Sabtu, 11 April 2015

Pengalaman kerja menjadi teller dan customer service ( Part 2 )

selamat pagi!!! (^___^)9
semoga postingan kali ini pembacanya akan mendapatkan sedikit gambaran mengenai kehidupan teller dan customer service di bank.
yap, karena saya -si windamaki- ga pernah ngeblog lagi tapi rajin banget ngeklik “my stats”, saya jadi tau bahwa kebanyakan calon-calon banker itu pengen tau kehidupan apa yang dialami oleh teller dan cs x)).
https://dikapraditya.files.wordpress.com/2013/05/1ae2c-manfaatteknologiinformasidankomunikasi.jpg
NAH! berhubung saya udah ga kerja di bank tapi sekarang kerjaannya datengin bank-bank mulu (sebagai nasabah super aktif) saya jadi bisa melihat keanehan-keanehan yang terjadi di bank dengan kacamata seorang mantan banker, alias mata-mata B). Sebenarnya bukan maksud nyari kesalahan sih xD. Hal-hal yang saya jabarkan nanti pun sejujurnya sering saya lakukan ketika saya menjadi teller dan cs dulu, tapi berhubung sekarang jabatannya menjadi nasabah yang sering mengunjungi bank, berikut beberapa yang perlu si calon banker ingat dan ketahui apa yang ada di dalam hati nasabah mantan pegawai bank seperti saya sekarang :p….
1. Perhatikan waktu antrian dan waktu transaksi. Ini gawat banget, nasabah lain mungkin ketika menunggu antrian/transaksi cuma bisa ngedumel, “lama amat sih!” (sebenernya gawat juga sih kalau mereka nulisnya di social media, apalagi nulis nama teller atau nama csnya karena nama cs teller bisa terlihat di name desk xD). NAH! kalau kita lagi ga hoki, bisa jadi nasabah kita adalah seorang banker atau mistery shopper, mereka tau persis berapa menit seharusnya mereka menunggu dalam kategori wajar sampai kategori keterlaluan xD. Jadi sering-seringlah latihan meghitung gepokan uang 100 lembar menggunakan 2,3, atau 4 jari di rumah :p, sering-sering juga role play / simulasi / bermain peran dengan teman sendiri, berpura-pura jadi nasabah dan hitung berapa waktu pelayanan yang diperlukan untuk setiap transaksi.
2. Tanya dan sebutkan nama nasabah. Bukan berarti saya kepengen banget ditanya namanya yah xD, walaupun SOP tiap bank pasti berbeda, menanyakan dan menyebutkan nama nasabah pasti menjadi salah satu syarat untuk memenuhi SOP. Setelah berpuluh-puluh kali melakukan transaksi di bank sebagai nasabah, saya tau banget nama saya jarang ditanya dan jarang disebutkan ulang… di situ kadang saya merasa sedih (  ._____.).. Di bank tersayang tempat saya bekerja dulu, kami diharuskan menanyakan nama nasabah dan kemudian menyebutkannya kembali 3 kali secara berkala, pada saat awal, ketika transaksi, dan selesai transaksi. Biar nasabahnya ngerasa anget aja gitu dipanggil namanya (anget??). Kadang ketika transaksi saya dipanggil mbak atau ADEK… HAAHHH.. ADEEKKKK?? usia saya sudah 25 dan sudah menikah masih juga dipanggil adek, aakkkk!! Di tempat lama pun saya hanya boleh memanggil nasabah dengan sebutan IBU / BAPAK (toh nasabah pasti sudah memiliki ktp kan), dilarang memanggil mbak, mas, tante, apalagi adek -___-
3. Tata krama bahasa tubuh. Sekali lagi, peraturan di setiap bank berbeda-beda, ada yang menunjuk formulir harus mengunakan pulpen, ada juga yang pake jempol, yang pasti sih turutin aja aturannya x)). Hal yang terpenting adalaahhh,,, kalau kita memberikan apapun ke nasabah, bisa itu buku tabungan, slip, souvenir, atau apapun, kita harus selalu gunakan dua tangan, jangan cuma satuuu… Posisinya kaya yang ngasih tahta aja gitu, muka pun menghadap nasabah. Saya suatu kali pernah ngeprint buku tabungan, bankernya mengembalikan buku dengan satu tangan, sambil duduk, muka ngeliat layar, dan ga bilang apa-apa. Ya gapapa sih kalau saya memang gatau aturan bank, tapi masalahnya kan saya tauuu (gimana dongg) jadi ketauan deh sebenernya ga boleh kaya gitu x))). Namanya juga bank yah, walaupun emang nasabahnya yang ngerepotin kita, kita harus tetep wajib kudu bilang terima kasih kepada nasabah jika telah selesai melakukan transaksi, jangan lupa ya! :D
4. Bantu nasabah. Sederhana banget, tapi memang ini tugas seorang frontliner ^__^. Dalem hati kita beneran harus tertanam bahwa si nasabah memang memerlukan bantuan kita, jangan cuma mikirin pengen transaksi cepet selesai (padahal saya dulu kerjaannya pengen buru-buru beres dan paling seneng kalau ga ada nasabah :p jangan ditiru!). Pernah saya mengalami dua kali kasus dioper-oper sama banker. Ngantri beberapa jam di cs, pas udah dipanggil katanya kita disuruh nelpon call centernya aja karena di cs ga bisa dan transaksi pun langsung diakhiri, tapi pas nelpon call center, katanya transaksi tersebut hanya bisa dilakukan langsung di bank dengan cs x))). Saya pernah loh dulu goper juga ke call center, tapi baru sekarang ngalamin rasanya ga enak dioper-oper, hahhhahhaaaaaa… Pokonya selagi kita menjadi front liner, jangan buru-buru bilang ga bisa ini, ga bisa itu, bantu dulu semaksimal yang kita bisa. Caranya? Pelajarin deh semua produk dan sistem di bank kita, dan kitalah yang membantu menghubungi call center, bukannya nasabahnya yang diusir dan suruh nelp sendiri x)). Posisikan diri kita sebagai nasabah yang pengennya tau beres ajah :p. Jangan sampai ketauan nasabah bahwa ada hal yang kita ga tau, harus pinter akting! Beberapa waktu yang lalu saya menanyakan cara transaksi BPJS ke cs yang memang di bank itu melayani pembayaran BPJS, lalu csnya bilang tidak tahu karena belum pernah. waduh! x)))) masa perlu saya yang caritau di google dan ngasihtau caranya ke cs itu x)))
5. Berbuat Baik. Daripada kebanyakan nyerocos dan kebanyakan mencurahkan perasaan sebagai nasabah mata-mata, lebih baik saya ngasitau poin terpenting yang paling pamungkas yang perlu kita ketahui buat kita-kita si frontliner, yaituuu… berbuat baik!! Pengalaman saya dulu, front liner itu pasti tiap hari berkolaborasi erat dengan sekuriti, office boy, dan nasabah. NAAAHHHHHHH… jaga banget hubungan kita dengan mereka semua, misalnya dengan bapak sekuriti yang berbaik hati bukain kita pintu ketika kita masuk atau keluar bank, penting banget buat kita untuk bilang makasih, nyebut nama, ngobrol, beliin makanan sesekali (tau kan jam kerja mereka panjaaaang banget dan mereka ga boleh duduk!). Kita juga sering banget ngerepotin temen kita yang jabatannya office boy, bisa itu minta tolong fotocopy ini itu, minta beliin makanan (karena kita yang frontliner ini sebenernya ga boleh keluar bank selama jam operasi masih berlangsung, jadi mau gamau nitip OB kalau lagi ga bawa bekel), atau minta tolong apapun. pokonya kita harus tau diri, ramah-ramah-ramah, bener-bener berterima kasih, de el el deh. jangan semena-mena ih! x)). Pada dasarnya emang harus baik sama semua orang sih, tapi kadang kita suka lupa sama orang-orang terdekat yang bantu kita, sopannya sama nasabah aja, tapi sama sekeliling sendiri suka jahat. Jangan gitu ah! x))
Audzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirohmanirohim. Surat Yusuf ayat 22.
“Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” 
Nyari tau tentang pengalaman jadi teller dan csberarti memang niat pengen tau ilmu dan pengen belajar mengenai dunia mereka toh? :D Berbuat baik dulu kata Allah jugaa, setelah itu kita akan mendapatkan hikmah dan ilmu ^____^.
Semangaaat :D
https://windamaki.wordpress.com/2015/02/26/pengalaman-kerja-menjadi-teller-dan-customer-service-lagi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com