Kamis, 12 Desember 2013

Rahasia Raditya Dika: Mau Nulis Efektif? Buat Deadline!

by: http://kampus.okezone.com/read/2013/12/10/373/910392/mau-nulis-efektif-buat-deadline
Musuh utama bagi seorang penulis adalah hilangnya mood atau inspirasi. Lantas, bagaimana seorang blogger yang kini menjadi penulis dan aktor ternama Raditya Dika mampu mengakali kondisi tersebut?

Berbagai tips rahasia Raditya Dika dalam menulis pun dibaginya dalam talkshow yang dihelat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang, baru-baru ini. Dika mengungkap, tips pertama yang harus dilakukan para penulis saat menyusun sebuah naskah adalah menetapkan deadline.
Ilustrasi: College Candy
Menurut Dika, deadline menjadi faktor utama yang cukup krusial. Sebab, penulis nantinya dapat melakukan progress secara terukur dalam menulis.

"Dengan menetapkan deadline, kita dapat melakukan tahapan menulis secara teratur. Kita bisa menyelesaikan sebuah karya tulisan dalam ratusan halaman sekalipun apabila kita sudah bersepakat dengan hal yang bernama deadline," ujar Dika, seperti dinukil dari laman UB, Prasetya Online, Rabu (11/12/2013).

Selain itu, lanjutnya, penetapan konsep cerita yang matang juga menjadi sebuah pertimbangan. Hal ini dilakukan agar nantinya cerita yang telah dibuat tidak melenceng dari tema yang sudah dibuat.

"Terkadang, seorang penulis juga mengalami stuck (writer block) hanya gara-gara tidak ada lagi ide yang berkelanjutan dalam menulis. Namun situasi tersebut sebenarnya merupakan sebuah kambing hitam dari kemalasan atau kesalahan dari si penulis itu sendiri," jelasnya.

Dika menyebut, pengalaman pribadi atau lingkungan sekitar sesungguhnya dapat menjadi bahan tulisan. Penulis dapat menciptakan sebuah konsep cerita yang beragam, menjadikan hal yang biasa-biasa saja menjadi suatu karya yang unik dengan keberanian untuk tampil beda.

"Cerita-cerita, pengalaman sepele atau kegelisahan bisa menjadi bahan yang dapat diangkat ke dalam sebuah tulisan. Hanya saja kita perlu mengasah kreativitas kita agar cerita tersebut bisa menjadi lebih berbeda di mata para pembaca," tutur Dika.

Mahasiswa S-2 Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) itu menyatakan, jika ingin mengirimkan naskah tulisan ke penerbit, yang paling baik dilakukan penulis pemula adalah mendatangi langsung kantor penerbit yang bersangkutan. Sebab, tiap hari penerbit selalu menerima ratusan yang dikirimkan lewat pos. Sehingga kemungkinan untuk dibaca sangat kecil.

"Dengan datang sendiri ke kantor penerbit, sang penulis sudah menunjukkan integritas dan rasa profesionalisme mereka. Ditambah lagi penulis dapat menjelaskan tentang pribadi diri mereka sendiri serta mempresentasikan karyanya yang akan diajukan. Hal tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi penulis," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com