Senin, 24 Februari 2014

( Makhluk Hidup di Planet Merah ) Temuan Terbaru, Makhluk Hidup di Planet Merah

Temuan Terbaru, Makhluk Hidup di Planet Merah
Add caption


Ilmuwan telah mempelajari bagaimana mikroba bisa bertahan dalam kondisi suhu rendah. Ilmuwan juga mempelajari bagaimana mikroba merespon stres dan kondisi kerusakan.

Penelitian baru yang didanai NASA memungkinkan ilmuwan untuk mempelajari mikroba dalam es. Peneliti di Department of Biological Sciences LSU mencari tahu bagaimana mikroorganisme bisa bertahan hidup di permafrost atau lapisan es abadi.

Bahkan, dengan penelitian ini bisa mengarah pada kemungkinan mikroba yang bersembunyi dalam es di Mars. Brent Christner, profesor ilmu biologi dan timnya baru-baru ini mengungkap tentang perbaikan DNA pada mikroba yang terjebak dalam es.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology. Peneliti berfokus pada analisis DNA, molekul keturunan yang mengkode instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi dari semua organisme.

"Mikroba terdiri dari makromolekul yang jika beku, terkena pembusukan. Kita tahu dari berbagai reaksi spontan yang mengakibatkan kerusakan DNA," tutur peneliti.

Jenis terburuk kerusakan dikenal sebagai 'double-stranded break', di mana DNA mikroba dibelah menjadi dua bagian terpisah. Untuk membuat kromosom berfungsi, maka dua bagian terpisah itu harus dimasukkan kembali secara bersama-sama.

Christner mengatakan, kerusakan semacam ini dapat dihindari jika sel-sel tetap beku dalam lapisan es selama ribuan tahun. "Bayangkan bila mikroba dalam es untuk waktu yang lama dan DNA ini secara progresif terpotong-potong. Nantinya akan sampai pada titik saat DNA mikroba menjadi begitu rusak dan tidak lagi menjadi molekul penyimpan informasi yang layak. Apa yang tersisa adalah mayat," jelas peneliti.

Oleh karena itu, mikroba yang berada di dalam es di waktu yang lama dianggap mengerikan dan bisa menghilangkan informasi yang berharga bagi peneliti.  Namun, para peneliti mengklaim mampu menghidupkan kembali mikroba yang terkubur dalam es.

Mikroba yang terkubur dalam es ini hingga berusia ratusan ribu hingga jutaan tahun. Pada percobaan yang dilakukan Christner, dirinya mengungkap bisa menghidupkan kembali beberapa jenis bakteri yang ada di bagian bawah es Guliya di dataran tinggi Qinghan-Tibet, China Barat. Es tersebut berusia 750 ribu tahun.

Penelitian ini diharapkan bisa mengungkap apakah di Mars benar-benar memiliki potensi munculnya kehidupan melalui temuan mikroba.

Sumber: Tgdaily

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com