Minggu, 06 Oktober 2013

SEBUAH HIKMAH: BERLAKU JUJUR, HIDUP SELAMAT

by: http://almizan.mizan.com/index.php?fuseaction=news_det&id=166

Ada anggapan bahwa korupsi kecil-kecilan tidak berbahaya dibanding korupsi milyaran. Sepintas pernyataan itu biasa saja. Tapi, benarkan itu? Tren korupsi yang sedang hingar-bingar bukan lagi di angka ratusan atau jutaan, tapi milaran dan triliunan. Istilahnya keren; korupsi kelas kakap. Sebuah fakta tentang angka fantastis yang seolah sudah menjadi simptom biasa.
Korupsi di bumi pertiwi ini sudah termasuk extra ordinary crime. Dan perbuatan yang keliru tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas tapi juga esensinya. Korupsi itu ibarat racun. Sedikit atau banyak, racun tetap member dampak mematikan. Korupsi juga seperti bom. Kecil atau besar sama saja menghancurkan. Dan kita jangan pernah mencoba keduanya. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2NveiWBzCnkwJu_A8-kOcGLsA9V0HQAGxwDKrfWAlUxtxJ-XoZ0UhPkY8yDrTssg8m3VPML-8ddX9RH64OLkCOqQ0bru4cXlm5nHJrLfOGIe8GWPp6heksZilIIf7J_p_9wAWitEnmP_c/s1600/kata2+hikmah.jpg 
Di hari anti korupsi tanggal 9 Desember, sedikit peran bisa kita sinergikan dalam mencegah korupsi. Penanganan korupsi tidak bisa diwakilkan kepada KPK semata. Tidak hanya bisa diharapkan pada presiden atau lembaga yudikatif lainnya. Kita harus mendudukan diri pribadi sebagai presiden anti korupsinya. Mulailah mencegah tindakan korupsi kecil-kecilan mulai dalam diri kita dan  keluarga.
Alkisah, saat perang badar berakhir, umat Islam mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang). Sebelum harta itu dibagikan, ada satu sehelai selimut merah yang hilang. Sejumlah orang berprasangka bahwa selimut itu diambil oleh Rasul dan atau oleh pasukan beliau. Tetapi itu tidak benar dan sama sekali tidak terbukti. Rasulullah dan sahabat tidak pernah berkhianat. Beliau junjung kejujuran dan amanah umat. Apalah artinya sehelai selimut bagi Nabi.
Masalahnya bukan pada berapa harga selimut itu. Tetapi, lebih karena selimut itu milik negara. Dan itu artinya tidak boleh ada yang mengambilnya. Jadi, jika mengambil sehelai selimut saja ganjarannya neraka apalagi kalau mengambil uang milyaran. Terlebih lagi jika itu dilakukan secara berjamaah. Dan itulah salah satu sebab turunnya QS Ali-Imran [3]: 161. Berkaca pada hadits Rasul, �Kesyahidan seseorang yang gugur di medan perang menjadi batal hanya karena mengambil sehelai kain yang bukan miliknya.�
Masih dalam Surah Ali Imran [3]: 161, Allah berfirman, �Dan tidak mungkin seorang Nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang), barang siapa berkhianat niscaya dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu pada Hari Kiamat �� (Mushaf Al-Misykat: Terjemahan per Komponen ayat, hlm. 72). Berkaca pada ayat ini, maka mulailah untuk tidak mengambil sesuatu (barang, uang, dan sebagainya) yang bukan miliknya dan jelas-jelas dilarang agama. Bukankah bersikap jujur menjadikan kehidupan kita lebih selamat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com