Kamis, 01 Januari 2015

Sisi Lain Insiden Air Asia Indonesia, Dibalik Pujian Ada Ancaman Perpanjang Larangan Terbang ke Eropa?

14199922531597348502
Industri Penerbangan Indonesia Perlu Berbenah Diri Ke Arah Lebih Baik dan Profesional dan Profitable
Dunia memuji Indonesia. Dunia internasional memuji kemampuan tim SAR Indonesia yang mampu menemukan AirAsia QZ8501 dengan cepat dan dianggap sebagai salah satu tim SAR terbaik di Asia. Media online www.detik.com menyebut bahwa operasi pencarian ini disebut sebagai pencarian tercepat sepanjang sejarah tragedi penerbangan dunia.
Kemarin pujian terhadap Indonesia diungkap oleh negara lain. Pasalnya Indonesia cepat tanggap menangani hilangnya Air Asia QZ8501 yang hilang kontak sejak pukul 6.17 wib 28 Desember 2014 setelah sekitar satu jam lepas landas dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandara Internasional Changi Singapura.
Pujian itu datang dari Greg Waldron Managing Editor FlightGlobal untuk wilayah Asia seperti yang diberitakan oleh Wall Street Journal (WSJ). Waldron dalam WSJ yang dikutip oleh www.kompas.com Selasa 30 Desember 2014) menyebut bahwa Indonesia memiliki kemampuan pencarian dan penyelamatan paling terdepan di antara negara-negara Asia.
“Indonesia telah berpengalaman menghadapi bencana sehingga mereka memiliki kemampuan yang sangat bagus dalam menginvestigasi berbagai insiden,” ungkap Waldron
Demikian juga Mark Martin seorang konsultan penerbangan independen, Martin Consulting, mengatakan bahwa Indonesia memiliki kapal laut tanpa awak yang mampu melacak keberadaan benda di bawah laut. “Jika ada pesawat yang tenggelam di laut, saya yakin, pihak Indonesia bisa dengan cepat melacaknya dan proses pencarian akan berhasil,” tutur dia.
Martin juga menyarankan agar kru pesawat juga dilatih untuk memahami kondisi perairan yang ada dalam rute penerbangan di Indonesia dan memiliki kemampuan navigasi standar ketika dalam keadaan darurat.
Selain itu juga Toni Fernandes CEO AirAsia mengapresiasi tim SAR yang dengan cepat mampu menemukan posisi jatuhnya pesawat. “Kami sangat berterima kasih kepada Basarnas yang dengan cepat menemukan korban. Saat ini, fokus kami adalah bagaimana mengevakuasinya,” tutur Fernandes.
Bahu-membahu: Kerja Keras dan Doa
Tanpa babibu dan bla bla bla sejak Air Asia QZ 8501 dinyatakan hilang kontak oleh ATC Bandara Soekarno-Hatta Presiden Jokowi mengadakan konferensi pers di Papua terkait hilang kontaknya pesawat AirAsia QZ8501 rute SBY-Sing,” kata Ibu Negara Iriana Widodo melalui akun Twitter pribadinya @IrianaJokowi, Minggu (28/12/2014).
Dia mengatakan Presiden Jokowi mendoakan agar seluruh kru dan penumpang pesawat AirAsia QZ8501 bisa ditemukan dalam keadaan selamat. “Presiden Jokowi telah menginstruksikan Basarnas, KNKT, TNI & Polri untuk bersama ikut mencari AirAsia QZ8501 #Konpres,” imbuhnya. Terkait instruksi Presiden dari Papua ini dengan cepat operasi pencarian yang dipimpin oleh Tim Basarnas beserta KNKT, TNI-AU, TNI-AL dan tim bentukan Air Asia Indonesia berkoordinasi bekerja sama melacak dan mencari keberadaan pesawat berisi 155 penumpang dan 7 awak itu. Tak banyak bicara dan membatalkan semua agendanya Ignatius Johan Menteri Perhubungan mengadakan jumpa pers untuk memberi penjelasan kepada publik tentang hilangnya pesawat beregistrasi PK-AXC berbendera Indonesia itu.
Sementara itu Presiden Jokowi meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memimpin pencarian pesawat jenis Airbus A-320-200 yang nahas itu. Demikian juga dengan Walikota Surabaya Risma Triharini mendatangi keluarga penumpang QZ 8501 di Crisis Center yang disediakan oleh Air Asia di Bandara Juanda, Surabaya.
Tak hanya pejabat tingkat pusat, Pemda Bangka Belitung pun turut bergerak membantu melacak mencari pesawat di wilayahnya. Nelayan-nelayan yang diduga mendengar dan melihat ledakan dilibatkan. Setiap informasi yang terkait dengan petunjuk pesawat berada ditanggapi dengan serius dan cepat.
Semuanya tak hanya di dunia nyata, di dunia maya –para netizen– pun turut bersimpati dan berdoa agar pesawat yang hilang itu segera ditemukan.
Doa dan kerja keras pun membuahkan hasil. Kepingan pesawat dan serakan kargo bahkan juga korban yang meninggal diketemukan. Presiden serta merta ingin melihat sendiri hasil temuan itu. Ia pun terbang bersama pesawat pencari ke lokasi di sekitar perairan di Panglan Bun di Kalimantan Tengah setelah menemui keluarga korban di Crisis Center Bandara Juanda Surabaya.
“Dan untuk seluruh keluarga penumpang dan awak pesawat, sekali lagi saya turut merasakan kehilangan atas musibah ini, dan kita semua berdoa agar seluruh keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ucap Jokowi.
Jokowi menegaskan, agar fokus pencarian tetap pada korban dan kru penerbangan. Setelah itu baru pada puing pesawat dan yang lainnya seperti black box.
Di Balik Pujian Itu Ada Ancaman
Ditemukannya para korban pesawat QZ-8501 dengan cepat, bahkan tercepat dari operasi pencarian pesawat yang pernah ada oleh tim pencari, apalagi diapresiasi oleh negara dunia, jangan segera menjadikan kita bangga dan lupa diri. Ingat kita bahwa bahwa pujian itu datang karena ada kecelakaan pesawat. Artinya ada banyak kecelakaan pesawat yang terjadi dan dialami oleh maskapai kita, baik maskapai milik pemerintah maupun swasta.
Lihatlah apa yang ditulis oleh www.theatlantic.com dalam menanggapi kecelakaan Air Asia Indonesia, “…..khususnya di Indonesia, di mana penerbangan AirAsia yang lepas landas pada hari Minggu (28 Desember 2014) kembali menjadi sorotan. Seperti dilaporkan Reuters, negara itu (Indonesia) tetap dalam daftar hitam penerbangan Uni Eropa atas regulasi maskapai yang ada, larangan itu telah ada sejak 2007 dengan hanya beberapa pengecualian. Periode waktu itu, Federal Aviation Administration juga menolak untuk mengizinkan maskapai penerbangan Indonesia untuk meningkatkan rute mereka ke Amerika Serikat.
Sementara Indonesia AirAsia telah banyak menikmati rekor bebas noda, kisah QZ 8501 bisa mengubah persepsi. Seperti Greg Waldron, konsultan industri, mengatakan kepada Reuters: “Ini adalah insiden pertama untuk Indonesia AirAsia, tetapi akan menjadi sorotan sekali lagi pada seluruh industri.”
Pemerintah hendaknya sudah waktunya kembali meninjau aturan-aturan keselamatan penerbangan Indonesia, teknologi radar yang dipakai dan lain sebagainya.
Maskapai juga jangan hanya tergiur akan manisnya bisnis di penerbangan yang memang diperkirakan naiknya permintaan akan pilot karena perkiraan lonjakan penumpang di tahun-tahun mendatang. Sebagaimana diberitakan oleh www.theatlantic.com bahwa saat ini, Asia-Pasifik menyumbang 31 persen lalu lintas penumpang udara global, menurut IATA (International Air Transport Association). Dalam dua dekade, angka itu diperkirakan akan melonjak ke 42 persen, di benua Asia menyumbang tambahan 1,8 miliar penumpang per tahun keseluruhan pasar sejumlah 2,9 miliar.
Laporan tersebut menambahkan bahwa, menurut proyeksi Boeing, akan ada permintaan untuk “216.000 pilot baru dalam 20 tahun ke depan” di kawasan Asia-Pasifik, perhitungan itu adalah 40 persen dari pangsa global.
Meskipun aliran berita penerbangan tragis, 2014 adalah tahun yang paling aman pada catatan dalam hal kecelakaan pesawat. Statistik lebih menarik adalah 3,1 miliar penumpang yang terbang pada tahun 2013. Itu dua kali lipat jumlah mereka yang bepergian melalui udara pada tahun 1999.
Jadi industri penerbangan di Indonesia harus segera berbenah menyambut lonjakan itu dengan meningkatkan pelayanan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang.
——-mw——-
*) Penulis adalah Jokowi Lover yang lebih cinta Indonesia
**) Sumber bacaan
1. Internasional Puji SAR Indonesia sebagai Tim Terbaik di Asia. 30 Desember 2014. www.kompas.com Web. 31 Desember 2014.
2. Serpihan AirAsia QZ8501 Ditemukan Pada Hari Ketiga, Indonesia Dipuji Dunia. Novi Christiastuti Adiputri. 30 Desember 2014. www.detik.com. Web. 31 Desember 2014.
3. Presiden Jokowi Gelar Jumpa Pers soal Hilangnya AirAsia QZ8501. K. Yudha Wirakusuma. 28 Desember 2014. www.metrotvnews.com. Web. 31 Desember 2014.
4. Jokowi Temui Keluarga Korban QZ8501 di Bandara Juanda. Rifal Pamone. 30 Desember 2014. www. metrotvnews.com. Web. 31 Desember.
5. Supply, Demand, and Aviation Disaster in Asia. Adam Chandler. 30 Desember. www.theatlantic.com. Web. 31 Desember 2014.

http://regional.kompasiana.com/2014/12/31/insiden-air-asia-indonesia-di-balik-pujian-ada-ancaman-perpanjang-larangan-terbang-ke-eropa-699679.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com