Sabtu, 25 Januari 2014

Mengungkap Sebuah Fakta! ( Penelitian Kanker Paru-paru Telah Dimanipulasi Perusahaan Rokok )

Berita yang menginformasikan bahwa perusahaan besar mendanai penelitian untuk menipu dan mengorbankan kesehatan masyarakat demi keuntungan pribadi tidaklah mengherankan di jaman ini. Penelitian yang didanai oleh suatu perusahaan akan memiliki kecenderungan untuk menguntungkan perusahaan donatur.
Di tahun 2006, para peneliti kanker di Amerika Serikat diguncangkan oleh uji ilmiah baru kontroversial yang mengklaim bahwa 80 persen kematian karena kanker paru-paru dapat dicegah melalui CT Scan.

Dalam laporan uji ilmiah tersebut tertulis bahwa penelitian telah didanai sebagai sumbangan kecil dari “Yayasan untuk Kanker Paru: Deteksi, Pencegahan, & Perawatan Dini” (The Foundation for Lung Cancer: Early Detection, Prevention & Treatment). Tapi dari hasil penyelidikan laporan pajak dari yayasan ini, diketahui bahwa yayasan ini didanai $ 3,6 juta oleh produsen rokok merek Liggett Select, Eve, Grand Prix, Quest dan Pyramid.

Para tokoh peneliti, ilmuwan, dan para editor jurnal kesehatan terkejut akan keterkaitan perusahaan rokok dengan penelitian kanker paru-paru ini. Hal ini memicu kritik-kritik yang mempertanyakan validitas penelitian/uji ilmiah tersebut, termasuk data yang memperlihatkan proyeksi siapa saja yang selamat dan asumsi penelitian yang mengklaim bahwa deteksi awal dengan CT scan akan menyelamatkan para perokok.

Sumber: New York Times March 26, 2008



Berita yang menginformasikan bahwa perusahaan besar mendanai penelitian untuk menipu dan mengorbankan kesehatan masyarakat demi keuntungan pribadi tidaklah mengherankan di jaman ini. Penelitian yang didanai oleh suatu perusahaan akan memiliki kecenderungan untuk menguntungkan perusahaan donatur.

“Mereka ingin menunjukkan bahwa kanker paru-paru tidaklah seburuk yang semua orang pikir karena skrining dapat menyelamatkan seseorang. Ini adalah hal yang berlebihan,” ujar Dr. Jerome Kassirer, editor terkemuka dari The New England Journal of Medicine dalam New Yor Times.

Dalam suatu penelitian di Journal of the American Medical Association, didapati bahwa penelitian-penelitian yang didanai oleh perusahaan tertentu, 3,6 kali memiliki hasil yang tujuannya demi keuntungan perusahaan donatur dibandingkan penelitian-penelitian yang tidak ada hubungannya dengan suatu perusahaan sama sekali.

Itulah sebabnya di Amerika mulai dilarang untuk mempublikasikan suatu penelitian yang ada hubungannya dengan perusahaan tertentu. Tapi hal ini tidak berlaku jika perusahaan “bersembunyi” lewat suatu “sumbangan” atau lewat organisasi bayangan (yang dimiliki oleh perusahaan tersebut). Ini disebut dengan istilah serigala berbulu domba.

Kesimpulan penelitian “tidak murni” (yang didanai oleh beberapa perusahaan rokok) di atas yang menyatakan bahwa 80 persen kematian karena kanker paru dapat dicegah melalui CT Scan, akan menimbulkan permasalahan baru, karena faktanya adalah CT scan beresiko cukup besar akan bahaya radiasi dan terkadang ia juga mendeteksi kanker yang sebenarnya tidak akan berkembang ganas, sehingga menyebabkan biopsi dan operasi yang tidak diperlukan, belum lagi tekanan emosional berlebih dari pasien (dimana faktor stress bisa menjadi pemicu kanker).



Link referensi:

http://www.nytimes.com/2008/03/26/health/research/26lung.html?_r=1&ex=1364356800&en=619dab240a840553&ei=5088&partner=rssnyt&emc=rss&oref=slogin

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2003/02/15/medical-research-part-four.aspx

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2008/03/29/a-fake-group-fights-for-monsanto-s-right-to-deceive-you.aspx?PageIndex=2

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2001/05/30/ct-scan.aspx

Sisi Lain: Operasi Tak Menyembuhkan Kanker ( Operasi, Kemoterapi, Radioterapi dan Terapi Sulih Hormon Tidak Menyembuhkan Kanker Payudara )

Operasi, Kemoterapi, Radioterapi dan Terapi Sulih Hormon Tidak Menyembuhkan Kanker Payudara
Einstein berkata : Insanity is to the do the same thing over and over again and expecting different results (kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda). Apakah anda dapat belajar sesuatu kebijakan dari seorang ahli ilmu pengetahuan ini ? Pasien di USA, Australia, New Zealand, dan Malaysia menerima perawatan yang sama dan semuanya berakhir dengan hasil yang sama.

Kasus 1
Fay (bukan nama sebenarnya) adalah seorang wanita Malaysia berusia 45 tahun. Ia didiagnosa menderita kanker payudara pada September 2006.
• Fay melakukan operasi mastektomi dan pembersihan kelenjar getah bening pada daerah ketiak.
• Setelah melakukan operasi, ia melanjutkan terapi radiasi sebanyak 25 kali dan 6 kali kemoterapi. Obat-obatan yang digunakan antara lain 5-FU, Epirubin dan Cyclophosphamide (FEC). Seluruhnya selesai pada April 2007.
• Setiap 4 bulan sekali, Fay harus kembali ke dokter ahli kankernya untuk melakukan pemeriksaan rutin dan semuanya baik-baik saja.
• Pada bulan Agustus 2008, Kanker kembali ditemukan pada tulang – L2, L5, tulang sakral dan tulang pelvis.
• Fay mengkonumsi Tamoxifen selama hampir 2 tahun (November 2006 – Agustus 2008). Pengobatan dengan Tamoxifen gagal dan dokternya menyarankan untuk mengganti obatnya dengan Arimidex.
• Fay menerima saran dokter untuk melakukan kemoterapi lagi dan sangat menderita akibat efek samping yang ditimbulkan.
Kasus 2
Rin (bukan nama sebenarnya) seorang wanita Indonesia berumur 40 tahun, tinggal di United States (USA). Ia menulis sebagai berikut :
• Awalnya saya didiagnosa menderita kanker payudara pada Desember 2004.
• Saya melakukan operasi pengangkatan benjolan di payudara kiri pada Februari 2005.
• Setelah operasi tersebut, saya menjalani 8 kali kemoterapi. Dan setelah kemoterapi saya mengalami menopause.
• Lalu saya menjalani radioterapi sebanyak 35 kali dan selesai pada Oktober 2005.
• Saya mengkonsumsi obat Tamoxifen, 20 mg sehari.
• Saya melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter ahli kanker saya selama 6 bulan dan saya melakukan mammogram 1 tahun sekali dan selama dua tahun lalu saya juga melakukan tes kepadatan tulang (bone density test).
• Pada Agustus 2008, saya mulai merasa nyeri pada kaki kiri dan kadang-kadang juga terasa pada lengan kiri saya. Nyeri tersebut tidak kunjung hilang dan bahkan semakin nyeri. Lalu saya tidak dapat berjalan lurus dan menekuk lutut. Ini membuat sangat sulit untuk naik dan turun tangga.
• Pada November 2008, saya melakukan scan seluruh tubuh dan juga melakukan CT-scan. Kanker tersebut telah menyebar ke tulang lengan atas, kaki kiri dan L5.
• Saya lalu menjalani lagi radioterapi pada daerah yang sakit sebanyak 10 kali.
• Pada Desember 2008, Saya membuat sediaan darah tepi pada kaki kiri saya.
• Dokter saya mengganti obat-obatan dari Tamoxifen menjad Arimidex.
Kasus 3
Gay (bukan nama sebenarnya) adalah seorang wanita berusia 43 tahun asal Australia. Ia didiagnosa menderita kanker payudara pada tahn 1999. Ia menulis :
• Saya mendapat terapi 6 bulan kemoterapi dan 3 bulan terapi radiasi.
• Lalu saya mulai mengkonsumsi obat Tamoxifen selama 5 tahun dan diganti dengan Arimidex.
• Saya tidak mengalami masalah apapun sampai 6 bulan kemarin, saya merasakan sedikit nyeri pada bagian kanan atas perut saya dan Tumor marker (hasil pemeriksaan antibodi tumor) saya meningkat.
• Setelah beberapa kali diperiksa, ternyata hasilnya telah terjadi metastase ke tulang.
Kasus 4
• Sri (bukan nama sebenarnya), seorang wanita berusia 57 tahun asal Indonesia, didiagnosa menderita kanker payudara pada payudara kirinya di tahun 2003. Ia menjalani operasi mastektomi lalu diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi. Pada saat kami bicara padanya, Sri ternyata menjalani kemoterapi otak dan ia tidak mampu menjelaskan detail perawatan yang dilakukannya. Respon balik atas pertanyaan kami pun juga dirasakan sangat lambat. Sri menjalani semua terapi ini di New Zealand. Sri pergi untuk melakukan pemeriksaan rutin dan diberitahu bahwa semuanya baik-baik saja. Namun pada tahun 2007, ia merasa tidak begitu sehat. Dari pemeriksaan lebih lanjut ditemukan indikasi metastase ke tulang. Lalu ia menjalani lagi 6 siklus kemoterapi dan 10 kali terapi radiasi. Semua perawatan ini selesai pada November 2008. Sri pergi ke Penang pada Februari 2009 dan melakukan CT-Scan. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut :
o Lesi di T1 dan T5 Vertebra.
o Nodul pada C5 dan Lesi pada L4 korpus vertebra.
o Beberapa lesi lisis pada tulang iliaka kiri.
o Kemungkinan terjadi sirosis hepatis.
Apa yang dapat kita pelajari dari keempat kasus tersebut ?
1. Pasien-pasien ini telah mendapat dan menjalani semua perawatan medis yang diperlukan – operasi, kemoterapi, radioterapi dan obat-obatan oral – Tamoxifen dan Arimidex. Mereka telah mendapat yang terbaik yang ilmu kedokteran tawarkan namun kanker terus berlanjut.

2. Dokter ahli kanker mengatakan semua perawatan ini telah terbukti secara ilmiah, disetujui FDA didukung oleh data-data yang dibahas oleh rekan-rekan dalam jurnal kedokteran. Yang menjadi pertanyaan adalah : apa yang sangat istimewa dari semua ini ? Kenapa pasien-pasien ini masih mengalami metastase ? Apa yang dimaksud dengan “kebenaran dan kejujuran” yang sebenarnya dari semua perawatan ini?


3. Apakah pernah terlintas pada pikiran seseorang bahwa ketidakmampuan untuk sembuh dan kemampuan kanker tersebut untuk menyebar dapat terjadi karena perawatannya itu sendiri?

4. Coba kita lihat kasus-kasus ini lagi. Fay di Malaysia mengalami metastase 1 tahun 4 bulan sesudah menyelesaikan semua perawatan medisnya. Rin di USA dan Sri di New Zealand mengalami metastase kurang lebih tiga tahun setelah perawatan medisnya, sedangkan Gay dari Australia mengalami metastase sekitar delapan tahun setelah perawatannya. Semua kasus ini menunjukkan masalah yang sama yang dihadapi sebagian besar pasien dimanapun di dunia ini. Bukan masalah dimana anda hidup dan apa atau siapa diri anda, melakukan hal yang sama dan menghasilkan hasil yang sama.
Einstein berkata : Insanity is to the do the same thing over and over again and expecting different results (kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda). Apakah anda dapat belajar sesuatu kebijakan dari seorang ahli ilmu pengetahuan ini ? Pasien di USA, Australia, New Zealand, dan Malaysia menerima perawatan yang sama dan semuanya berakhir dengan hasil yang sama. Bertahun-tahun, saya mengamati cerita yang mirip diulang lagi dan lagi begitu banyak sampai-sampai metastase pada tulang dapat atau pasti terjadi setelah perawatan tersebut. Untuk mengharapkan hasil yang berbeda adalah apa yang Einstein katakan dengan insanity (kegilaan).
Pertanyaan-pertanyaan yang terngiang dalam pikiran kita : mengapa mereka yang mengetahui hal ini TIDAK melakukan sesuatu tentang itu ? Kenapa pasien dibiarkan dalam kegelapan dan tidak diperingatkan tentang kemungkinan-kemungkinan tersebut ? Mungkin kami dapat melakukan LEBIH dari sekedar meresepkan obat ? Tamoxifen seharusnya untuk mencegah terjadinya kekambuhan tetapi dari semua kasus diatas, Tamoxifen telah gagal secara menyedihkan. Kenapa kita tidak melihat ke belakang melihat apa yang telah kita lakukan sampai hari ini ?
http://kiatsehat2010.blogspot.com/2010/08/operasi-kanker-menyelesaikan-masalah.html

Sisi Lain: Inilah Cara Perusahaan Obat Kimia Mencuci Otak Anda ( MENGUNGKAP SEBUAH FAKTA! )

Kenapa iklan rokok yang tidak menampilkan orang merokok, bentuk rokoknya, gambar kotak rokoknya, semua tidak ada, dan iklan sering kali begitu indahnya berhasil mengingatkan orang untuk merokok. Karena di akhir iklan rokok selalu ada “PERINGATAN PEMERINTAH: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Sama dengan efek samping obat-obatan kimia yang sebenarnya JUGA MEMBAHAYAKAN KESEHATAN tidak kita pedulikan, yaitu dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal, hati, menyebabkan tumor, hipertensi, merusak usus, mengakibatkan kebutaan, menyebabkan kelumpuhan, kejang-kejang, diare, depresi, paru-paru basah, sesak nafas, sakit kepala, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri obat kimia medis konvensional DENGAN SANGAT JELAS, yaitu: sintetis dan asing bagi tubuh alami kita, memiliki berbagai efek samping negatif, merusak alam jika dibuang ke air dan tanah dalam jumlah yang banyak, bersifat toksik, memiliki rentetan sejarah yang menunjukkan pasien makin parah setelah mengonsumsinya, serta tidak bisa dikonsumsi setiap hari layaknya makanan karena bisa mengakibatkan cacat ataupun kematian.

Tapi dengan begitu banyaknya hal negatif dari obat kimia, mengapa masih tetap menjadi standar dan sangat dipercaya dibandingkan alam ciptaan Tuhan? Kunci jawaban dari pertanyaan ini adalah politik, uang, dan kejeniusan ilmu marketing perusahaan obat. “Ah, yang bener…? Apa maksud Anda dengan politik, uang, dan kejeniusan ilmu marketing?” Baiklah, ini penjelasannya…

Bagaimana Menjual Racun Mematikan yang Tidak Enak Rasanya dan Membuat Orang Kecanduan Racun Tersebut? Nah, hal ini dapat dipahami dari pelajaran marketing Tung Desem Waringin dalam bukunya “Marketing Revolution” tentang kejeniusan iklan rokok. Bagaimana “Menawarkan” sesuatu hal yang tidak enak, merusak kesehatan, menghabiskan uang, membuat mulut bau, baju dan celana berlubang, bahkan paru-paru pun ikut berlubang, dicurigai merusak janin, menimbulkan impotensi, membuat sakit jantung, kanker? Jawabannya adalah dengan menggunakan hukum Pavlov. Seperti anjing yang dirangsang, lapar, begitu keluar air liurnya dibunyikan lonceng. Ketika dibiasakan berulang-ulang. Terjadilah satu yang namanya “Cantolan” kebiasaan. Ketika dibalik dibunyikan lonceng langsung keluar air liurnya. Walaupun lonceng tidak ada hubungannya dengan lapar & air liur. Iklan rokok juga dimulai dengan menampilkan misal sosok koboi yang keren, jantan, kemudian ketika perasaan penonton mulai keluar, keren, gagah, jantan, keluarlah musik dan suara yang khas, gambar, dan slogan rokok tersebut. Dan ini diulangi terus sampai timbullah “Cantolan” kebiasaan. Ketika ingat rokok tersebut keluarlah perasaan keren, gagah, dan jantan. Plus didukung dengan “Hukum Ikut-Ikutan” orang takut tidak diterima dalam kelompoknya.

Demikian juga iklan yang menunjukkan keakraban dalam sebuah gank dengan cerita yang simple, konkret, shocking, emosionil, menunjukkan saling membantu antarteman, bisa dipercaya. Ketika perasaan tersebut sudah keluar, keluarlah musik, suara yang khas dan slogan rokok tersebut. Setelah diulang-ulang timbul “Cantolan” kebiasaan ketika melihat iklan rokok, mendengarkan suara slogan, ingat rokok tersebut ingat satu perasaan keakraban, saling membantu. Bisa juga menggunakan kelompok orang terkenal, bintang film, artis, musisi untuk menimbulkan perasaan terkenal, hebat, baru keluar slogan rokok tersebut.

Bisa juga dengan menggunakan sekelompok pemuda yang menunjukkan perasaan dinamis, baru keluar slogan rokok tersebut. Bisa juga menggunakan kelompok pemuda yang kreatif yang menunjukkan perasaan kreatif, baru keluar slogan rokok tersebut. Sama dengan iklan rokok tadi, marketing brilian dari medis konvensional mampu mencuci otak masyarakat melalui penampilan luar dokter yang rapi, rupawan, dan profesional; peralatan yang canggih dan mahal; penelitian-penelitian yang nampak rumit dan hanya dilakukan oleh orang-orang pintar; iklan-iklan yang penuh dengan janji dan menyentuh perasaan, kata-kata intelektual yang membingungkan (hanya orang “berpendidikan tinggi” saja yang biasa memahaminya); sekolah kedokteran yang eksklusif dan mahal; prestis yang dimiliki; dan lain sebagainya. Apalagi ditambah slogan-slogan yang penuh dengan kata-kata “modern, canggih, lebih pasti, lebih ilmiah, mutakhir, terstandarisasi, terobosan baru, temuan baru, teruji, dan kata-kata lainnya yang membuat kita berasumsi hal yang baik-baik saja.

Semua ini Anda lihat dari sejak kecil dan Anda sering mendengar dan menyaksikan “semua” orang mengelu-elukan “kehebatan dan kepintaran” dokter medis konvensional. “Iklan hidup” mengenai pengobatan medis konvensional ini bertahun-tahun Anda terima sampai sekarang ini, dan ini semua melekat begitu dalam di batin bawah sadar Anda, sampai-sampai Anda meyakininya sebagai kebenaran.

Jika sudah yakin, Anda pun PASTI dengan rela MEMBERI DIRI kepada dokter Anda untuk disembuhkan. Lain dari dokter, “No way!!!” atau seringkali…, ”Alternatif? No way!”

OK, sekarang bagaimana dengan contoh iklan tandingan, iklan Layanan Masyarakat untuk mengurangi perokok dan dampak buruknya? Kalau ada iklan dilarang Merokok. Orang akan semakin merokok. Karena pikiran bawah sadar manusia tidak mengenal kata negatif “Tidak”, “Jangan”, “Tidak Boleh”, ataupun “Dilarang”. Sekian detik otak kita malah kepingin tahu “Apa itu?” Misal ada istri yang cemburu sama suaminya dan dia bicara, “Awas ya, Papa DILARANG INGAT-INGAT TUTI!” Apa yang terjadi? Dijamin suaminya jadi ingat “TUTI”. Bahkan seketika wajah “TUTI” akan keluar di kepala sang suami.

Kenapa iklan rokok yang tidak menampilkan orang merokok, bentuk rokoknya, gambar kotak rokoknya, semua tidak ada, dan iklan sering kali begitu indahnya berhasil mengingatkan orang untuk merokok. Karena di akhir iklan rokok selalu ada “PERINGATAN PEMERINTAH: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Sama dengan efek samping obat-obatan kimia yang sebenarnya JUGA MEMBAHAYAKAN KESEHATAN tidak kita pedulikan, yaitu dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal, hati, menyebabkan tumor, hipertensi, merusak usus, mengakibatkan kebutaan, menyebabkan kelumpuhan, kejang-kejang, diare, depresi, paru-paru basah, sesak nafas, sakit kepala, dan lain sebagainya.

Walaupun semua efek samping mengerikan tadi TERTULIS DENGAN JELAS pada kemasan atau brosur pemakaian obat, Anda masih saja dengan mantap mengkonsumsi obat-obatan sintetis yang pahit, mahal, merusak ginjal, jantung, hati, dan organ tubuh lainnya, serta belum tentu manjur tersebut?!?! Pengobatan medis konvensional yang sama dengan rokok tersebut diantaranya adalah kemoterapi, obat antidepresi, obat diabetes, dan ARV.

Referensi: Waringin, Tung Desem: Marketing Revolution, hal. 243-244, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008

Pengobatan yang Merusak Alam
Produsen obat-obatan kimia medis konvensional berkata, “Tapi bukankah produk-produk kami mengolah alam karena juga berasal dari alam?” Ya memang benar obat-obat kimia medis konvensional berasal dari alam. Bahkan segala yang ada di sekitar adalah dari alam, seperti misalnya mobil, jam tangan, radio, racun serangga, kosmetik, dan sebagainya.

Tapi permasalahannya adalah benarkah memproduksi obat-obatan kimia adalah tindakan mengolah alam? Tidak. Yang benar adalah merusak alam. Contoh pengobatan yang mengolah alam adalah suplemen. Pembuatan suplemen merupakan tindakan mengolah alam. Perbedaannya sungguh besar karena pembuatan suplemen tidak merusak “rancangan” Tuhan atas materi asal yang dijadikan suplemen.

Unsur alam yang ada telah memiliki fungsi atau manfaat yang telah ditentukan Tuhan sebelumnya dan tinggal kita yang memanfaatkan alam tersebut sesuai dengan yang “dimaksudkan” Tuhan untuk kebaikan kita. Contoh mengolah alam adalah pemanfaatan khasiat kelapa dengan membuat suplemen Virgin Coconut Oil, pemanfaatan khasiat omega-3 pada minyak ikan dengan ekstrak minyak ikan, pembuatan suplemen klorofil, pembuatan ekstrak bawang putih, dan sebagainya. Lain halnya dengan obat-obatan yang dibuat oleh manusia dengan cara pemisahan unsur molekul dari molekul aslinya (yang sebenarnya “menyeimbangkan”) sehingga “rancangan awal Tuhan” atas molekul tersebut jadi hilang. Contoh merusak alam dari molekul asli yang sebenarnya untuk “menyeimbangkan” adalah pembuatan garam meja yang digembar-gemborkan mengandung yodium yang baik untuk kesehatan ternyata adalah garam berbahaya yang telah dipecah dari unsur garam aslinya. Garam yodium malah terbukti menyebabkan hipertensi sedangkan garam laut asli yang “kita jauhi” ternyata diciptakan oleh Tuhan untuk penyedap rasa yang nikmat dan baik untuk meyembuhkan berbagai masalah kesehatan.

Prinsip “Lebih Baik” Apa artinya Prinsip “Lebih Baik”? Ini adalah suatu prinsip yang memegang atau mempercayakan diri pada sesuatu yang lebih baik dibandingkan sesuatu lain yang kurang baik. Ini adalah prinsip yang sangat sederhana dan demi keselamatan Anda sendiri, ikutilah prinsip ini.

Untuk memahaminya, saya ajukan pertanyaan: Apakah suatu tindakan yang masuk akal dan cerdas jika kita tetap mengandalkan obatan-obatan kimia beracun yang ternyata tidak bisa menyembuhkan (sekedar merawat), padahal di sekitar kita ada alam yang sudah terbukti lebih baik dan BISA MENYEMBUHKAN?

Jika ada yang lebih baik, mengapa harus pakai yang jelek? 
http://kiatsehat2010.blogspot.com/2010/12/inilah-cara-perusahaan-obat-kimia.html

Sisi Lain: PENGALAMAN SEORANG DOKTER ; Seorang Pasien Dipaksa Menelan Obat yang Tak Berhubungan Dengan Penyakitnya di Sebuah Rumah Sakit

"Saya jadi membayangkan nggak heran Ponari dkk laris, karena dokter pun ternyata pengobatannya nggak rasional, Kasihan banyak pasien yang terpaksa diracun oleh obat-obat yang nggak diperlukan dan dibuat 'miskin' untuk membeli obat-obat yang mahal tersebut. Ini belum termasuk dokter ahli yang sudah 'dibayar' cukup mahal ternyata nggak banyak menjelaskan pada pasien sementara kadang kala keluarga sengaja berkumpul & menunggu berjam-jam hanya untuk menunggu dokter visite," papar dokter Billy.
Ini mungkin tulisan yang cukup 'aneh'. Kok bisa, seorang dokter justru meminta kepada pasien untuk berhati-hati pada dokter. Tetapi inilah saran yang diberikan oleh dokter Billy sebagaimana ditulis dalam "Konsul Sehat" (http://konsulsehat/. web.id). Konsul sehat merupakan situs untuk kemajuan edukasi masyarakat di bidang kesehatan.

Seperti yang diceritakan Billy dalam artikel tersebut, selama beberapa hari dokter Billy mengurusi abangnya yang sakit demam berdarah (DBD). Dokter ini membuatkan surat pengantar untuk dirawat inap di salah satu, RS swasta yang terkenal cukup baik pelayanannya. Sejak masuk UGD Billy menemani sampai masuk ke kamar perawatan, dan setiap hari dia menunggui, jadi dia sangat tahu perkembangan kondisi abangnya.

"Abang saya paksa untuk rawat inap karenatrombositnya 82 ribu. Agak mengkhawatirkan," katanya. Padahal sebenarnya si abang menolak karena merasa diri sudah sehat, tidak demam, tidak mual; hanya merasa badannya agak lemas.

Mulai di UGD Billy sudah merasa ada yang 'mencurigakan'. Karena Billy tidak menyatakan bahwa dia dokter pada petugas di RS, jadi dia bisa dengar berbagai keterangan/penjelasan dan pertanyaan dari dokter dan perawat yang menurutnya 'menggelikan'. Pasien pun diperiksa uiang darahnya. Ini masih bisa diterima, hasil trombositnya tetap sama, 82 ribu.

Ketika abangnya akan di-EKG, si abang sudah mulai 'ribut' karena Desember lalu baru tes EKG dengan treadmill dengan hasil sangat baik. Lalu Billy menenangkan bahwa itu prosedur di RS. Tetapi yang membuat Billy heran adalah si Abang harus disuntik obat Ranitidin (obat untuk penyakit lambung), padahal dia tidak sakit lambung, dan tidak mengeluh perih sama sekali. Obat ini disuntikkan ketika Billy mengantarkan sampel darah ke lab.

Oleh dokter jaga diberi resep untuk dibeli, diresepkan untuk tiga hari, padahal besok paginya dokter penyakit dalam akan berkunjung, dan biasanya obatnya pasti ganti lagi. Belum lagi resepnya pun isinya tidak tepat untuk DBD. Jadi resep tidak dibeli, Dokter penyakit dalamnya setelah ditanya ke teman yang praktik di RS tersebut, katanya dipilihkan yang dia rekomendasikan, katanya 'bagus dan pintar', ditambah lagi dia dokter tetap di RS tersebut, jadi pagi-sore selalu ada di RS.

Malamnya via telepon dokter penyakit dalam memberi instruksi periksa lab macam-macam, setelah Billy lihat banyak yang 'nggak nyambung', jadi Billy minta Abang untuk hanya setujui sebagian yang masih rasional.

Besoknya, Billy datang ke RS agak siang. Dokter penyakit dalam sudah visite dan tidak komentar apapun soal pemeriksaan lab yang ditolak. Billy diminta perawat untuk menebus resep ke apotek. Ketika Billy melihat resepnya, dia langsung bingung. Di resep tertulis obat Ondansetron suntik, obat mual/muntah untuk orang yang sakit kanker dan menjalani kemoterapi. Padahal Abangnya tidak mual apalagi muntah sama sekali. Tertulis juga Ranitidin suntik, yang tidak perlu karena Abang tidak sakit lambung. Bahkan parasetamol bermerek pun diresepkan lagi padahal Abang sudah ngomong kalau dia sudah punya banyak.

Karena bingung, Billy sampai cek di internet, apa ada protokol baru penanganan DBD yang dia lewatkah atau kegunaah baru dari Ondansetron. Ternyata tidak. Akhirnya Billy hanya membeli suplemen vitamin saja dari resep.

Pas Billy menyerahkan obat ke perawat, dia tanya 'obat suntiknya mana?' Billy jawab bahwa pasien tidak setuju diberi obat-obat itu. Perawatnya malah seperti menantang, akhirnya dengan terpaksaBilly beritau bahwa dia dokter, dan dia yang merujuk pasien ke RS. "Abang saya menolak obat-obat . itu setelah tanya pada saya. Malah saya dipanggil ke nurse station dan diminta tandatangani surat refusal consent (penolakan pengobatan) oleh kepala perawat," papar Billy.

"Saya beritau saja bahwa pasien 100% sadar, jadi harus pasien yang tandatangani, itu pun setelah dijelaskan oleh dokternya langsung. Sementara dokter saat visite nggak jelaskan apapun mengenai obat-obat yang dia berikan. Saya tinggalkan kepala perawat tersebut yang 'bengong'," katanya.

Saat Billy menunggu Abangnya itu, pasien di sebelah ranjangnya temyata sakit DBD juga. Ternyata dia sudah diresepkan 5 botol antibiotik infus yang mahal dan sudah 2 dipakai, padahal kondisi fisik dan nasil lab tidak mendukung dia ada infeksi bakteri. Pasien tersebut ditangani oleh dokter penyakit dalam yang lain. Saat dokter penyakit dalam pasien tersebut visite, dia hanya ngomong 'sakit ya?', 'masih panas?', 'ya sudah lanjutkan saja dulu terapinya', visite nggak sampai tiga menit.

Besoknya dokter penyakit dalam yang menangani Abangnya Billy visite kembali dan tidak komentar apapun soal penolakan membeli obat yang dia resepkan. Dia hanya ngomong bahwa kalau trombositnya sudah naik maka bdleh pulang.

"Saya jadi membayangkan nggak heran Ponari dkk laris, karena dokter pun ternyata pengobatannya nggak rasional, Kasihan banyak pasien yang terpaksa diracun oleh obat-obat yang nggak diperlukan dan dibuat 'miskin' untuk membeli obat-obat yang mahal tersebut. Ini belum termasuk dokter ahli yang sudah 'dibayar' cukup mahal ternyata nggak banyak menjelaskan pada pasien sementara kadang kala keluarga sengaja berkumpul & menunggu berjam-jam hanya untuk menunggu dokter visite," papar dokter Billy.

Beberapa waktu sebelumnya Billy juga pernah menunggui saudaranya yang lain yang dirawat inap di salah satu RS swasta yang katanya terbaik di salah satu kota kecil di Jateng akibat sakit tifoid. Kejadian serupa terjadi pula, sangat banyak obat yang tidak rasional diresepkan oleh dokter penyakit dalamnya.

"Kalau ini nggak segera dibereskan, saya nggak bisa menyalahkan masyarakat kalau mereka lebih memilih pengobatan alternatif atau berobat ke LN. Semoga bisa berguna sebagai pelajaran berharga untuk rekan-rekan semua agar berhati-hati dan kritis pada pengobatan dokter," tulis Billy menutup artikelnya.

Pertanyaan kita sekarang, apakah semua pasien harus ditunggui oleh saudaranya yang dokter supaya tidak dapat pengobatan sembarangan?
http://kiatsehat2010.blogspot.com/2010/12/pengalaman-seorang-dokter-seorang.html

Sisi Lain: Membongkar Kerjasama Rumah Sakit dan Produsen Susu Formula

IBU melahirkan di rumah sakit memang menjadi pasar utama para produsen susu formula untuk bayi yang baru lahir (0-6 bulan). Produsen susu tidak perlu melakukan promosi di media massa, cukup datangi pihak rumah sakit kemudian melakukan pendekatan agar rumah sakit mau mendorong pasiennya memberi susu formula kepada bayi. Pasien tidak diberi penjelasan mendalam tentang produk tersebut.

SEPERTI dipojokkan rasanya. Belum juga pulih dari melahirkan dan masih tergeletak di kamar bersalin, saya sudah ditodong oleh suster akan diberikan susu apa bayi saya. Suster itu menyebutkan sejumlah merek susu bayi yang saya tidak kenal baik buruknya. Suster itu memaksa dengan alasan air susu saya belum keluar. Saya jadi panik, lalu asal saja menyebutkan merek yang pernah saya dengar namanya," ungkap Irin (29) tentang pengalamannya melahirkan di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya.
KETIKA sudah di rumah, Irin baru menyadari ternyata susu formula yang dia pilih bukanlah merk dengan harga terjangkau dan mudah didapat di pasar swalayan. Adapun untuk mengganti dengan susu formula lain, Irin tidak berani karena khawatir tidak cocok dengan pencernaan bayinya.
Tri (35) pun mengalami hal yang sama di rumah sakit bersalin di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Tanpa persetujuan dari Tri, bayinya telah diberi susu botol, juga dengan alasan air susu ibu (ASI) Tri belum keluar. Di dalam boks bayi, Tri juga melihat sebuah merek susu tertulis di boks itu. Begitu juga di selimut, di jam dinding, dan di beberapa tempat lainnya.
Ketika Tri akan pulang, seorang suster langsung memberi susu yang sudah siap minum di botol. Katanya untuk di perjalanan. Padahal, saat itu suster tahu bahwa ASI Tri telah keluar dengan cukup banyak dan si kecil sudah bisa menyusu ASI (!!). Selain itu, suster juga memberi satu kaleng susu formula dengan merk yang sama sebagai hadiah dari rumah sakit. "Yang paling menyebalkan, ketika bayi saya sakit dan harus dirawat di rumah sakit anak di Depok. Untuk pagi dan siang hari saya bisa memberi ASI, tetapi pada malam hari suster menyarankan untuk memberikan susu formula. Dia menolak memakai susu formula dari saya dan memberikan susu formula merk lain tanpa seizin saya," kata Tri dengan marah.
Poster tentang kelebihan ASI yang terpampang di dinding rumah sakit tampaknya hanya menjadi hiasan dinding belaka. Pihak rumah sakit juga tidak memberi pelatihan bagaimana cara menyusui yang benar agar ASI bisa keluar. Dengan sengaja mereka melakukan kerja sama dengan produsen susu formula yang jelas-jelas ingin meningkatkan omzet penjualan.
Masalah susu formula dipromosikan lewat rumah sakit dan petugas kesehatan sebenarnya sudah dilarang oleh Kode Etik Internasional tentang Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Kode ini hanya berlaku untuk produk yang secara langsung atau tidak langsung dapat mengganti peran ASI sebagai menu utama bayi, yaitu pada bayi usia 0-6 bulan.
Di Indonesia kode etik internasional ini diadopsi melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 237/Menkes/SK/IV/1997 yang merupakan penyempurnaan dari Permenkes No 240/Menkes/Per/V/1985. Menurut Pridy Soekarto dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pelanggaran terhadap kode etik ini terus-menerus terjadi, namun sampai sekarang masih belum ada tindakan yang tegas dari instansi berwenang. "Biarpun sudah diadopsi, namun baru sebatas peraturan. Pelaksanaan di lapangan tidak ada," kata Pridy.
Dia menjelaskan, sebenarnya setiap produsen susu yang merupakan perusahaan multinasional sangat terikat pada peraturan negara di mana kantor pusat berada. "Sebagian besar produsen susu yang beroperasi di Indonesia berasal dari Eropa dan Amerika, yang sesungguhnya menjalankan peraturan ini dengan ketat. Namun, di negara berkembang seperti Indonesia, praktik seperti ini mereka biarkan."
Dia mencontohkan, "Pemasangan poster dengan nama atau logo produk memang bukan pelanggaran. Namun, jika poster berlogo itu dipasang di tempat yang biasa didatangi ibu hamil, ibu menyusui, ataupun ruang anak, itu sebuah pelanggaran. Pelanggaran juga terjadi jika poster itu menampilkan gambar ibu menyusui, bayi cantik sehat, tokoh cerita anak, atau bentuk-bentuk lain yang biasanya dihubungkan dengan bayi. Perusahaan itu ingin mengasosiasikan perusahaannya dengan bayi sehat. Padahal, belum tentu."
PELANGGARAN tidak hanya dilakukan oleh produsen susu formula. Produsen botol susu dan dot bayi pun melakukan hal sama. Mereka bahkan melakukan promosi melalui media massa seperti majalah dan televisi. "Pelanggaran yang sangat jelas adalah mereka mengaku dot buatannya sudah seperti puting susu ibu. Kenyataan sebenarnya, kita tidak tahu," kata Pridy menegaskan.
Menurut dr Utami Roesli, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, penjualan susu bayi 0-6 bulan sebesar 11 miliar dollar AS setiap tahunnya (!!). "Ini jumlah yang sangat besar dan tentu saja sangat menggiurkan produsen susu. Pemasaran komersial mereka sangat berhasil. Mereka bisa mengubah yang normal menjadi tidak normal. Ibu menyusui itu sangat normal, namun mereka bisa membuat ibu malu menyusui (?!)," kata Utami. Dia menekankan bahwa pemberian ASI eksklusif–artinya bayi hanya diberi ASI–untuk Indonesia adalah dari usia bayi 0-4 bulan. "Jika tidak ada instansi yang berani melakukan tindakan tegas pada produsen dan rumah sakit yang melanggar kode etik, saya anjurkan agar para ibu berani menolak untuk mengatakan tidak pada susu formula. Yakinlah bahwa dirinya bisa menyusui karena hanya satu dari seribu ibu yang tidak bisa menyusui. Dan ASI akan keluar sebanyak yang dibutuhkan," ujar Utami. (ARN)
http://kiatsehat2010.blogspot.com/2010/08/membongkar-kerjasama-rumah-sakit-dan.html

Sisi Lain: Ini Dia 10 kesalahan Dokter Yang Paling Memalukan di Dunia

Saya yakin tak seorang dokterpun mau melakukan kesalahan dalam melakukan pengobatan terhadap pasiennya. tetapi ini benar-benar terjadi dan menjadi catatan buruk bagi dunia kedokteran. ini dia 10 kesalahan dokter yang paling memalukan dalan memberikan pelayanan medis terhadap pasiennya :

01. Salah tanam Sperma
Ketika Nancy Andrews, dari Commack, NY, menjadi hamil setelah mengikuti program bayi tabung di sebuah klinik kesuburan di New York. mereka mereka mengharapakan anak yang lebih menarikdari orang tuanya.Setelah tes DNA yang disarankan dokter di klinik tersebut, maka pihak klinik kemudian secara sengaja menggunakan sperma orang lain untuk ditanamkan ke sel telur Nancy Andrews’ . Ketika bayi mereka lahir pada 19 Oktober 2004, mereka menuntut karena tindakan malpraktik yang dilakukan klinik tersebut.

02. Salah cangkok jantung dan paru-paru,
Jésica Santillán seorang gadis berusia 17 tahun, seorang imigran Meksiko,datang ke Amerika Serikat untuk mencari perawatan medis atas jantung dan paru-parunya. Kemudian ia menjalani transplantasi Jantung & paru-paru oleh Dokter Ahli Bedah Rumah Sakit di Universitas Duke di Durham, NC, Namun ia meninggal 2 minggu kemudian setelah menerima jantung dan paru-paru pasien dari golongan darah yang tidak cocok dengan dia. Santillán, yang memiliki jenis darah-O, telah menerima organ dari tipe donor A . Dokter di Duke University Medical Center gagal untuk memeriksa kompatibilitas sebelum operasi dimulai. Santillán meninggal pada operasi kedua yang dimaksudkan untuk mencoba memperbaiki kesalahan, dia menderita kerusakan otak dan komplikasi yang kemudian berakibat fatal.

03. Salah Ambil Testis
Kasus malpraktek lainnya dialami oleh Benjamin Houghton seorang veteran angkatan udara. Dokter melihat adanya gangguan pada testis sebelah kiri dan memutuskan untuk melakukan operasi untuk membuangnya. namun pada saat operasi dokter justru melakukan kesalahan dengan membuang testis sebelah kanan yang sehat. Pasien tersebut kemudian mengajukan ganti rugi sebesar Us$200.000 karena kesalahan fatal tersebut

04. Souvenir 13 Inch
Donald Church, 49 tahun, memiliki tumor di perut ketika ia tiba di Universitas Washington Medical Center di Seattle pada bulan Juni 2000. Ketika dia kembali, tumor sudah tidak ada namun sebuah logam retractor sepanjang 13 Inci ketinggalan didalam rongga perutnya. Untunglah, Dokter Ahli Bedah mampu mengangkat retractor tersebut segera setelah ditemukan, dan ia tidak mengalami kesehatan jangka panjang akibat dari kesalahan tersebut. Rumah sakit setuju untuk membayar ganti rugi sebesar US$ 97,000.

05.Operasi ....salah pasien!!
Joan Morris (nama samaran) adalah perempuan 67 tahun menjadi korban malpraktek yang sangat memalukan. ia yang seharusnya menjalani operasi otak justru jantungnya yang dibedah. Wanita tersebut sudah di meja operasi selama satu jam, dan dokter telah membuat torehan -torehan di dada, artery, alur dalam sebuah tabung dan snaked atas ke dalam hatinya (prosedur dengan risiko perdarahan, infeksi, serangan jantung dan stroke). namun tiba-tiba seorang dokter dari depatemen lain menelepon dan bertanya “apa yang anda lakukan dengan pasien saya?” tidak ada yang salah dengan jantungnya ! “. dokter bedah itupun memeriksa catatan medis pasien dan menyadari bahwa dia telah membuat kesalahan yang fatal.

06.Mengoperasi otak di sisi yang salah
selama periode tahun 2007 dokter di RS Rhode Island tercata 3 kali melakukan malpraktek. kejadian pertama pada bulan Februari dimana dokter membuat lubang pada sisi kepala yang salah. kemudia Agustus, seorang pria 86 tahun meninggal tiga minggu setelah seorang ahli bedah di Rumah Sakit Rhode Island secara tidak sengaja melakukan operasi di salah satu sisi kepalanya. Untuk yang ketiga kalinya terjadi Nov 23 2007. perempuan 82-an tahun menjalani suatu operasi untuk menghentikan pendarahan otak dan tengkorak nya. J neurosurgeon di rumah sakit memulai mengoperasi pengeboran sisi sebelah kanan kepala pasien, meskipun sebuah CT scan menunjukkan perdarahan di sebelah kiri,

07. Membuang kaki yang salah
Mungkin ini adalah kasus yang paling terkenal yakni kasus kesalahan pemotongan kaki di Tampa (Florida) terhadap pria 52 tahun Willie King, saat prosedur pemotongan pada Februari 1995. Akibat kesalahan fatal rumah sakit tersebut di cabut licensi nya selama 6 bulan dan denda 10.000 US$ dan membayar 900.000 US$ terhadap Willie King dan terakhir tim operasi membayar juga 250.000 US$ terhadap King

08.membuang Ginjal yang sehat
seorang pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Park Nicollet Metodhist Louis Park, Minnesota, karena memiliki tumor yang diyakini menjadi kanker. Namun, dokter salah mendiagnosa dan membuang ginjal yang sehatnya. “Penemuan ini dilakukan pada hari berikutnya ketika diperiksa oleh tim patologi dan tidak menemukan bahwa ginjal yang diaggap berpotensi kanker, ternyata utuh dan berfungsi dengan baik.

09. Bangun ketika dioperasi
Pria dari Virginia Barat ini mengaku terbangun dari Pingsannya ketika dioperasi dan merasakan setiap sayatan dari pisau bedah yang dilakukan tim dokter yang mengoperasi. Hal ini menyebabkan trauma selama dua minggu kemudian, Sherman Sizemore kemudian mengajukan tuntutan ke Rumah Sakit Umum Raleigh Beckley, W.Va., Jan 19, 2006 untuk operasi penyelidikan dan menentukan penyebabnya ia terbangun. Dia dilaporkan mengalami fenomena yang dikenal sebagai kematirasaan kesadaran – sebuah kondisi di mana seorang pasien bedah dapat merasakan sakit, tekanan atau kegelisahan saat operasi, tetapi tidak dapat bergerak atau berkomunikasi dengan dokter.

10.Salah bypass artery
Dua bulan setelah dua kali operasi bypass jantung yang dimaksudkan untuk menyelamatkan hidupnya, pelawak dan mantan Pembawa acara Saturday Night Live. Dana Carvey mendapat berita bahwa ahli bedah jantung telah mem bypassed artery yang salah. Perlu dilakukan operasi darurat untuk menghilangkan sumbatan yang dapat membunuh pria 45 tahun ini. Carvey membawa perkara terhadap rumah sakit tersebut, dengan mengatakan ahli bedah telah melakukan kesalahan fatal dan menuntut US $ 7,5 juta

bila ingin mengcopy mohon cantumkan link ke artikel ini
http://kusnadiyono.blogspot.com/2009/12/10-kasus-malpraktek-dunia-medis.html

Sumber:
http://www.medicalnewstoday.com/articles/11856.php
http://www.nydailynews.com/news/2007/03/22/2007-03-22_what_a_mess_baby-1.html
http://www.cbsnews.com/stories/2003/03/16/60minutes/main544162.shtml
http://www.associatedcontent.com/article/204268/veteran_has_wrong_testicle_removed.html
http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0025712502000160
http://seattlepi.nwsource.com/local/49883_error08.shtml
http://www.msnbc.msn.com/id/21981965/
http://findarticles.com/p/articles/mi_m1355/is_n19_v87/ai_16717100
http://wcco.com/local/kidney.surgery.methodist.2.679062.html
http://www.msnbc.msn.com/id/18040894/
http://www.fda.gov/fdac/features/2000/500_err.html

Tips dan Cara Mengatasi Step Kejang Panas Tinggi Pada Anak

Bagaimana Cara Mengatasi Step Kejang Panas Tinggi Pada Anak? Jika anak mengalami demam yang tinggi seringkali disertai dengan munculnya kejang-kejang atau dikenal dengan istilah step. Bagaimana pertolongan pertama jika anak mengalami kejang demam?

Kejang yang disebabkan oleh demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Gejala yang timbul adalah tubuh tersentak dan mulai kaku, mengeluarkan air liur, muntah, bola matanya memutar, kulit tampak sedikit lebih gelap bahkan ada anak yang sampai hilang kesadaran.
Kejang-kejang ini bisa terjadi dalam beberapa detik hingga satu menit, tapi pada kasus tertentu kejang bisa
muncul sangat lama hingga 15 menit. Bagaimana mengatasinya?



Pada sebagian besar kasus, kejang demam yang terjadi beberapa detik umumnya tidak berbahaya. Tapi jika berlangsung lama, berulang dan tidak segera dilakukan pertolongan akan menimbulkan bahaya seperti kerusakan otak atau sebagai gejala awal dari penyakit serius.



Orangtua harus tetap waspada terhadap anak yang mengalami kejang-kejang, terutama jika terjadi berkali-kali. Kejang demam umumnya terjadi pada anak-anak yang mengalami demam lebih dari 39 derajat celsius, meskipun bisa juga terjadi pada temperatur yang lebih rendah.



Sebesar 3-5 persen kejang demam terjadi pada usia balita. Jika anak pernah mengalami kejang demam di usia pertama kehidupannya, maka ada kemungkinan ia akan mengalami kembali mengalami kejang meskipun temperatur demamnya lebih rendah.



Seperti dikutip dari Babycenter, Selasa (2/3/2010) ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua jika anaknya mengalami kejang demam, yaitu:


  1. Pindahkan anak ke tempat yang aman seperti lantai atau kasur serta jauh dari benda-benda berbahaya.
  2. Miringkan posisi kepala ke salah satu sisi agar ia tidak tersedak dan memudahkan keluarnya air liur atau muntah.
  3. Melonggarkan pakaian yang digunakannya agar anak tidak mengalami sesak napas.
  4. Jangan meletakkan atau memasukkan apapun ke dalam mulutnya selama kejang-kejang berlangsung, termasuk memberinya obat-obatan.
  5. Jika anak sulit bernapas atau kulitnya membiru segera bawa ke rumah sakit atau telpon ambulance.


Beberapa orangtua ada yang berusaha mencegah kejang demam pada anaknya dengan segera menurunkan panas tubuhnya. Tapi kejang demam cenderung datang dengan tiba-tiba, bahkan sebelum orangtua menyadari bahwa anaknya sakit. Karenanya orangtua tetap harus membawa anaknya ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.



Biasanya kejang-kejang terjadi apabila demam disebabkan oleh infeksi virus saluran pernapasan atas, roseola atau infeksi telinga. Namun pada beberapa kasus tertentu, kejang demam terjadi sebagai gejala dari penyakit meningitis atau masalah serius lainnya.



Selain demam yang tinggi, kejang-kejang juga bisa terjadi akibat penyakit radang selaput otak, tumor, trauma atau benjolan di kepala serta gangguan elektrolit dalam tubuh. Karenanya orangtua dan dokter harus mencari tahu apa penyebab kejang-kejang tersebut.
http://kiatsehat2010.blogspot.com/2013/04/cara-mengatasi-step-kejang-panas-tinggi.html

Jumat, 24 Januari 2014

Rahasia Akhir Cerita Naruto Shippuden


Cerita ini asli dari teman dekat pembuat Naruto yang sudah kita ketahui yaitu Masashi Kishimoto .

Let's See this:

       Naruto sangat marah melihat tobi menggunakan tubuh orang tuanya, naruto bergerak, kagebunshin black great no jutsu .Sasuke gunakan teknik genjutsu, tobi yang merubah dirinya menjadi hokage 4 , menggunakan jurus bayangan hitam dari tanah menusuk kagebunshin naruto. Sasuke secepat kilat menggunakan nagashi cidori dan mengenainya tapi ada sejenis bayangan hitam berputar yang melindunginya dari cidor.

Dengan cepat tobi menggunakan rasengan great fire ball , yang merupakan jurus tiruannya dari hokage 4, terbaca sharingan sasuke, dan mundur. Tiba-tiba dari tanah naruto menyerangnya dengan ultimate rasengan odama. Terpental keudara lalu menghilang.

Naruto dan sasuke heran lagi ketika cahaya hitam lalu membentuk diri hokage 3 . Ia keluarkan teknik pusaran kegelapan berbentuk naga, tak ada pilihan lain sasuke menggunakan kirin naga petir menghasilkan ledakan dahsyat menghancurkan semua dibawahnya tapi sasuke berlindung dalam jurus oagama pelindung daging milik naruto.

Naruto memberikan sebagian cakranya pada sasuke sehingga ia dapat berubah menjadi ekor 4. Naruto berbicara dengan kyuubi. Kyubi membantu naruto karena ingin membalas kekalahannya dengan madara sang pengguna sharingan yang pernah mengalahkannya.

Kyuubi meminta naruto untuk memperbolehkan naruto menguasai, setengah dari tubuhnya untuk meningkatkan transfer cakranya ketubuh naruto.

Naruto setuju sesaat kemudian ledakan terjadi dalam pelindung oagama tapi sasuketelah berlindung dalam tanah.

Naruto berubah jadi demon fox ekor 7 [seperti pada saat lawan pain di desa konoha], sasuke berlatih teknik baru dan mampu berubah jadi joutai 3 [mungkin maksudnya adalah perubahan bentuk fisik. Ingat ketika di pertemuan kage, sasuke bisaberubah ke joutai padahal sudah tidak ada segel gaib peninggalan orochimaru].

Gerakan kilat membuat tobi menggunakan mangekyou sharingan. Sasuke mampu mengunci tubuh tobi dengan sayapnya lalu naruto menggunakan kagebunshin combo rasengan shuriken dan tobi terlempar tergeletak menghilang.

Angin bertiup mengumpul lagi-lagi sesosok tobi [ Madara Uchiha ] yang menggunakan rambut panjang muncul.
Naruto berkata 'tidak ada habisnya ? kita harus bagaimana?
Sasuke menjawab 'pasti ada jalan !'
Tobi ternyata menggunakan pasir besi tiruan kasikage 3. Membentuk ribuan bendaruncing, benda itu sangat panas kata sasuke. Pelindungmu takkan mempan, naruto berkata kita harus bagaimana? sasuke menjawab mungkin kita akan berakhir disini!
Sasuke berkata lagi :
Jika kau gunakan kagebunshin tetap saja gagal karena jumlah benda paku itu sekitar 10.000 dan semuanya terarah,
Naruto bertanya kyubi bagaimana ini
Kyubi lalu berkata "bahkan kekuatannya [Tobi/Madara Uchiha] lebih hebat dari saat aku bertarung melawannya, tapi untuk sementara
Kita akan selamat ada kekuatan cakra monster yg melakukan ritual pelindung, akubisa merasakannya"
"Apa maksudmu, kata naruto?"
ternyata sasuke juga sudah tau, sehingga tampak lebih tenang.
Sejenis benda paku berjumlah ribuan meluncur kearah mereka lalu wush muncul pelindung berupa cakra merah keunguan itu semua pasir besi berbentuk paku itu lenyap. Dan muncul sesosok ninja berambutmerah berwajah mirip naruto yang tidak lain adalah kakak naruto bernama UZUMAKI ARASHI .

Menggunakan ikat kepala desa pusaran air, Tobi berkata, " jinchuuriki ekor 7 raijuu , akusudah lama mncarimu!"
Naruto, "Siapa kau ? "Aku kakakmu," arashi berkata lagi, "sejak 7 tahun yang lalu aku tinggal di myobokuzan (negeri katak) aku menjadi murid rahasia Jiraya.
Aku senang mendengar kau juga menjadi murid jiraya, kau hebat naruto! Sejak dulu aku memang menjadi ninja pusaran air !

Sasuke berkata, "Sekarang bukan saatnya bercerita lihat lah lawan didepan sana"
Arashi berkata lagi, "aku sudah tau bagaimana cara mengalahkannya meski cukup beresiko"
Tobi [Madara Uchiha] , "aku akan menikmatipertempuran ini, tapi juga akan cepat mengakhirinya"
Madara menggunakan mangekyou lagi, dan menggunakan jurus penyedot. Naruto berkata, "ini merupakan jurus mangekyou kakashi bedanya jurus ini lebih besar lubangnya, mungkin 3x lebih hebat dari jurus kakashi"

Arashi berkata, "bertahanlah naruto dan cobalah untuk mengumpulkan semua cakramu ke satu titik lalu keluarkan sekuat mungkin sehingga akan terjadi dentuman."
Sementara itu sasuke bertahan dengan sharingannya"
Mereka semua menggunakan caranya untukmelepaskan diri dari pengaruh jurus Tobi [Madara Uchiha]".

To be continued
Sampai saat ini penulis (masashi kishimoto) masih kebingungan melanjutkan cerita naruto.

Sumber : komik jepang tenshi, tokyo.

kesimpulan:
Tobi [Madara Uchiha] adalah ketua akatsuki yang sebenarnya.
Penjelasan Tobi:
Tobi adalah ninja terkuat sekaligus ketua dari akatsuki.
http://jeffryaja53.blogspot.com/2013/01/cara-menggunakan-kaskus-tutorial-newbie.html

Tentang Hati Dalam Islami - Hati Menurut Islam

الحمد لله رب العالمين وصلى الله على نبيينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين, أما بعد
Sesungguhnya amalan-amalan hati memiliki nilai dan kedudukan yang sangat tinggi, memperhatikan dan berilmu dengannya adalah termasuk al-maqashid (tujuan) bukan sekedar wasa`il (sarana dan perantara). Karenanya termasuk perkara yang terpenting adalah menjelaskan urgensi dan kedudukannya dalam nash-nash Al-Qur`an dan As-Sunah, serta menjelaskan berbagai maslahat yang lahir dari baiknya hati serta semua mafsadat yang lahir dari jeleknya hati. Karenanya Allah   mengingatkan, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)
http://benagewe.blogdetik.com/files/2008/11/embun.jpg
Pembahasan mengenai amalan-amalan hati termasuk pembahasan yang sangat panjang di dalam kitab-kitab para ulama, dan membahas semua itu tentunya akan memakan waktu yang sangat lama. Karenanya pada kesempatan yang ringkas ini kita hanya akan membicarakan beberapa poin yang berkenaan dengannya:
a)    Definisi dan tempat hati.
b)    Kedudukan hati.
c)    Perbandingan antara hati dengan pendengaran dan penglihatan.
d)    Hal-hal yang memperbaiki hati.
e)    Hal-hal yang merusak hati.
f)    Yang dimaksud dengan amalan hati.
g)    Hukum amalan hati dari sisi pahala dan dosa.
h)    Keutamaan amalan hati dibandingkan amalan jawarih (anggota tubuh).
i)    Pembagian manusia dalam mengamalkan amalan hati.
Pertama: Definisi dan letak hati.
Kata hati (arab: qalbun) mempunyai dua penggunaan dalam bahasa:
a.    Menunjukkan bagian yang paling murni dan paling mulia dari sesuatu.
b.    Bermakna merubah dan membalik sesuatu dari satu posisi ke posisi lain.
Lihat Mu’jam Maqayis Al-Lughah
Kedua makna ini sesuai dengan makna hati secara istilah, karena hati merupakan bagian yang paling murni dan paling mulia dari seluruh makhluk hidup yang mempunyainya, dan dia juga sangat rawan untuk berbolak-balik dan berubah haluan. Nabi  bersabda:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik )
Adapun letaknya, maka Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan bahwa dia terletak di dalam dada. Allah  berfirman, “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46)
Dan Nabi  juga bersabda tentang ketaqwaan, “Ketakwaan itu di sini, ketakwaan itu di sini,” seraya beliau menunjuk ke dada beliau (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Dan tempat ketakwaan tentunya adalah dalam hati.
Bertolak dari hal ini para ulama juga membahas mengenai letak akal. Seluruh kaum muslimin bersepakat -kecuali mereka yang terpengaruh dengan filosof dan ilmu kalam- bahwa akal itu terletak di dalam hati, bukan di otak. Allah  berfirman, “Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat berakal dengannya.” (QS. Al-Hajj: 46)
Kalau begitu letak akal adalah di dalam hati, di dalam dada, walaupun tidak menutup kemungkinan dia (akal) mempunyai hubungan dengan otak, sebagaimana tangan yang terluka akan berpengaruh pada seluruh anggota tubuh lainnya. Karenanya kalau ada seseorang yang kepalanya dipukul atau terkena benturan yang keras maka terkadang menyebabkan akal dan ingatannya hilang.
Kedua:  Kedudukan hati.
Nabi  bersabda dalam hadits Ibnu Mas’ud:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam hati ada segumpal daging yang kalau dia baik maka akan baik pula seluruh anggota tubuh, dan kalau dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuh, ketahuilah di adalah hati.” (Muttafaqun alaih)
Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata, “Dalam hadits ini ada isyarat yang menunjukkan bahwa baiknya gerakan anggota tubuh seorang hamba, dia meninggalkan semua yang diharamkan dan menjauhi semua syubhat, sesuai dengan baiknya gerakan hatinya.” (Jami’ Al-Ulum Wa Al-Hikam: 1/210)
Ketiga: Perbandingan antara hati dengan pendengaran dan penglihatan.
Ketiga anggota tubuh ini merupakan anggota tubuh terpenting pada tubuh manusia karena pada ketiganyalah semua ilmu dan pengetahuan berputar. Allah  berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra`: 36) Allah mengkhususkan penyebutkan ketiganya di antara semua anggota tubuh lainnya karena merekalah anggota tubuh yang paling mulia dan paling sempurna. Syaikhul Islam Ibnu Taimiah menyebutkan perbandingan ketiga anggota tubuh ini dalam Al-Majmu’ Al-Fatawa (9/310) yang kesimpulannya sebagai berikut:
Penglihatan adalah yang terendah di antara ketiganya karena dia hanya bisa mengetahui sesuatu yang terlihat pada saat itu, berbeda halnya dengan pendengaran dan hati karena kedua bisa mengetahui sesuatu yang tidak terlihat, baik yang terjadi di zaman dahulu maupun di zaman yang akan datang. Kemudian pendengaran dan hati berbeda dari sisi: Hati itu sendiri bisa memahami sesuatu sementara pendengaran hanya berfungsi sebagai pengantar ucapan -yang berisi ilmu- kepada hati.
Keempat: Hal-hal yang memperbaiki hati.
Jumlahnya sangatlah banyak, di antaranya:
a.    Al-mujahadah (kesungguhan) dalam memperbaikinya.
Allah   berfirman, “Dan orang-orang yang bermujahadah untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)
Abu Hafsh An-Naisaburi berkata, “Saya menjaga hatiku selama dua puluh tahun kemudian dia yang menjagaku selama dua puluh tahun.” (Nuzhah Al-Fudhala`: 1205)
b.    Banyak mengingat kematian dan hari akhirat.
Rasulullah  bersabda dalam hadits Abu Hurairah :
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ
“Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yakni kematian” (HR. Imam Empat kecuali Abu Daud)
Dan beliau juga bersabda tentang ziarah kubur, “Karena sesungguhnya dia mengingatkan kalian kepada negeri akhirat -dalam sebagian riwayat: Kematian-.” (HR. An-Nasa`i dan Ibnu Majah juga dari Abu Hurairah )
Dan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah sangat banyak ayat dan hadits yang mengingatkan akan kengerian hari kiamat dan dahsyatnya api neraka.
Said bin Jubair -rahimahullah- berkata, “Seandainya mengingat kematian hilang dari hatiku niscaya saya khawatir kalau hal itu akan merusak hatiku.”
c.    Bergaul dengan orang-orang yang saleh.
Dalam hal ini Nabi   bersabda sebagaimana dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari :
إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
“Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, maka mungkin dia akan memberikannya kepadamu atau mungkin juga kamu akan membeli darinya atau paling tidak kamu mencium bau wangi di sekitarmu. Adapun pandai besi, maka kalau dia tidak membakar pakaianmu maka paling tidak kamu mencium bau busuk di sekitarmu”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bahkan Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka,” (QS. Hud: 113)
d.    Hatinya selalu terkait dengan Penciptanya dan Sembahannya.
Ini adalah jenjang ihsan yang Rasulullah  telah jelaskan definisinya dalam hadits Jibril yang masyhur, “Engkau menyembah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan kalau kamu tida sanggup melihat-Nya maka yakinlah kalau Dia melihatmu.” (Muttafaqun alaih)
Ibnu Al-Qayyim berkata dalam Al-Wabil Ash-Shayyib, “Sesungguhnya di dalam hati ada wahsyah (sifat liar) yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan ketenangan dalam mengingat Allah, di dalamnya ada kesedihan yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan kegembiraan mengenal-Nya, dan padanya ada kefakiran yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan kejujuran tawakkal kepada-Nya, yang seandainya seseorang diberikan dunia beserta segala isinya niscaya kefakiran tersebut tidak akan hilang.”
e.    Amalan saleh dengan semua bentuknya.
Allah Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri.” (QS. Fushshilat: 46)
Ibnu Abbas  berkata, “Sesungguhnya amalan baik memberikan cahaya pada hati, kecemerlangan pada wajah, kekuatan pada badan, tambahan pada rezeki, kecintaan di dalam hati-hati para hamba.”
Dan sebesar-besar bahkan landasan setiap amalan yang saleh adalah ilmu agama yang bermanfaat, dengannyalah seorang hamba mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Rasulullah  bersabda dalam hadits Muawiah bin Abi Sufyan:
مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan pada dirinya maka Dia akan memberikannya pemahaman dalam agama.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
f.    Memanfaatkannya (hati) sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Ini adalah hal yang bisa dipahami secara akal, yakni suatu benda yang dibuat untuk mengerjakan sesuatu pasti akan rusak kalau digunakan untuk selain dari tujuan pembuatannya. Dan tujuan diciptakannya hati dan akal adalah untuk mentadabburi ayat-ayat Allah yang bersifat syar’i dan kauni yang darinya akan lahir amalan-amalan sebagai tanda keimanan dia kepada Allah.
Pernah ditanyakan kepada Ummu Ad-Darda` -radhiallahu anha- tentang ibadah suaminya yang paling sering dia lakukan, maka beliau menjawab, “Berpikir dan mengambil pelajaran (darinya).”
g.    Berdzikir kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az-Zukhruf: 36)
Dan Allah   berfirman, “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.” (QS. Thaha: 124-126)
Dan Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Kelima: Hal-hal yang merusak hati.
Telah jelas pada pembahasan sebelumnya perkara apa saja yang merusak hati, yaitu dengan mengetahui kebalikan semua perkara yang memperbaiki hati. Dan di sini kita tambahkan beberapa perkara:
a.    Melampaui batas dalam semua perkara.
Allah Ta’ala berfirman, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (QS. At-Takatsur: 1)
Dan Allah   berfirman, “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Al-Fudhail bin Iyadh berkata, “Ada dua perkara yang menjadikan hati menjadi keras: Terlalu banyak bicara dan terlalu banyak makan.” (Nuzhah Al-Fudhala`: 779)
b.    Memakan makanan yang haram.
Karena makanan merupakan salah satu unsur pembentuk hati, dan telah shahih dari Nabi  bahwa beliau bersabda, “Daging mana saja yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih pantas baginya.”
c.    Tenggelam dalam mengejar dunia.
Telah datang tahdziran dari Allah dan Rasul-Nya mengenai fitnah dunia, di antaranya Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.” (QS. Muhammad: 36)
Dan Rasulullah  telah bersabda dalam hadits Abu Said Al-Khudri :
فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ
“Maka takutlah kalian kepada fitnah dunia dan takutlah kalian kepada fitnah wanita, karena sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah dalam masalah wanita.” (HR. Muslim)
Keenam: Yang dimaksud dengan amalan hati.
Yang dimaksud dengannya adalah semua amalan yang letaknya di dalam hati atau yang mempunyai hubungan dengannya. yang terbesar darinya adalah keimanan kepada Allah, cinta, takut dan berharap kepada-Nya, taubat dan kembali kepada-Nya, tawakkal, sabar, yakin, khusyu’, ikhlas dan semacamnya. Darinya kita sudah bisa membedakan antara amalan hati, amalan lisan -seperti berzikir dan berdoa-, dan amalan anggota tubuh –seperti ruku’, sujud dan semacamnya-.
Ketujuh: Hukum amalan hati dari sisi pahala dan dosa.
Dalam hal ini dia sama dengan amalan anggota tubuh lainnya walaupun dari sisi kedudukan, dia lebih utama darinya. Maka kalau seseorang dihukum ketika dia melakukan ghibah dengan lisannya, maka demikian pula dia akan dihukum ketika hatinya bertawakkal kepada selain Allah. Apalagi yang memang merupakan ibadah hati, maka seseorang akan dihukum ketika hatinya meninggalkan ibadah tersebut walaupun dia tidak menampakkannya dalam amal perbuatannya, seperti cinta kepada Allah, keyakinan hanya Allah yang mengetahui perkara ghaib dan semacamnya.
Kedelapan: Keutamaan amalan hati dibandingkan amalan jawarih (anggota tubuh).
Keutamaannya bisa ditinjau dari beberapa sisi:
a.    Rusaknya ibadah hati terkadang menyebabkan rusaknya ibadah yang berkenaan dengan anggota tubuh, contohnya keikhlasan dalam ibadah. Allah   berfirman dalam hadits qudsi:
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Saya adalah Dzar yang paling tidak butuh kepada kesyirikan, karenanya barangsiapa yang mempersekutukan saya dalam ibadahnya maka Saya akan meninggalkannya dan apa yang dia sekutukan.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah )
b.    Amalan hati -yang asalnya adalah tauhid- merupakan asas untuk selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga.
Nabi  bersabda dalam hadits Jabir riwayat Muslim:
مَنْ لَقِيَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارَ
“Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak berbuat kesyirikan sedikit pun maka dia akan masuk surga, dan barangsiapa yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan berbuat kesyirikan maka dia akan masuk neraka.”
c.    Ibadah hati lebih berat dilaksanakan daripada ibadah jawarih.
Muhammad bin Al-Munkadir berkata, “Saya melatih jiwaku selama empat puluh tahun sampai akhirnya dia bisa istiqamah.” (Nuzhah Al-Fudhala`: 607)
Dan Yunus bin Ubaid -rahimahullah- juga pernah berkata, “Sesungguhnya saya telah menawarkan kepada jiwaku agar dia mencintai untuk manusia pada apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri dan membenci untuk manusia pada apa yang yang dia benci untuk dirinya sendiri, tapi ternyata itu sangat jauh darinya. Kemudian pada kesempatan lain saya menawarkan kepadanya agar dia tidak menyebut-nyebut mereka (orang lain) kecuali dengan kebaikan dan agar tidak menyebut dan tidak membicarakan mereka dengan kejelekan, akan tetapi saya menilai puasa di siang hari yang sangat panas lebih mudah baginya (jiwa) daripada itu.” (Nuzhah Al-Fudhala`: 539)
d.    Amalan hari merupakan pendorong dan penggerak dari amalan jawarih.
Telah berlalu ucapan Ibnu Abbas yang menunjukkan akan hal itu. Dan Utbah Al-Ghulam -rahimahullah- juga pernah berkata, “Barangsiapa yang mengenal Allah niscaya dia akan mencintai-Nya, dan barangsiapa yang mencintai-Nya niscaya dia akan menaatinya.”
e.    Terkadang ibadah hati bisa menjadi pengganti dari ibadah jawarih.
Misalnya dalam jihad, Nabi  bersabda:
إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالًا مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلَّا كَانُوا مَعَكُمْ –في رواية: إِلَّا شَرِكُوكُمْ فِي الْأَجْرِ- حَبَسَهُمْ الْمَرَضُ
“Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidaklah kalian menempuh satu pun perjalanan dan tidaklah kalian melewati satu pun lembah kecuali mereka  bersama kalian -dalam sebagian riwayat: Bersekutu dengan kalian dari sisi pahala-, mereka adalah orang-orang yang ditahan oleh penyakit.” (HR. Muslim dari Jabir  dan Al-Bukhari dari Anas  yang semakna dengannya)
f.    Amalan jawarih mempunyai batas yang telah ditentukan, baik dari sisi pelaksanaan maupun pahala, berbeda halnya dengan amalan hati.
Hal ini disebutkan oleh Ibnu Al-Qayyim dalam Madarij As-Salikin. Aisyah -radhiallahu anha- berkata dalam hadits riwayat Muslim:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ
“Adalah Rasulullah  selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan beliau.”
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
g.    Amalan hati ada yang terus-menerus berlanjut pada saat amalan jawarih terhenti atau melemah.
Di dalam kubur seseorang menjawab pertanyaan kedua malaikat dengan tauhidnya, penghuni surga senantiasa mencintai, mengagungkan dan memuliakan Allah. Akan tetapi mereka (yang dalam kubur atau di surga) tidak lagi mengerjakan shalat, puasa dan seterusnya dari ibadah anggota tubuh.
h.    Ibadah hati penentu besar kecilnya nilai dan pahala ibadah anggota tubuh, bahkan -dalam sebagian keadaan- dia bisa menjadi penentu diterima atau tertolaknya ibadah anggota tubuh.
Rasulullah  bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan ibadah tergantung dengan niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan,” al-hadits. (Muttafaqun alaih dari Umar )
Abdullah bin Al-Mubarak berkata, “Betapa banyak amalan kecil yang dibuat banyak (besar) oleh niatnya, dan betapa banyak amalan yang banyak (besar) dibuat kecil oleh niatnya.”
Kesembilan: Pembagian manusia dalam mengamalkan amalan hati.
Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziah menyebutkan tiga keadaan manusia dalam hal ini:
a.    Di antara mereka ada yang sibuk mengurusi ibadah-ibadah hati dan memperbaiki hatinya, akan tetapi dia meninggalkan dan melalaikan amalan-amalan yang zhahir.
b.    Sekelompok lainnya jutsru melakukan sebaliknya.
c.    Kelompok yang ketiga -dan ini yang tepat-, adalah mereka yang memperhatikan dan menjaga kedua jenis amalan ini tanpa ada bentuk tafrith (penyepelean) dan ifrath (extrim) padanya,
Dan mungkin bisa ditambahkan keadaan yang keempat -dan ini juga beliau isyaratkan dalam kitab beliau yang lain-: Kelompok yang menelantarkan keduanya.
وصلى الله على نبيينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين, والحمد لله رب العالمين
http://al-atsariyyah.com/hati-menurut-islam.html

Merawat HATI ( Walau seremuk mana pun hati dilukai...bentuklah ia semula... dan serahkanlah pada Ilahi... )


Walau seremuk mana pun hati dilukai...
bentuklah ia semula...
dan serahkanlah pada Ilahi...


Bagaimana untuk merawat hati yang terluka?

Setiap hati yang terluka itu pasti mempunyai penyebabnya kepada kelukaan itu dan ia datang dalam pelbagai bentuk dan boleh berlaku pada bila-bila masa sahaja, di mana-mana sahaja dan oleh sesiapa sahaja.

Persoalannya, bagaimana kita hendak merawat hati kita sendiri bila terluka??? Bila mana waktu itu kita tidak berhasrat untuk meluahkan kelukaan itu kepada sesiapa...


Setiap apa pun yang berlaku, sama ada yang baik atau yang buruk, kesemuanya pasti datang silih berganti dalam hidup ini. Di waktu kita diuji dengan kekecewaan, di waktu itu lah kita dapat merasakan yang Allah itu benar-benar berbicara dengan kita. 

Hanya Allah sahaja yang boleh merawat hati manusia. Bila kita redha menerima ujian-Nya walau hanya sebesar zarah, pasti Allah akan memberi hadiah atas kesabaran kita. Kadang-kadang Allah mengirim hadiah untuk kita dengan begitu cepat sekali. Subhanallah.. MAHA SUCI ALLAH..


Islam adalah pegangan hidup terbaik untuk kita... tiada tandingannya...

Hati yang terluka andai di rawat seperti yang ISLAM ajarkan,sesungguhnya hidup tiada duka berpanjangan... 
Allah takkan ubah nasib sesuatu kaum, melainkan kita sendiri yang kena usaha utk mengubahnya... =)

Kekecewaan berpanjangan tak bisa merubah apa-apa melainkan hanya akan menggoyahkan akidah... jadi serahlah hanya pada Allah kerana Dia Maha Tahu setiap sesuatu...
http://sitifatimahmuhamad.blogspot.com/2011/02/merawat-hati.html

Artikel Islami yang Menarik: Obat bagi Jiwa yang Terluka

“Jangan terlampau lama meratapi luka, sebab tak sulit bagi-Nya untuk mengubah isak tangis, menjadi senyuman manis.” – Febrianti Almeera
Saat hati dilanda gembira, tidak satu hal pun menjadi masalah. Tapi bila hati sedang berduka, apalagi duka yang cukup dalam, terkadang iman pun bisa goyah. Bila dibiarkan, dukanya bisa jadi semakin mendalam dan keimanan pun semakin rentan. Di saat-saat seperti ini, jiwa tersebut bisa dikatakan sedang terluka, atau sedang sakit. Maka yang harus dilakukan adalah sesegera mungkin mencari obatnya. Apakah obat terbaik yang paling manjur untuk mengobati luka jiwa?
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” QS. Al Israa: 9

Ya, Al Qur’an lah obatnya. Al Qur’an merupakan obat terbaik yang tidak hanya meredakan nyeri tapi juga mampu menyembuhkan jiwa yang terluka. Sebab Al Qur’an merupakan pedoman hidup manusia. Segala resep yang dibutuhkan demi memperkokoh langkah manusia di bumi ini, semua tertulis di dalam Al Qur’an. Jelas dan berulang-ulang. Sehingga sebetulnya, saat jiwa dilanda kegelisahan, keresahan, bahkan luka yang cukup dalam, bisa terobati, hanya dengan membaca Al Qur’an.
Tidak percaya? Hehehe. Izinkan saya bercerita.

As usual, based on my own experience..
Satu minggu yang lalu, saya menerima kabar yang secara kacamata manusia, hal tersebut merupakan kabar buruk, sangat buruk mungkin. Dan secara manusiawi, psikologis saya sempat down mendengar kabar tersebut, sebab kabarnya sangat mendadak dan mengejutkan. Saya sempat dilanda sedih hati. Dan seketika itu pula yang terlintas di pikiran saya hanya ingin segera menemui Allah Subhanahu wata’alla. Bukan ‘berpulang’ tentunya, saya tidak se-hopeless itu, hehehe. Saya hanya ingin segera berwudhu, menggelar sajadah, dan berbincang dengan-Nya, memohon akan ketenangan dan kedamaian hati, serta keyakinan bahwa semua yang terjadi adalah atas izin-Nya, dan yang telah Allah izinkan, pasti membaikkan. Maka setelah pembicaraan dengan seorang penyampai kabar tersebut usai, saya bergegas mencari mushalla, berwudhu, sambil menahan tangis yang sengaja ingin saya tumpahkan di atas sajadah saja, hanya di hadapan-Nya. Ternyata, lidah saya kelu untuk menyampaikan ulang kisah saya meski di hadapan Allah sekalipun. Hingga saya hanya bisa tertunduk sambil tersedu, sungguh Allah Maha Tahu. Akhirnya, dengan energi yang tersisa, saya mengambil Al Qur’an dari dalam tas saya, membuka lembaran halamannya dengan asal saja, dan God’s Sign, ayat yang saya baca adalah..


Sudah sering membaca Al Qur’an tapi tidak pernah berhasil membaikkan suasana hati yang kurang baik dan jiwa yang terluka? Yuk kita cek.. barangkali kita membaca Al Qur’an sekedar membaca saja. Kalau begitu ya wajar saja hati dan jiwa masih dalam keadaan luka, sebab yang menenangkan bukan hanya membaca Al Qur’an, tetapi berinteraksi dengan Al Qur’an.
Berinteraksi dengan Al Qur’an diantaranya meliputi:
  • tilawah (membaca)
  • taddabur (memahami)
  • hafizh (menghafalkan)
  • tanfiidzh (mengamalkan)
  • ta’liim (mengajarkan)
  • tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman)
Tentu tidak mudah berinteraksi dengan Al Qur’an seperti di atas. Perlu proses. Dan saya pun masih belajar untuk benar-benar bisa berinteraksi maksimal dengan pedoman hidup dari Allah tersebut. Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin bukan? InsyaAllah, bila ada tekad, pasti bisa. Hingga bila tiba saat dimana jiwa kembali dilanda perih, Al Qur’an lah penyembuh utama yang dicari.
Jujur, bagi muslimah hijrah seperti saya ini, saya baru bisa berinteraksi dengan Al Qur’an sampai step taddabur atau memahami saja. Terutama saat kondisi jiwa saya terluka seminggu yang lalu. Saya baca berulang-ulang tafsir QS. Al Hadid: 22-23, lalu saya kaji maknanya, dan sungguh.. ada sebuah perasaan damai menelusup halus ke relung jiwa saya yang terluka tersebut, untuk kemudian menghembuskan nafas sejuk yang menenangkan dan mencerahkan. Bila masih tak percaya, mungkin kamu belum mencoba. Sebab bila sudah mencoba baca, saya yakin kamu akan jatuh cinta, pada ayat-ayat-Nya yang penuh makna. Sungguh Allah luar biasa, Ia turunkan ayat-ayatnya yang sangat indah. Entah bagaimana rasanya bila tidak ada Al Qur’an sebagai perantara kabar gembira dari-Nya.

“Terimakasih ya Rabb. Aku tanpa-Mu.. butiran debu..” – Febrianti Almeera :)
http://febriantialmeera.wordpress.com/2012/11/14/obat-untuk-jiwa-yang-terluka/

Tentang Isi Hati - Dalam Hati Siapa Yang Tahu

Dalam hati

Siapa yang mengetahui isi hati seseorang?

siapa yang dapat menyelami seberapa dalamnya hati seseorang? Bila kita melihat seseorang tersenyum apakah dia benar-benar bahagia?
dalam hati
Bila seseorang menangis adakah itu bererti dia sedang bersedih? adakah kenyataannya seperti yang kita lihat?

Hati, tidak ada seorangpun yang mampu meneka dengan pasti sedalam mananya hati kita sendiri, kadangkala kita tidak dapat memahami apa yang ada di dalam hati.

 Apa yang dilihat di luar belum tentu itu mencerminkan apa yang ada di dalam hati.  Bukan bererti perlu hipokrit tetapi kadang – kadang orang lain tidak perlu tahu apa yang sebenarnya kita rasakan saat itu.

Apabila kita bahagia tidak perlu kita memperlihatkan kebahagian itu secara berlebihan kepada orang lain. Ketika kita bersedih tidak perlu juga mereka mengetahui seberapa sakit yang menimpa kita hingga membuat kita bersedih.

Begitu juga ketika hati kita merasa jengkel, jangan sampai orang lain kena getahnya.

Cukuplah kita sendiri yang mengetahuinya dan Allahlah tempat kita menumpahkan segala rasa yang ada di hati, hanya Allah tempat kita mengadu, tempat kita berserah diri.

    “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Waktu ini, disuatu tempat ada hati yang begitu bahagia, seolah – olah  ia ingin tersenyum setiap saat.

Ya, di sana ada hati yang berbunga-bunga kerana akan memiliki apa yang sangat dia harapkan selama ini, dia sedang menunggu hari besar dalam hidupnya.

Saya dapat membayangkan bagaimana hati yang dipenuhi dengan kebahagiaan, kesenangan dan suka cita.

Tetapi sebaliknya, disini ada hati yang terluka kerananya, sedih kerana kebahagiaan yang dirasakan olehnya.

Tahukah dia bahawa ada hati yang sakit disaat dia sedang merasakan kebahagiaan yang sempurna?

Tahukah dia bahawa ada seseorang ingin menangis ketika dia tersenyum dan ketawa?
Dalamnya hati siapa yang tahu?

Senyum kita masih ada, tawa kita kadang masih terlihat dan gurauan itu juga masih kita berikan kepada setiap orang di dekat kita, tidak ada yang tahu bahawa disebalik apa yang mereka lihat dari mimik wajah & tingkah laku kita sebenarnya kita sedang terluka.

Kita ingin menangis saat itu, tetapi tidak ada yang tahu tentang itu.

Hanya Allah dan kita sahaja  yang mengetahui dalam hati, hanya Allah tempat kita mengembalikan semua rasa di dalam hati, hanya Allah pengubat sakit & lara hati ini.

Hanya  dengan mengingat Allahlah kita berusaha menenangkan hati ini ketika kebahagiaan seseorang  merenggut kebahagian kita, ketika tidak ada seorangpun yang memahami perasaan dalam hati kita.

Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar walahaulawalaquwataillabillah rangkaian kalimat ini yang membasahi bibir kita, menggetarkan hati yang sedang kita pupuk kembali, menemani butiran air yang menitis dari kelopak mata.

    Sabda Rasulullah “Perbanyakkanlah membaca La Haula Wala Quwwata Illa Billah kerana sesungguhnya bacaan ini adalah ubat bagi 99 penyakit, yang mana penyakit paling ringan adalah kebimbangan” (Riwayat Al-Uqaili melalui jabir r.a.)

     Hasbunallahu wa ni’mal wakiil ni’mal maula mani’man nashir

Ya Rabb…

Semua datangnya dari Engkau dan semua akan kembali kepada Engkau, maka aku serahkan semua rasa ini kepadaMu Ya Rabb…

Kuatkanlah aku menghadapi setiap ujian yang Engkau berikan, Ikhlaskanlah hati aku untuk menerima setiap takdir yang Engkau tuliskan kepada aku.

Hanya Engkau Ya Rabb yang mengetahui dengan benar dalamnya hati aku maka aku memohon tuntunlah diri ini untuk tetap berada dalam kebenaranMu Amin Allahumma Amin
http://akuislam.com/blog/renungan/dalam-hati-siapa-yang-tahu/

Kisah Istri Sholehah ( Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H )

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…
Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

          Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…)

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013 M
www.firanda.com