saat malam pertama mereka, ku lihat maya memeluk mesra suamiku di depanku. mencium dan memeluk suami ku di depanku hati ini bagaikan mati karena sakit hati yang aku alami.
Setelah sekian bulan perut maya semakin membesar, suamiku sudah tak pernah menjamahku sama sekali, karena maya akan marah besar jika melihat suamiku mendekatiku,,
Air mata ini sudah kering, jiwa ini sudah tenang, karena hanya keikhlasan yang bisa membuat aku bertahan sampi saat saat ini.
Sepulang dari pengajian ku dapati rumah kami sepi, tetangga mengatakan kalau maya dan suami lagi pergi ke Pasar malam untuk jalan2, tiba2 tlp rumah berdering dan ternyata polisi mengabarkan suami dan maya kecelekaan di tubruk mobil dari belakang, tangan dan kaki ini lemas seketika, dengan tergesa gesa aku bergegas ke rumah sakit,
maya luka parah kakinya harus di amputasi dan bayi dalam kandungan nya harus segera di ambil walapun masih berumur 8 bulan.
karena kekurangan darah, ku sumbangkan darah ini untuknya, dalam do'aku semoga anakku maya baik2 saja, sedangkan suamiku hanya luka memar di beberapa bagian badan saja,
“Maafkan aku ibu” ucapan yang telah lama tak pernah aku dengar dari maya, aku begitu terharu pada akhirnya anaku memanggil ibu walaupun bukan darah dagingku,
dia katakan dia tak mau menjalani oprasi pemotongan ke dua kakinya, dia hanya pesan:
“bu, belum sekalipun aku membahagiakan mu, ini semua teguran dari Tuhan untuku, Maafkan aku, sebelum kepergianku, ku ingin minta tolong sekali lagi, titip anakku sayangi dia seperti kau menyayangiku bu, dia bukan anak Suami ibu, dia anak lelaki yang tak pernah jelas keberadaanya, aku mengenal dia di BAR, setelah mengetahui aku hamil dia menghilang dan terpaksa aku mengaku ini anak suami ibu, sekali lagi maaf bu..” dan tangan maya pun lemas dan dingin, secepatnya para dokter pun melakukan oprasi pengangkatan bayi, setelah bayi itu lahir maya pun telah berpulang ke pangkuan Sang Khalik, innalillahi a inna illahi rroki'uun...
kini bayi laki-laki berwajah bule itu pun ku gendong, suamiku pun baru tau, kalau bayi itu bukan darah dagingya,
Kini kami pun hidup bertiga, kami pun bahagia menyangi dan merawat bayi laki2 yang lucu itu seperti darah daging kami sendiri. Karena kami tidak akan mempunyai kesempatan mempunyai anak, Karena suami yang di nyatakan Mandul oleh sang dokter.
~TAMAT~
NIB : KITA TIDAK AKAN PERNAH TAHU KEBAHAGIAAN ITU KAPAN AKAN DATANG, JIKA HATI IKHLAS, ITU-LAH YANG MEMBUAT HIDUP KITA TENANG DAN TENTRAM..
*Tapi jujur saja menjadi seorang yang ikhlas, sungguh aku sendiri tak sanggup...
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=449352571828111&id=421390631290972

Inilah Alasan BG Batal Jadi Kapolri

Duduk-duduk di kedai kopi Hawai di Kijang Kota bersama kawan-kawan sehabis jalan pagi pasti tak lepas dari bahasan politik.  Ya, cerita politik bagi kami-kami ini memang hanya sebatas “palamak” cerita di kedai kopi. Selepas itu sudah dilupakan, kembali ke rutinitas seperti biasa. Tak Lebih. Tak ada pengaruhnya pada kehidupan kami orang-orang kecil ini.
Menariknya perbincangan kopi pagi ini adalah pembahasan batalnya Budi Gunawan (BG) jadi Kapolri walau status tersangkanya sudah dinyatakan tidak sah oleh pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Padahal beliau calon tunggal sang Presiden Negeri yang sudah disetujui DPR. Tak ada lagi pasal yang bisa menghalangi BG dilantik.
Pendapat kawan yang katanya pakar hukum batalnya pelantikan BG adalah karena imbas dari hasil pengadilan itu sendiri. BG dinyatakan oleh hakim bukan penegak hukum ataupun penyelenggara negara karenanya dengan sendirinya BG tentu tidak bisa jadi Kapolri. Walau jelas ngawurnya, tapi cukuplah membuat kami  tertawa menanggapinya.
Kedua, tentang  ketua KPK Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW) yang diberhentikan oleh presiden kawan inipun berpendapat tak kalah ngawurnya. Alasannya menurut kawan ini kenapa presiden memberhentikan mereka adalah karena AS dan BW  kalau dipertahankan maka  bisa saja “mengganjal” lagi keptusan presiden  jika nanti mau menunjuk seseorang yang tersangka korupsi  jadi pejabat. Ada-ada saja kawan ini, dia sangka presiden kita ini tak punya niat buat memperbaiki negeri ini mungkin kali ya? hehe.Tapi, saya yakin itu cuma lelucon kawan itu saja.
http://cdn.ar.com/images/stories/2015/01/budi-gunawan-calon-tunggal-kapolri-JYX.jpg
Sebenarnya banyak lagi yang dipercandakan orang-orang kecil seperti kami di kedai kopi yang sudah “patah arang” kepada elit negeri ini. Ya, semua yang terjadi kami anggap hanya lelucon saja. Tak ada yang perlu diseriuskan. Selagi kami masih bisa bekerja dengan nyaman, dapat gaji, bisa untuk makan anak bini, anak-anak bisa sekolah dengan tenang, punya harapan untuk masa depan, bagi kami tak masalah siapa yang mau jadi ini itu.
Tapi, jauh di lubuk hati paling dalam, kami selalu berdoa semoga negeri ini dijauhkan dari musibah. Mulai dari musibah bencana alam, tentunya dijauhkan juga dari musibah diberi pemimpin yang tak amanah. Kalopun kami harus diuji dengan pemimpin seperti itu, supaya yang bersangkutan cepat sadar kalau tak sadar-sadar juga ya mudah-mudahan cepat “modar“. Mudah-mudahan tak ada pemimpin-pemimpin yang seperti itu. Aamiin..
Salam kedai kopi!
palamak=pemanis
modar=mati
http://politik.kompasiana.com/2015/02/19/ini-alasan-bg-batal-jadi-kapolri--724644.html

Berita BG Gagal jadi Kapolri: Beginilah Suasana Kediaman Megawati setelah BG Gagal jadi Kapolri


Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: dok.JPNN
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: dok.JPNN


JAKARTA - Suasana kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, terlihat sibuk, beberapa saat setelah Presiden Jokowi mengumumkan pembatalan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai kapolri, kemarin (18/2).
Pantauan Jawa Pos (induk JPNN), gelombang politisi dan birokrat tersebut terlihat masuk sejak pukul 16.30. Yang pertama terlihat adalah mobil lexus bernomor polisi B 1602 SJM milik Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Sayangnya, mobil tersebut langsung masuk ke gerbang.
Setelah itu, anggota komisi III DPR Ahmad Basarah turun dari mobil dan langsung masuk melewati pintu samping. Saat ditanya oleh media, pria yang melenggang ke Senayang melalui Dapil Jatim V itu hanya tersenyum.
Limabelas menit kemudian, politikus PDIP Herman Hery, juga turun dari terlihat turun dari mobil terburu-buru memasuki kediaman Mega melalui gerbang depan.
Lagi-lagi, pengusaha asal NTT itu menolak untuk berkomentar. Ketika ditanya tujuannya datang ke kediaman Megawati, dia hanya menjawab tak ada maksud tertentu. "Nggak ada apa-apa," ujar Herman sembari terus menarik gerbang yang belum terbuka.
Pada pukul 18.00, terlihat mobil Toyota Crown Royal Saloon dengan nomor plat B 1126 RFY terlihat langsung masuk ke gerbang. Kendaraan tersebut merupakan mobil dinas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Menyusul dia, mobil dinas menteri Puan Maharani juga masuk ke kediaman.
Parade mobil yang masuk ke Teuku Umar 27A itu pun akhirnya berakhir pada 18.45. Saat itu, anggota DPR Komisi III lainnya, Dwi Ria Latifa, terlihat keluar dari pintu samping. (bil)
http://www.jpnn.com/read/2015/02/19/288167/Ini-Suasana-Kediaman-Megawati-setelah-BG-Gagal-jadi-Kapolri