Kamis, 12 Desember 2013

Maaf, Islam Bukan Teroris! ( Perlu Diingat Islam BUKAN AGAMA TERORIS! )

1379385566297051109



by: http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/17/islam-bukan-teroris--592569.html
Islam bukan teroris dan Islam adalah rakhmatan lil alamin, lalu mengapa negara-negara yang penduduknya sebagian besar ummat Islam dihancurkan? Apa karena minyak? Iilustrasi: modulolions.blogpsot.com
Apa yang terjadi sekarang ini di negara-negara Timur Tengah sangat memperihatinkan kita semua, bukan hanya orang yang berada di negara-negara tersebut saja, tapi juga meliputi semua orang yang beragama Islam, juga ummat lainnya yang cinta damai, yang hidup di berbagai belahan dunia! Yang terjadi di Afganistan, Irak, Libya, Mesir dan Syria sekarang ini memang masalah politik di Negara-negara masing-masing! Namun jangan lupa, yang menjadi korban dalam pertikaian tersebut sebagian besar adalah kebanyakan orang Islam itu sendiri, karena mayoritas di negara-negara tersebut adalah ummat Islam! Dan Islam bukan teroris, Islam cinta damai dan menjadi  rakhmatan lil alamin.
Negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim sudah diadu domba oleh “tangan-tangan jahat” yang tidak terlihat, padahal kalau mau dilihat dan mau dipelajari polanya hampir sama, adanya “campur tangan” asing. Buktinya? Mari kita lihat fakta yang sudah terjadi dan alasan apa yang digunakan mereka dan sekutunya untuk menghancurkan negara-negara Islam di Timur Tengah:
Pertama, ketika menghancurkan Afganistan, yang dijadikan alasan utama katanya adalah memerangi “teroris” , terutama memerangi jaringan Al Qaedah di bawah pimpinan Osama bin Laden, yang lagi-lagi katanya sudah ditembak dan sudah dihancurkan jaringannya. Mengapa Osama diburu dan di perangi? Alasan yang digunakan adalah Osama dituduh menjadi”dalang” penghancuran WTC , yang dikenal dengan “ Black September” atau 11/9.
Namun sampai saat ini tak terbukti bahwa Osama dan jaringannya yang menghancurkan WTC tersebut, karena banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di dalamnya dan untuk membuktikan hal tersebut memerlukan buku tersendiri yang berjilid-jilid.
Kejanggalan-kejanggalan tersebut tak lagi “digubris”, karena bukan itu yang dicari oleh mereka, tapi alasan atau pembenaran untuk menghancurkan Afganistan yang pada saat itu dipimpin oleh Taliban yang mencoba menerapkan syariat Islam dijadikan sebagai acuan berbangsa dan bernegara di Afganistan, tapi yang muncul dan diberitakan oleh media-media asing adalah Taliban itu segalanya buruk!
Namun kawan menjadi lawan , tergantung kepentingan di sana atau dinegara yang dikuasianya, baik dalam segi ekonomi maupun politik! Karena penjajahan di era modern sekarang ini tak perlu negara penjajah tersebut ada di suatu negara, cukup bila ekonominya dan politiknya sudah searah dan sejalan dengan mereka, bila tidak sejalan dengan kepentingan mereka, negara tersebut akan dihancurkan! Dan untuk menghancurkannya, dicari pembenarannya!
Kedua, ketika mereka dan sekutunya menghancurkan Irak, yang dijadikan alasan utama adalah karena Irak yang saat itu dibawah pimpinan Sadam Husein menggunakan senjata Kimia! Alasan yang dibuat-buat atau kebohongan mereka dan sekutunya melalui jaringan media yang mereka miliki terus menerus dihembuskan, sehinggan ada alasan pembenaran untuk menghancurkan Irak!
Faktanya, sampai saat ini Irak tak terbukti menggunakan senjata kimia, padahal Irak sudah dihancurkan dan Sadam Husein sudah digulingkan bahkan Sadan Husein sudah digantung di saat Hari Raya Idul Adha! Bayangkan mereka dengan kaki tangannya di Irak, tak lagi menghormati kesucian Hari Raya Idul Adha, mengapa? Karena penggantungan eks seorang pemimpin suatu negara, benar-benar tak dihormati, digantung di saat ummat Islam sedang merayakan hari besarnya, Idul Adha, terlepas dari kesalahan-kesalahan yang dituduhkan kepada Sadam Husein!
Dan sampai saat ini Irak menjadi salah satu negara yang tidak aman bagi penduduknya, boleh dikatakan hampir tiap Minggu ada saja bom yang meledak dan membunuh warga Irak sendiri! Akhirnya setiap hari mereka was-was, karena diantara mereka bisa saling bunuh, hanya karena beda mazhab dan beda suku. Irak berhasil diporakporandakan oleh mereka dan mereka tak bertanggungjawab terhadap kehancuran Irak sekarang ini, mereka lepas tangan terhadap segala macam pembunuhan sesama warga Irak dan itu artinya Irak berhasil diadudomba!
1379388009417979278
Islam bukan teroris dan negara yang menjalankan syariat Islam bukan teroris, menjalankan syariat Islam itu kewajiban bagi kaum muslim. Ilustrasi: suaranews.com
Ketiga, ketika mereka dan sekutunya menghancurkan Mesir, tuduhannya lain lagi, kali ini yang menjadi sasaran adalah Presiden Mesir, Husni Mubarok, terlepas dari kesalahan dan cara Husni Mubarok yang liberal atau otoriter, alasan tetap alasan, maka Husni Mubarok pun digulingkan, dengan demikian pemerintahan Mesirpun menjadi kacau balau. Dan untuk menggantikan sistem otoriter tadi, diadakanlah pemilu yang demokratis.
Dan sebuah kemenangan spetakuler terjadi, Ikhwanul Muslimin menang dalam pemilu tersebut! Ikhwanul Muslimin yang selama ini selalu dimusuhi negara sejak jaman Gammal Abdul Naser, menjadi pemenang Pemilu di Mesir yang berjalan damai dan demokratis, kemudian terpilihlah Presiden Mesir yang baru, Mursi, seorang Presiden yang hapal Al Qur’an, yang belum pernah atau jarang terjadi dalam sejarah Mesir atau negara-negara lainnya seorang Presiden sampai hapal Al Qur’an, luar biasa!
Dan ini tentu tak dikehendaki oleh mereka dan sekutunya, karena tentu saja Presiden Mursi akan membawa syariat Islam dalam pemerintahannnya, dan ini tentu saja menjadi”momok” bagi mereka dan sekutunya yang mengharapkan Mesir tetap Liberal seperti sebelum-sebelumnya, maka dengan “meminjam tangan” militer, Mursi pun digulingkan, Mursi dikudeta dengan berbagai alasan. Jadi militer Mesir tak menghormati hasil pemilu yang demokratis! Mengapa? Karena Mursi dari Ikhanul Muslimin yang tentu saja akan membuat Mesir lebih condong kepada syariat Islam ketimbang sekuler dan ini tak dikehendaki oleh mereka dan sekutunya.
Maka terjadilah penggulingan Presiden Mursi dengan cara dikudeta militer dan lucunya sebuah kudeta kok didukung, bukankah pemerintah yang sah itu hasil Pemilu yang demokratis? Jadi kejadian di Alzajair terulang kembali di Mesir, bila partai Islam yang berkuasa akan segera digulingkan. Begitu juga yang terjadi di Palestina ketika partai Islam menang dan membawa syariat Islam pasti digulingkan! Maka ini menjadi perhatian bagi partai-partai Islam di Indonesia, bila partai yang membawa nama Islam menang, yakinlah akan “diobok-obok” dan tanda-tandanya sudah terlihat, sebelum partai itu menjadi besar, lihat kasus PKS.
Kembali ke Mesir, setelah penggulingan Presiden Mursi dan sekarang presiden sementara di bawah kekuasan militer Mesir, tentu saja Presiden bonekanya tentara Mesir! Lalu dua kelompok pun berseteru, antara yang mendukung Mursi dan yang menolak Mursi, dan adudomba pun sudah terjadi, akhirnya sesama warga Mesir pun saling bunuh, dan meraka tak sadar, bahwa yang di bunuh juga saudara mereka sesama Muslim, hanya bedanya yang satu di pihak pemerintah sekarang dengan tentara menjadi ujung tombaknya, sedangkan dipihak lain pendukung Mursi yang tak bersenjata!
Keempat, sekarang giliran Syria mau dihancurkan, maka digerakanlah pihak Oposisi dan terang-terangan pihak oposisi di Syria dipersenjatai oleh mereka dan sekutunya, namun ketika berbulan-bulan Presiden Assad tak bisa juga digulingkan juga, maka dicari alasan lain, agar mereka dan sekutunya dapat ikut campur tangan dan menyerang Syria, alasan apa lagi yang mau dicari agar ada pembenaran untuk menghancurkan Syria? Maka ketemu, senjata kimia. Ya senjata kimialah yang sekarang dijadikan alasan oleh mereka  dan sekutunya untuk intervensi di Syria.
Padahal Syria sudah hancur-hancuran, tapi karena Assad tak mau juga mundur dan tak mau juga turun atau menyerahkan kekuasaannya pada pihak oposisi, maka pihak oposisi terus saja menyerang pemerintah Syria. Rupanya Assad takut mengalami hal yang sama, seperti Sadam Husein yang digantung ketika pihak oposisi menang!
Lalu apa yang terjadi? Rakyat Syria menjadi korban pertarungan antara pemerintah dengan pihak opisisi, dan itu sama saja sedang terjadi perang saudara sesama bangsa Syria, yang mereka juga tak sadar bahwa yang diperangi adalah saudara mereka sendiri, yang sebagian besar ummat Islam! Ya mereka juga berhasil diadu domba!
Maka pada keempat negara di atas, dari mulai Afganistan, Irak, Mesir dan Syria telah terjadi adudomba yang berskala besar, dalam arti mereka sudah saling membunuh sesama bangsa sendiri, padahal sebagian besar bangsa di negara tersebut mayoritasnya Islam! Ya ummat Islam di empat negara tersebut berhasil diadudomba dengan berbagai alasan yang dibuat-buat! Mereka diadudomba, tapi tidak sadar! Alasan untuk mengadu domba mereka bisa,  karena alasan politik atau ekonomi, faktanya sekarang mereka menjadi saling bunuh diantara saudara sebangsa dan seiman!
Wahai bangsa-bangsa di Arab bersatulah anda! Wahai bangsa-bangsa di Negara-negara Timur Tengah bersatulah anda, sadarilah bahwa yang anda bunuh sekarang adalah saudara anda sendiri, sesama kaum muslimin, sama-sama orang yang beriman kepada Alllah SWT dan Rosulnya! Tidaklah anda sadar bahwa sesama muslim adalah bersaudara, mari tinggalkan masalah politik dan kekuasaan, mari lihat Islamnya, mari lihat muslimnya, jangan aliran dan mazhab yang berbeda, atau kelompok yang satu mendukung pemerintah, kelompok yang lain beroposisi, sekali lagi lihat persaudaraan sesama muslimnya, jangan masalah politik dan kekuasaannya, bersatulah anda semua, jangan saling bunuh!
Niscaya bila anda bersatu, wahai bangsa-bangsa Arab, maka Islam akan lebih cepat maju, karena sebagian besar penduduk di negara-negara di Timur Tengah adalah Islam. Bila anda bersatu seperti dikendaki Rosulullah , Islam akan jaya dan disegani oleh musuh-musuhmu! Sesama muslim bersaudara, ayo ini yang dikedepankan, ayo tegakkan persaudaraan sesama muslim! Sekali lagi, sesama muslim adalah bersaudara, jangan kau bunuh saudaramu sendiri, hanya karena alasan politik dan kekuasaan! Bersatulah wahai bangsa-bangsa Arab, bersatulah wahai ummat Islam di seluruh dunia! Jangan mau diadudomba oleh apa dan siapapun!
Jangan anda mau dipecah belah dan diceraiberaikan, ingat pesan nabi: Sesama Muslim adalah bersaudara, damaikanlah saudaramu! Maka saya berseru sekali lagi: “BERSATULAH HAWAI UMMAT ISLAM SEDUNIA”, bila ummat Islam sedunia bersatu, tak ada yang bisa mengalahkannya, tak bisa diadudomba, tak mudah diceraiberaikan, dengan demikian Islam di mana pun berada akan cepat maju dan ummat Islam akan lebih cepat mengagapai kesejahteraan dan kemakmurannya di dunia maupun di akherat!
Dan bagi mereka yang mau menghancurkan Islam, yakinlah Islam bukan teroris, Islam mengajarkan perdamaian dan menjadi rakhmatan lil alamin. Islam tak akan perang, bila tak diperangi! Islam berperang untuk menjaga diri, itu saja. Sekali lagi,  Islam bukan teroris dan negara-negara yang menjalankan syariat Islam juga bukan teroris yang harus diperangi dan dihancurkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com