Sabtu, 11 Januari 2014

Misteri Konspirasi - WTC konspirasi Amerika Dan Zionis

http://www.911review.com/attack/wtc/imgs/WTC_seq_reuters.jpg
Ini hanyalah analisa yang belakangan ini dapat di simpulkan dari rangkaian pembuktian yang dilakukan para peneliti terkait aksi “Terorisme” pada 11 September 2001 saat dimana pesawat-pesawat menghantam dan merobohka gedung pencakar langit yang Kokoh WTC di amerika.
Kejadian yang sudah dianggab sebagai Bentuk Baru dari “Keajaiban Dunia” era abad 20an ini, ya begitulah lah Sebutannya banyak pengamat menilai kejadian 9/11 itu sebagai Sebuah “Keajaiban Dunia” terbaru saat itu, sebutan yang terkesan menyindir ini adalah merupakan hasil Penamaan dari rangkaian ketidak laziman yang terkuak saat para pakar Forensik dan pakar-pakar terkait, Satu demi satu menemukan bukti-bukti yang mencengangkan dari hasil olah tempat kejadian perkara dan juga olah situasi perkara yang membuat mereka Tercengang dan Hampir tidak bisa berbicara apa-apa.
Dalam beberapa episode perilisan video runtuhnya Menara Kembar WTC, dan banyak bukti di lokasi kejadian, pengamat mulai menemukan kejanggalan yang mengarah munculnya penyimpulan adanya rekayasa sistematis yang dikemas dalam kode ilmiah di balik kejadian tersebut.
Ketidak Laziman yang terjadi dan terkuak satu –demi satu itu kini membuat seolah-olah kejadian 11 september 2001 ini sebagai bentuk Konspirasi Luar Biasa, bagaimana tidak?! Banyak Bukti-bukti analisa yang kini banyak beredar di media masa, justru membeberkan analisa terbalik dari apa yang di koar-koarkan oleh pemerintahan amerika Kala itu.
Ironis memang tapi begitulah yang terjadi belakangan ini setelah banyak kesimpulan di beberkan dan di berikan kebada halayak ramai, bukti-bukti logis yang di paparkan dan analisa-analisa yang sistematis mampu merubah pandangan dunia tentang Perayaan Hari Memilukan di tanggan 11 september itu menjadi Hari Peringatan Kebohongan terbesar saat ini.
Ada kejangalan serius yang jelas nampak dan 100% direkayasa, adalah robohnya gedung WTC7, padahal gedung tersebut tidak tertabrak pesawat.
Tidak hanya kejanggaalan pada gedung WTC7, Banhkan Terhadap Gedung WTC itu sendiri, Secara logika, gedung yang dihancurkan bagian atasnya, mustahil bagian bawah gedung ikut runtuh, tanpa ada ledakan pendukung bagian dasar gedung. Tapi ledakan bagian bawah gedung, pasti akan ikut meruntuhkan gedung bagian atasnya. Ini logika yang anak TK juga memahaminya.
“Profesor Steven E. Jones dari Universitas Brigham Young, Kota Utah, pertama kali mengeluarkan pernyataan dirinya tidak percaya runtuhnya WTC karena hantaman pesawat dikendarai Muhammad Atta, salah seorang anggota jaringan al-Qaeda…..Survei dilakukan situs world911truth.org membuktikan hamper 80 persen warga Amerika percaya pemerintahan mereka masih menutupi kejadian paling mengerikan sepanjang sejarah teror di negara itu”.
Pertanyaannya, mengapa pemerintah Amerika “tega” mengorbankan rakyatnya sendiri demi sebuah kepentingan tertentu?
Jawabannya : bisa. Kita lihat, setiap akan diadakan pemilu di Amerika, semua calon presiden Amerika harus mendapatkan restu dari Zionis. Bahkan ada yang menyempatkan diri “datang jauh-jauh” hanya untuk memuji dan “menjilat” pemerintah Zionis Israil. Apa itu dilakukan hanya untuk meraih simpati beberapa ribu warga Yahudi di Amerika? Tentu sangat konyol jika itu dilakukan hanya untuk meraih pemilih Yahudi saja, mengingat jumlah warga Yahudi hanya sedikit di antara jutaan warga Amerika lainnya. Ada semacam mitos, bahwa Zionis merupakan “penguasa” di balik penguasa-penguasa Amerika sepanjang sejarah Amerika.
Jika demikian, maka sangat memungkinkan untuk mengorbankan rakyat Amerika sendiri demi kepentingan Zionis dan segenap “panitia”nya di Amerika dan seluruh dunia.
Indikator lainnya, banyak warga Amerika yang tidak setuju dengan kebijakan pengiriman tentara ke Irak dan Afghanistan. Tetapi pemerintah Amerika seakan tidak menghiraukan suara penolakan itu, dan terus saja “membiarkan” rakyatnya sendiri menjadi “bulan-bulanan” di Afghanistan.
Demi Zionis, pemerintah Amerika senang mengabaikan rakyatnya sendiri.
Dan kini Polemik atas Kejadian 9/11 masih saja memakan Korban, Korbanya Bukanlah Hanya Orang-orang Yang tewas tepat di kejadian tersebut melainkan mereka-mereka yang menjadi ikut membenarkan kejadian tersebut, dan juga bahkan ikut ambil andil dalam merongrong dengan melakukan aksi-aksi kekerasan. Contoh terdekat adalah aksi kekerasan yang diindonesia sendiri, diklaim merupakan hasil dari keikut sertaan bangsa Indonesia tertentu dalam memerangi Amerika, Ironis memang.
Semoga mereka-mereka yang melakukan Aksi Kekerasan dan yang Mengatas Namakan Agama di indonesia Di berikan Hidayah Ilmu Pengetahuan, Agar Kebodohan-Kebodohan Dalam Aksi-aksi Terorisme sebagai Tren Pergerakan Melawan Amerika Bisa terhenti.
http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2013/09/10/-terorisme-produk-zionis-hasil-analisa-911-kejaiban-dunia-abad-20an-588504.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com