Rabu, 30 Oktober 2013

Yang Akan Terjadi Ketika Melanggar Hukum ( Beberapa waktu ini saya di hadapkan pada sebuah persoalan yang membingungkan saya apa sebenarnya sebabnya sehingga saya mendapatkan perlakuan yang jika dikumpulkan bukti-bukti dan jika saya melaporkan kemudian melakukan tuntutan, maka yang bersangkutan dapat terjerat hukum dan dapat dipidana kurungan sesuai dengan perbuatannya pada saya )

13831156241815594342
Ilustrasi/Admin (KOMPAS.com/Christant Andi Irawan)

by: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/10/30/yang-akan-terjadi-ketika-melanggar-hukum-603669.html
Beberapa waktu ini saya di hadapkan pada sebuah persoalan yang membingungkan saya apa sebenarnya sebabnya sehingga saya mendapatkan perlakuan yang jika dikumpulkan bukti-bukti dan jika saya melaporkan kemudian melakukan tuntutan, maka yang bersangkutan dapat terjerat hukum dan dapat dipidana kurungan sesuai dengan perbuatannya pada saya.
Saya masih dan selalu bersabar. Bersabar untuk tidak melakukan pelaporan maupun tuntutan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan juga perenungan bahwa saya pernah mengalami bagaimana rasanya sebagai orang terhukum. Pertimbangan yang salasatunya adalah bahwa yang bersangkutan adalah seorang kepala keluarga yang memiliki tanggungan anak-anak dan isteri. Sabar… itulah yang senantiasa saya ucapkan dalam hati saya.
Ketika seseorang dikuasai oleh emosi yang dari bagaimanapun sumbernya, merasa paling benar sendiri tanpa meminta saran-saran ataupun pandangan-pandangan dari sahabat-sahabat atau siapapun yang dekat. Emosi akan merugikan diri sendiri dan orang di sekitar kita. Dan bahkan emosi bisa menutupi akal sehat bahwa yang terlakukan telah berupa pelanggaran hukum terhadap yang lain. Merasa kuat dan tidak takut dengan apapun nanti akibatnya walaupun harus berhadapan dengan hukum dan mengakibatkan terjeblos ke dalam pidana kurungan atau penjara.
Benarkah Tidak Merasa Takut? Jika demikian maka siapapun yang menjawab tidak takut dapat saya katakan sedang membohongi dirinya sendiri.
Saya sendiri takut namun mungkin tidak setakut yang belum pernah merasakan. Bukan sebuah kesombongan bahwa saya tahu betul bagaimana caranya bertahan hidup dan bahkan menghasilkan lembaran-lembaran bernilai (uang) dalam keadaan dipenjara (badan terkurung sekalipun), namun tentu saja bukan dari Narkoba ataupun tindakan tak terpuji lainnya. Saya katakan saya tahu benar bagaimana menghasilkan uang di dalam penjara tanpa melakukan hal-hal yang tadi saya sebutkan, dan bahkan jumlahnya bisa lebih besar dari penghasilan bulanan seorang pegawai yang menerima Upah Minimum Kota atau Regional. Bagaimana bentuknya? biarkan menjadi rahasia perjalanan hidup saya, namun bagi yang pernah memperhatikan postingan-postingan saya mengenai kehidupan di dalam penjara, pasti akan bisa meraba bagaimana bentuknya.
Bagaimana dan Apa yang akan terjadi atau akan di alami ketika seseorang melanggar hukum (khususnya ketika masuk ke jeruji-jeruji penjara yang ada di negara kita ini)???
Saya tuliskan berdasarkan apa yang pernah saya saksikan sendiri.
Perdananya, Ketika proses penangkapan dan dimulainya penyidikan. Subjektivitas akan sangat terlihat (mengenai siapa anda dan terutama apa yang melekat pada diri anda, simplenya berapa tebal isi dompet anda). Ada yang ketika melanggar hukum bentuknya adalah kriminal jalanan pencurian. Pada kasus pencurian ini si pelaku bisa saja sudah mendapatkan amuk massa dan jika sampai selamat di kantor penyidik maka ia saya katakan sangat beruntung karena tidak terlepas nyawa ketika melakukan tindakan kriminalnya. Pada kasus seperti pencurian ini proses penyidikan bisa berlangsung dengan terhiasai teriakan teriakan kesakitan dan sejenisnya (apa yang terjadi ketika penyidikan berlangsung, silakan anda bayangkan sendiri). Ada juga yang tenang dan damai tanpa teriakan sedikitpun ketika penyidikan dan para penyidik melakukannya dengan santai apalagi jika kasus sudah terekspos media massa dan apalagi yang disidik adalah hhmmm maaf jika saya katakan bahwa isi dompetnya “tidak berseri” alias unlimited istilahnya. Damai dan bisa silent malahan.
Namun bagaimanapun dan siapapun ketika bukti-bukti cukup untuk kemudian dilanjutkan ke tahap penuntutan, maka akan di masukkan ke dalam tahanan penyidik alias ke dalam sel di tempat penyidikan (lain halnya jika mengajukan penangguhan penahanan). Apa yang akan terjadi ketika sudah berada di dalam sel penyidik. Beruntung jika isi sel hanya sendiri dan tidak ada yang lain. Namun biasanya pada kasus kriminal jalanan seperti contohnya pencurian tadi, biasanya isi sel lebih dari 10 atau bisa lebih dari 20 orang. Apa yang akan terjadi? banyak berdoa bahwa penghuni yang lebih dulu semuanya baik-baik dan tidak kasar. Memang tidak kasar jika di awasi setiap menit atau detik oleh petugas penjaga. Jika tidak diawasi, maka salam perkenalan berupa tinju atau tendangan dan lainnya bisa terjadi. Ini hari pertama.
Hari berikutnya? Siapapun pasti akan memasuki tahap merenung… merenung… dan bahkan menyesali apa yang terlah terjadi… mulai terpikirkan mengenai sang kekasih… atau anak dan isteri (bagi yang telah berkeluarga)… atau juga orang tua di rumah. Setelah hal ini berlaku dan menghampiri, masihkan akan ada kesombongan bahwa tidak akan takut dengan yang namanya badan terkurung/terpenjara. Kekasih tak datang mungkin sudah ada penggantinya… Anak dan Isteri siapa yang mau menafkahi… Atau jika orang tua sudah renta dan sakit-sakitan siapa yang mau menanggung. Banyak pemikiran… banyak beban akan menggelayuti pikiran. Inilah yang akan terjadi pada hari-hari berikutnya setelah hari pertama demikian seterusnya beban itu akan menggelayuti hingga menjelang kebebasan.
Dan inilah yang banyak terjadi pada siapapun yang mengalami atau terjerat hukum untuk pertama kali (lain halnya bagi yang sering keluar masuk). Yang paling dominan adalah perubahan fisik dan semua mengalami bagi yang pertama kali. Perubahan fisik yang terjadi akibat beban pikiran.
Ketika saya mengalami… berat badan saya ketika ditimbang saat proses penyidikan berlangsung adalah 75 kilogram. Kemudian berapa berat badan saya ketika proses penyidikan selesai dan dilimpahkan ke kejaksaan kemudian masuk ke rutan sebagai tahanan kejaksaan. Ketika ditimbang kedua kalinya dengan berstatus sebagai tahanan kejaksaan, berat badan saya turun menjadi 60 kilogram. Kemudian setelah menjalani proses persidangan hingga putusan dijatuhkan dengan rentang waktu sekitar beberapa bulan, kemudian dipindahkan dari rutan ke lembaga pemasyarakatan (lapas), di timbang kembali, angka yang ditunjukkan oleh jarum timbangan menunjuk pada angka 42 kilogram. Itulah beban pikiran yang akan menggerogoti fisik siapapun yang menjalani pidana kurungan.
Apakah hanya saya yang mengalami perubahan/penurunan fisik? Jawabannya adalah hampir semua mengalami. Pernah seorang terhukum yang tadinya adalah seorang penegak hukum dengan fisik yang sangat bagus bercerita pengalamannya selama hampir 2 minggu menjalani penyidikan walaupun akhirnya permasalahan hukumnya bisa di selesaikan secara damai dan kekeluargaan bercerita pada saya bahwa selama 2 minggu di dalam sel penyidik, ia mengalami penurunan berat badan sekitar 10 kilogram. Ia pun merasakan bagaimana ganasnya di dalam sel penyidik. Dan dari pengalamannya itulah, ia memahami bagaimana kemudian memperlakukan siapapun yang ia sidik di kemudian hari, tidak melakukan lagi kekerasan fisik saat melakukan proses penyidikan karena ia telah mengalami bagaimana rasanya berada di dalam sel.
Apakah hanya beban pikiran dan penurunan fisik yang saya alami? Tidak hanya itu adalah jawabannya. Dan lengkapnya saya mengalami kelumpuhan kaki, tak bisa berdiri apalagi berjalan selama beberapa bulan. Keajaiban dan Kebesaran Tuhan lah yang menyembuhkan saya. Dan setelah itu saya lepaskan semua beban pikiran, karena tak ada seorang pun yang mengunjungi. Jadi saya lepaskan… lepaskan… dan lepaskan.
Adakah yang lebih tragis? Saya jawab banyak. Hampir setiap bulan, satu, dua atau beberapa ada yang meninggal di dalam penjara, baik itu karena keributan dan juga penyakit. HIV/AIDS kini mendominasi angka kematian narapidana di dalam penjara.
Mengerikan? Saya katakan iya. Mungkin tidak terlalu jika hanya membaca ini. Bagi yang pernah berada ataupun masih berada di dalam sana, maka jawaban iya akan terlontar ketika pertanyaannya adalah mengerikan atau tidak.
Sebagai perenungan, sebagai gambaran, bahwa siapapun anda jangan sampai terjerumus ke dalam tempat hina bernama penjara. Bisa saja karena emosi mengatakan tidak takut, namun itu hanya dibibir karena dikuasai emosi dan nafsu. Siapapun yang berkata tidak takut, akan tertunduk manakala jeruji besi sudah mengurung badannya hingga kemudian beban pikiran menggerogoti fisik secara perlahan.
Siapapun anda, jangan sampai terjerumus.
Sabar, tenang, damai. Sabar!
Salam hangat,
~Hsu~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com