Rabu, 15 April 2015

Sisi Lain: Perempuan Merokok adalah Perempuan “nakal” !!! Benarkah??

Kemarin hari rabu lagi asik-asiknya duduk dengan teman-teman di kafe kampus sambil menikmati kopi di temani rokok, yah karena ini memang sudah menjadi kebiasaan saya, hari-hari saya di kampus memang pasti saya luangkan untuk ke kafe kampus, di kafe ini mungkin perlu saya akui bahwa pengetahuan saya banyak terbentuk di sana, jika kami duduk bersama teman-teman pasti tetap di warnai dengan diskusi ntah itu diskusi materi kuliah atau hal lain yang penting ada bahan cerita yang sedikit bermutulah.
http://headhunter.heck.in/files/iklanantirokok-billyinf.jpg


Eemm saat itu kira-kira sekitar 10 menit saya duduk tiba-tiba datanglah  3 orang teman cewek, mereka lalu mengambil kursi lalu duduk bersama-sama dengan saya dan teman lain mereka pun ikut ngobrol dengan kami, tiba-tiba teman cewek ini liat seorang cewek yang merokok di seblah tempat kami duduk,lalu kemudian teman saya ini komentar ihhh kok di kampus ini perempuan semakin banyak yah yang ngerokok, emmm tapi kelihatan kren juga sih yah kalau cewek ngerokok  hehe,lalu kemudian teman cewek yang satu tiba-tiba bertanya ke saya kak, salah nda kalau wanita merokok,,? emm dengan spontan aku bilang dengan sedikit iseng, “ohhh tentu tidak hal itu baik apalagi ceweknya duduk sama saya lalu dia beli rokok lalu kita rokok sama-sama hehe” lalu dia bilang isst aku serius, emm lalu aku jawab dengan serius, emm bagi saya sih ini nda asing bagi saya wanita merokok itu sah-sah saja, Cuma justru yang menjadi pertanyaan saya dalm konteks ini adalah wanita-wanita merokok yang banyak saya jumpai adalah di dalam kampus, namun di luar orang yang sama saya liat di kampus ketika di luar dia tidak merokok, ini sesuatu yang perlu di pertanyakan bagi saya. Tapi jika saya liat dalam perspektif umum, bahwa kehadiran wanita-wanita mudah yang merokok, di tempat umum, aku justru menganggapnya ini bagian dari emansipasi perempuan yah mungkin saja keliru tapi itu menurut asumsi saya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx4FpnoUZwlRKccM4x16-1yhiIzKPoo91aP_2BPDQ_P6A_DxmpMDPsYukWtxe2Me6a87B0RWFparcFEoKKkf1okQc66xk09Wb_XIFEJgPX0H-f3QT2ciTsMw4w8TU1AMTVOlyjb4761GQ/s1600/rokok+mati.jpg



Bahwa perempuan akhirnya membangun pandangan sendiri bahwa kenapa rokok menjadi Nampak sebagai hal yang hanya dubutuhkan kaum pria, dengan  mungkin bersandar pada pandangan tersebut, akhirnya beberapa wanita mengawali dengan mencoba mengissap rokok, akhirnya akktivitas ini menjadi terbiasa. Berawal dari satu dua orang dalam misalkan komunitas akhirnya merambah ke teman-teman yang lain, yah mungkin saja di antara mereka banyak yang hanya ikut-ikutan dengan kawanya tapi ini nda menjadi soal, intinya adalah apa yang menjadi dasar mereka itu yang perlu. Dalam budaya Indonesia, jika permpuan tua merokok itu hal yang biasa, namun anak remaja yang merokok, banyak budaya yg ada di bangsa ini menganggap hal yang kurang etis. Ada banyak persepsi tentang wanita merokok, ada yang bilang wanita merokok adalah wanita yang nakal, wanita penghuni di tempat-tempat hiburan malam. Namun di saat ini pandangan tersebut nampaknya sudah di anggap sebgai pandangan keliru, bagi banyak orang apa lagi kaum wanita yang merokok pastinya mereka tidak terimah dengan pandangan demikian. Teman saya ada banyak yang merokok, sering juga saya bertanya pada mereka, kenapa kalian merokok, justru dia nanya balik kamau juga  kenapa merokok, pertanyaan ini ketika di tanggap demikian memang membuktikan bahwa ini soal kesetaraan bahwa apakah hanya kaum pria yang tepat untuk menikmati rokok, di antara mereka juga ada yang bilang yah senang saja kalau isap rokok, ada banyak pandangan tentang wanita merokok.



Saya kemudia berpikir mengapa hal ini nampak menjadi sebuah bahan diskusi yang menarik, aku mencoba membawa dalm perspektif budaya, bahwa di banyak masyarakat kita menganggap hal ini tidak pantas bagi kaum wanita untuk merokok, karena dalam komunitas-komunitas masyarakat sebelumnya wanita merokok sangat jarang kecuali perempuan yang sudah tua, memang ini tidak lazim namun kalau permpuan yang sudah tua. Jika wanita mudah ini yang menjadikan persepsi akan beragam. Dalam asumsi banyak orang bahwa wanita-wanita yang ada di Bar, Café Malam, Pengunjung hotel, yang kelihatan banyak wanita merokok, jadi kondisi inilah yang membawa paradigma berpikir masyarakt yang mengatakan bahwa jika ada wanita mudah yang merokok di tempat umum, itu artinya dia wanita yang tidak baik.




Namun kita juga harus terimah dengan kebiasaan yang telah membumi, terkait dengan paradigma berpikir tersebut, mental free tidak bisa dipaksakan untuk berbaur degan kebiasaan kita, mungkin jika kita bicara dalam konteks terkait dengan kebebasan yah hal ini sah-sah saja, dalam peraturan juga tak di batasi kaum hawa untuk merokok, namun ada tata nilai yang tidak tertulis yang disebut kebiasaan yang terkonsep bagi masyarakat yang etis dan yang tidak. Anggapan ini memang Nampak sudah menjadi norma. Apapun alasanya kaum perempuan jika ia merokok dan membantah paradigma bahwa jika wanita remaja merokok, maka dia adalah wanita tidak “baik”, wanita “nakal”, hal ini tak dapat di sangkal dengan berpegang pada prinsip pribadi, jika tidak mau tau yah itu mungkin cara untuk tetap membela diri.


Di daerah perkotaan kebebasan berekspresi  mungkin aku bilang adalah priorita kaula mudah saat ini, kaki di kepala, kepala di kaki mungkin juga tak lagi aneh. Dalam amatan saya memang wanita-wanita mudah di perkotaanlah yang memang paling banyak merokok, mereka masi duduk di SMA mereka sudah mencoba barang tersebut, apalagi anak mahasiswi, ini bukan lagi hal yang asing melainkan hal yang biasa-biasa saja, diperkotaan mungkin sesama anak mudah akan di pandang sebagai bagian dari gaya hidup, namun di kalangan orang tua ini tetap saja di anggap sebgai hal yang tidak baik. Bahkan saya masi ingat salah seorang vokalis dari Band Liyla, mengatakan aku menganggap wanita merokok itu Nampak kayak “kodratya telah hilang”, aku tidak terlalu mengerti maksudnya namun ini bisa kita katakana bahwa dia kontra terhadap hal tersebut, sekali lagi saya bilang wanita merokok tidak masalah, namun wanita saat mereka merokok harus siap menerima paradigma berpikir masyarakt. Saya pribadi pun tidak senang melihat wanita merokok, karena memang dalam kesan hidup saya bahwa wanita merokok itu memang pertama kali saya  liat di tempat-tempat hiburan malam, lalu wanita-wanita yang tidak terdidik, wanita-wanita di jalanan, mungkin dalam hati pikiran mereka juga tidak ingin demikian namun karena factor lain yang memaksa untuk masuk di lingkaran tersebut, meskipun sekarang banyak alasan yang berusaha untuk menanggapi untuk bisa menjadi hal positif.

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/11/08/perempuan-merokok-adalah-perempuan-nakal-benarkah-501550.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com