Minggu, 27 Oktober 2013

KOLOM OLAHRAGA: Dimensi baru El Clasico

Merdeka.com - Sebagai sebuah megaduel, El Clasico yang mempertemukan Barcelona dan Real Madrid memang kaya label. Barcelona, biasa disebut Barca, bukan hanya sebuah klub (Mes que un club), tetapi menjadi simbol perlawanan Katalunya. Barcelona tidak pernah mau mengakui bahwa mereka bagian dari Spanyol yang berpusat di Madrid. Maka, el Clasico menjadi duel antara dua kepentingan ideologi, antara Katalunya dan Spanyol yang berpusat di Madrid.
Dimensi baru El Clasico
Di luar aroma politik, tentu saja rivalitas lebih terasa dalam bentuk permainan di lapangan hijau. Lima tahun terakhir, Barcelona mengalami salah satu masa terbaik sepanjang umur klub. Pesona permainan Barca membuat beragam julukan datang termasuk yang paling membanggakan, tim terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Dalam kurun ini, mayoritas pemain Barcelona berisi bakat-bakat yang diasah dari sekolah sepak bola La Masia. Karakteristik tim ini dipenuhi pemain dengan teknik sangat tinggi dan kemampuan mengolah bola di atas rata-rata. Faktor penunjang lainnya berupa kondisi fisik brilian dan taktik didasari filosofi total football.

Gaya main Barcelona bermula dari belakang, melaju ke tengah dengan satu dua sentuhan dalam sudut yang sulit diterka lawan. Umpan satu dua ini seiring dengan skema pergerakan pemain yang selalu berusaha mengelilingi bola. Maka lahirlah tiki-taka yang kemudian mendominasi Spanyol, Eropa, dan dunia. Kehebatan Barcelona ini diwakili oleh sosok-sosok seperti Xavi, Iniesta, dan Lionel Messi dengan raihan empat gelar La Liga, dua gelar Champions League dan dua gelar Piala Dunia Antarklub lima tahun terakhir.

Sutradara penting di belakang kesuksesan Barcelona tak pelak lagi adalah Joseph Guardiola. Dia membangun Barcelona dengan lima prinsip penting. Pertama, sepak bola berbasis umpan di mana rata-rata umpan sukses lini tengah Barcelona setiap pertandingan mencapai lebih dari 90 persen. Kedua, spirit kerja keras, secara kasat mata tampak saat Barcelona kehilangan bola di mana seluruh pemain harus menutup dan merebut bola lawan secepat mungkin.

Ketiga, percaya pada anak-anak muda dengan mayoritas tulang punggung tim lulusan akademi La Masia. Keempat menciptakan loyalitas yang bermuara semangat tinggi. Terakhir yang tak kalah penting, faktor penyelesaian peluang oleh Lionel Messi. Lihat perolehan gol Messi dalam satu musim yaitu 47 gol musim 2009/2010 seterusnya 53 gol, 73 gol, dan 60 gol. Dari total 11 laga musim ini, Messi sudah membuat 12 gol.

Di sisi lain, Real Madrid memiliki Jose Mourinho yang merupakan antitesis Pep Guardiola. Jose Mourinho tidak terlalu peduli dengan penguasaan bola. Di mana pun melatih, filosofi Mourinho adalah bertahan lantas melepas serangan balik. Real Madrid yang dilatihnya punya karakteristik tidak memegang bola dalam waktu lama. Mou butuh 6-7 pemain dengan karakter bertahan tangguh. Segera setelah merebut bola, butuh 3-4 sentuhan sebelum tiba kesempatan shoot on goal. Lebih mirip catenaccio dengan pergerakan yang lebih spontan saat menyerang.

Kunci dalam tubuh timnya berupa pemain dengan kemampuan tekel seperti Pepe dan Sergio Ramos, pengumpan jarak jauh brilian seperti Xabi Alonso dan pencetak gol tajam seperti Cristiano Ronaldo. Layaknya Messi, catatan perolehan gol Ronaldo selalu mencengangkan, 33 gol pada 2009/2010 lantas 53, 60, 55 pada musim berikutnya. Musim ini Ronaldo sudah mencetak 15 gol dari 12 laga. Prestasi terbaik era Mourinho menjadi juara liga musim 2012 dengan 100 poin, 121 gol, selisih gol plus 89, 16 kemenangan away dan total menang 32 kali.

Maka kemudian 5 tahun terakhir kita melihat El Clasico sebagai persaingan antara Guardiola-Mourinho, sepak bola pragmatis vs sepak bola indah, Ronaldo vs Messi. Perbedaan filosofi kedua tim itu secara sederhana digambarkan sebagai persaingan cantera versus cartera (sistem pembinaan pemain muda lawan sistem merogoh dompet.

***

Sejarah mencatat Mourinho tak bisa mengulangi sukses 2012. Mentalitas menang dengan segala cara merusak kerukunan tim. Tidak semua pemain mau diajaknya dalam pendekatan "kita melawan dunia" untuk menang. Kemudian datanglah pelatih yang lebih tenang karakternya, Carlo 'Carletto' Ancelotti.

Di sisi lain, Barcelona sama berubah dengan kehadiran pelatih baru. Pada awalnya, Tito Vilanova dipilih untuk mewarisi karakter dan gaya Guardiola. Kondisi kesehatan yang terus menurun memaksa Barcelona mendatangkan Gerardo 'Tata' Martino, pelatih yang lahir bukan dari rahim gaya total football warisan Cruyff di Barcelona.

El Clasico pertama musim ini, 26 Oktober malam nanti pun memasuki dimensi baru. Selain Ancelotti dan Tata Martino, publik menemukan dimensi baru pada pertemuan dua pemain termahal kedua tim musim ini, Gareth Bale (USD 132 juta) dan Neymar (USD 72 juta). Sejauh ini, publik belum banyak melihat aksi Bale karena seringnya cedera dan kondisi fisik yang belum pulih. Bale sejauh ini baru tampil lima laga dengan total bermain 172 menit. Dia baru mencetak satu gol untuk Madrid pada debut lawan Villarreal. Tetapi jika dia dipasang, apakah di sayap kanan atau kiri tentu akan menjadi tantangan berarti bagi Jordi Alba atau Daniel Alves.

Beda dengan Bale, Neymar lebih bisa nyetel dalam 13 laga pertamanya untuk Barcelona. Neymar sudah bermain 928 menit untuk Barcelona, mencetak tiga gol dan enam assist. Catatan statistik yang jauh lebih bagus dibanding Bale. Neymar pun akan menjadi ancaman bagi siapapun yang dipasang Madrid di sektor belakang kanan, apakah Arvalo Arbeloa atau Sergio Ramos.

Carletto vs Tata, Bale vs Neymar adalah dimensi baru El Clasico. Dimensi yang selalu membuat El Clasico menjadi tontonan ratusan juta pasang mata di muka bumi. Dimensi yang membuat orang menyebut El Clasico, lebih dan lebih dari sekadar permainan bola.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com