Selasa, 22 Oktober 2013

Berikut Adalah Alasan, Kenapa Kita Perlu Mengurangi konsumsi Nasi

13824372621187302679
Ilustrasi/admin (KOMPAS.com)


by: http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2013/10/22/inilah-alasannya-kenapa-kita-perlu-mengurangi-konsumsi-nasi-601312.html
Saya masih ingat ketika masih tinggal di kampung halaman dulu, ketika itu kami punya jadwal kebiasaan makan tiga kali dalam setiap harinya.
Jadwal tersebut, yakni pagi sebelum berangkat sekolah sarapan nasi, siang pulang sekolah, kalau tidak makan bakso, atau jajanan lainnya, pasti larinya ke nasi, juga makan malam, tentu makan nasi kita lebih lengkap beserta lauk pauknya, karena termasuk makan malam.
Dari kenbisaan sejak kecil itu, yang terus oleh orang tua kami di jejali nasi, sehingga tak heran kita pendatang dari Indonesia jadi ketergantungan tinggi terhadap nasi, sampe teman-teman saya yang berada di Belanda sekarang, ketika mereka mau berangkat kerja dan makan siang di tempat kerjanya, selalu menyempatkan sarapan makan nasi dan  membawa bekal untuk makan siang di kantornya, juga membawa nasi pula dari rumahnya. karena katanya kalau makan roti seperti tidak merasa  makan dan bawaannya tetap lemas tak kuat seperti sarapan makan nasi.
Saya kini cukup beruntung sekali menikah dengan seorang yang perduli sekali dengan kesehatan dan cukup rajin mengoogle pola malan dan makanan yang sehat, jadi lebih bawel kepada saya, bukan bawel pelit, tapi bawel kalau yang kita makan harus bervariasi dan tidak banyak mengkonsumsi makanan yang resikonya bisa berbahaya untuk kesehatan, menurut pengetahuannya.
Kita memang tak tau kalau urusan dengan penyakit, tidak bisa menjamin pula apa yang kita makan bisa seratus persen terhindar dari penyakit tertentu. contohnya karena kadang ketika kita sudah menjaga sedemikian rupa dengan pola makanan yang kita konsumsi, tapi tiba-tiba ada kanker, itu semua di luar kuasa kita, karena kanker itu sampe sekarangpun di mana katanya teknologi kedokteran sudah canggih sekali, tetap saja tim pemeriksa masih suka kecolongan.
Ketika saya menemukan kasus  seseorang yang sering melakukan cek up kanker dengan rutin, kemudian  di nyatakan negatif, tapi tiba-tiba dia terdeteksi ada kanker yang sudah stadium lanjut.
Jadi kalau urusan dengan kanker,  kita masih sering di hadapkan dengan kejadian yang masih misterius dan pengobatannyapu  belum benar-benar menjamin bisa di atasi dengan keyakinan yang besar atas kesembuhannya.
Kembali ke masalah nasi di atas, yang kita perlu tau, selain kini nasi menjadi  semakin sulit cara membudidayakannya, karena semakin terbatasnya lahan dan para petani di tanah air semakin ogah menjadi petani, contohnya di kampung saya, sudah tidak ada lagi generasi petani padi yang mau melanjutkan profesi bapaknya yang sudah pada uzur itu, juga lahan yang semaki menipis, karena jumlah penduduk dunia terutama Indonesia yang terus mengalih pungsikan lahan persawahan menjadi perumahan atau pabrik.
Jadi bisa di bayangkan, kalau produksi padi di ngeri kita terutama dan duni pada umumnya, akan semakin menipis, di tambah keperdulian pemerintah kita masih belum ada keseriusan dengan pengelolaan pertanian padi tersebut, karena pemerintah kita lebih serius menggunduli hutan dan menjual atau menggadaikan yang sudah ada alias nyari mudahnya saja, ketimbang memikirkan cara membantu para petani.
Selanjutnya kenapa makan nasi perlu di kurangi porsinya, karena dari sekian macam makanan pokok dan yang di konsumsi manusia di dunia ini, ternyata nasi putih adalah makana  yang termasuk mengadung resiko tertinggi mengakibatkan efek terhadap gangguan keseharan kita.
Contohnya, nasi putih  mengandung karbonhidrat tertinggi di antara makanan pokok lainya seperti sagu, roti, kentang dan sebagainya. Kemudian ketika kita benar benar tak bisa lagi  ke lain makanan pokok, mengkonsumsi nasi,  kita sebenarnya boleh saja, tapi kita perlu mengeluarkan energi yang banyak dari tubuh kita atau  beraktivitas yang lebih berat lagi untuk memnyeimbangkan gula yang termasuk paling tinggi kandungannya yang terdapat di dalam nasi  puti tersebut.
Brown Rice http://www.realbakingwithrose.com
Nasi baiknya di konsumsi oleh kuli tenaga kasar, seperti mang Udin penyawah saya, di mana kerjanya nyangkul, kadang seharian bekerja dengan tenaga dan keringatan di tengah terik matahari serta aktifitas yang terus bergerak.
Nasi tidak baik di konsumsi oleh pegawai kantoran yang pekerjaannya hanya duduk seharian di dalam ruangan.  kita tentu akan merasakan, ketika habis makan, terutama makan nasi, lima menit kemudian akan timbul perasaan  ngantuk yang tak terhingga, terutama rasa ngantuk itu di rasakan oleh kita yang sudah berusia di atas tiga puluh tahun.
Rasa ngantuk tersebut,  karena gula yang terdapat di dalam kandungan nasi yang kita makan  mulai bereaksi dan sudah mempengaruhi darah kita, di dalam tubuh  yang menimbulkan rasa ngantuk.
Kemudian bahaya lain dari nasi adalah,  badan kita yang sudah cukup umur dan kurang bergerak menjadi gemuk karena nasi yang kita makan, sulit di bersihkan dari dalam usus,  yang seharusnya  usus kita mengeluarkan sampah dan di buang dengan mudah melalui saluran pembuangan, tapi sisa-sisa nasi sulit bersih dan malah menempel di usus dan menjadi zat yang menggemukan atau zat yang tidak di inginkan lainnya.
Kemudian faktor gula yang begitu tinggi, ketika kita mengidap penyakit diabet atau penyaklit gula darah, nasi putih sebenarnya menurut pola diet yang baik, untuk yang mengidap penyakit Diabet, sudah harus di tinggalkan sama sekali, atau tiak mengkonsumsi nasi putih sama sekali. Karena gula yang terdapat di dalam nasi putih tersebut begitu tinggi dan membahayakan si penderita Diabet tersebut.
Kita , masih bisa mengkonsumsi nasi kalau bena-benar tak bisa ke lain hati hehe, tapi sebaiknya nasi yang kita konsumsi itu nasi coklat atau dalam bahasa lain silver rice atau brown  rice.
nasi tersebut adalah nasi yang tidak di  putihkan pengolahannya, yakin ketika zaman dulu kita mengkonsumsi nasi di kampung-kampung dengan  di timbuk dan warnanya masih buram karena tidak menggunakan proses pemutihan, proses pemutihan adalah  pembuangan kulit luar setelah kulit cangkang nasi sebelum di putihkan sekarang banyak di jual di supermarekt di Eropa. atau kalau kita menginginkan pembuatan sendiri, ketika menggiling padi, mintalah untuk tidak di masukan ke dalam mesin pemutihan atau mesin ke dua setelah kulitnya di buang.
Kulit ari dalam padi tersebut,  di mana vitamin yang terdapat di dalam nasi atau beras itu berada, dan mengandung serat tinggi seperti jenis roti coklat yang sekarang di eropa lebih banyak di konsumsi oleh masyarakat kelas atas atau yang perduli dengan kesehatan.  maka mereka sejak dini memperkenalkan roti  coklat tersebut setiap hari kepada anak anaknya, yakni roti coklat bahan dasar gandum yang tidak di cuci kulit luarnya atau tidak di putihkan.
Kenapa nasi putih berbahaya, tidak hanya nasi yang sudah di putihkan tidak baik untuk kesehatan, hampir semua yang putih-putih dan putihnya tidak alami itu tidak baik untuk kesehatan, contohnya, roti putih juga menimbulkan obisitas karena serat atau kulit luar yang mengandung serat tinggi dan vitamin,  juga terdapat di dalam kulit ari biji gandum itu, sudah di buang dan vitamin serta serat di dalam  roti putih itu sudah hilang .
Gula putih, itu termasuk gula yang sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kanker, bisa di google keterangannya. pokoknya yang putih-putih dan tidak alami hanya di buat semenarik mungkin, dengan tujuan menimbulkan daya tarik dan rasa yang lebih lembut, memang enak di lihat dan di rasa,  tapi bahayanya sudah tidak di ragukan lagi.
bukan rahasiah lagi,  yang putih itu menggoda untuk sebagian besar orang Asia, termasuk hm..ah saya juga kulitnya putih, kata suami bahaya hehe…tapi saya putihnya asli loh..bukan di bleaching hm…, kalau dalam makanan di  makanannya  terasa lebih lezat, seperti nasi putih dan roti putih yang lebih lembut atau pulen.
Beda dengan nasi coklat atau burem atau roti coklat, rasanya kasar dan keras, tapi percayalah, ketika kita mengunjungi rumah keluarga orang kaya atau berpendidikan di Belanda, pasti di dapur mereka akan kita temui roti cioklat, bukan roti putih.
Untuk masyarakat di tanah air, mungkin roti coklat masih sulit di dapatkan, karena masayarakat kita tidak mempunyai budaya mengkonsumsi roti, tapi kita bisa mencari bahan pengganti makanan bahan dasar lainnya yang tak kalah bergengsinya dari roti coklat itu,
Contohnya, di negri kita menanam pohon ubi atau ubi jalar adalah hal yang begitu mudah di tanam, tidak rumit seperti menanam padi yang selalu membutuhkan air dan kadang gagal panen, terutama ubi kayu yang bisa tumbuh di mana saja, walau di lahan kering sekalipun.
padahal kalau kita tau,  makanan tersebut begitu mahal di sini di Eropa, dan lebih baik kandungan vitaminnya dari kentang yang menjadi makanan pokok Di Eropa
beruntung  saya, sudah bisa belajar mengkombinasikan maknan sejak suami saya bawel supaya tidak terus makan nasi. bukan dia tidak suka nasi, dia sebenarnya lebih suka nasi daripada kentang, dan dia juga terbiasa membelikan persediaan nasi putih Thailand kwalitas pandan rice atau nasi pandan wangi Thailand,  yang rasanya duh? Makan dengan kerupuk saja sudah sangat nikmat.
“Tapi dia mengingatkan, nih beras sekarung, tapi awas ya, jangan makan nasi tiap hari. Begitu katanya kepada saya”.

Kesimpiulannya, kita boleh makan nasi dan mengkonsumsi nasi, tapi sebisa mungkin di kombinasikan dan di minimalkan mengkonsumsi nasi di tiap harinya, bisa hari ini ubi jalar dengan sayur, besok ubi kayu, dan besoknya spageti , pizza, kentang atau apa saja yang bisa di jadikan bahan dasar makan kita selain nasi.
Karena kalau kita melakukan pola makan tersebut, saya yakin orang Indonesia akan menjadi masyarakat yang lebih sehat dari sekarang, contohnya ibuku mempunyai penyakit darah tinggi dari usia 50,  tanpa menggunakan obat darah tinggi, makan nasi tiga kali sehari dan sayuran  kadang sering bilologis karena tak jarang dari kebunnya sendiri, juga daging yang sering dia konsumsi ayam  kampung piaraannya, ikan dari kolam sendiri, tapi racun yang sering dia makannya dan menimbulkan penyakit berjamaah di kampungku adalah kebiasaan makan ikan asin yang menjadi menu pavoritnya.
Beliau meninggal di usia 77 tahun tanpa obat rutin, dengan penyakit yang sudah komplikasi menjadi tiga anak penyakit dari awal darah tinggi itu, menjadi Diabet dan Jantung.
kita bisa bayangkan, kalau makan nasi dan ikan asin ibuku di kurangi, mungkin beliau bisa lebih lama lagi menikmati hidup,  walau takddir kematian katanya ada catatannya masing-masing.
Kemudian para penyawah saya sekarang, usianya sudah  di atas tujuh puluhan semua, tapi mereka masih bisa bekerja walau sudah menjadi kamban dan sering sakit. tapi mereka tidak  pernah mengkonsumsi obat-obatan, dan pola makan mereka tidak tertata dengan baik, yakni nasi putih tiga kali sehari dan ikan asin sudah jadi menu mereka sehari-hari. bisa di bayangkan kalau mereka makan ikan asin  tiap hari dan nasi.
Kita bandingkan dengan penduduk di Eropa, kebanyakan penduduk di Eropa, terutama Belanda, di usia lima puluh tahun, sudah banyak yang mengkonsumsi mininal dua macam obat yang rutin harus di minumnya. Biasanya ketika mereka berusia tujuh puluh tahun, obat yang harus di konsumsi bertambah jenisnya, menjadi tiga atau empat macam.

Mereka memang usianya bisa lebih tua dan lama memiliki kesempatan hidupnya, tapi faktor obat itu lah yang membantu kelangsungkan kehidupannya  lebih lama lagi.  kenapa mereka biasa sebanyak itu mengkonsumsi obat, karena makanan di Eropa, tidak seperti masyarakat di tanah air.  Di Eropa, makan daging yang sudah di masukin rumah pendingin yang, mungkin bisa tahunan danging di bekukan di situ, karena pemerintah melindungi petani daging supaya produksi daging sapi yang melimpah bisa di selamatkan dari kerugian dengan cara setip daging potong di tampung di dalam rumah pendingin dan petani ternak Sapipun tidak merugi dari produksi ysng melimpah tersebut.
Sayur dan buah, untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan  sayur dan buah di musim dingin, pemerintah juga mebiarkan pebisnis menyimpan sayur dan buah di dalam ruangan kedap udara. Tujuannya, supaya sayur atau buah tersebut, tetap segar dan tidak busuk di makan bakteri, walau kadang kadar vitaminnya sudah begitu berkurang bahkang mungkin hilang karena lamanya penyimpanan di ruangan kedap udara tersebut.
Bagi keluarga yang lebih sibuk lagi, seperti kedua suami dan ustri bekerja atau malas motong daa  membersihkan sayuran, mereka tak jarang selalu menggunakan makanan kaleng dan sayuran siap saji yang sudah di iris dan di potong potong, yang banyak di jual di supermarket.
Di tanah air, terutama penduduk pedesaan, masih banyak yang  mengkonsumsi sayuran dari kebun yang baru di petik  dan  langsung di masak atau di makan.
Begitu juga jajanan tidak sehat lainnya, mereka orang kampung yang miskin, masih jarang mendapatkannya, daging di pasaran biasanya di pasar Indonesia, hari itu di potong hari itu juga di jual di pasar dan kadang habis hari itu juga. Jadi tak ada istilah bahan makanan walau mahalnya luar biasa kalau kita membeli, itu karena faktor manipulasi dan kenakalan penguasa saja, selebihnya makanan yang di makan oleh penduduk Indonesia adalah makanan yang masih mengandung vitamin dan zat penting lainnya masih lengkap. Dalam arti kata belum mati di makan usia karena di saimpan di rumah beku atau ruangan kedap udara.
Begitulah  perbedaan pola makan  yang terjadi antara penduduk Indonesia, terutama penduduk di kampung  saya dan makanan orang yang saya ketahui di Belanda.
Kesimpulannya, makan nasi boleh saja, tapi sebisa mungkin di kurangi jadwalnya, apalagi  kalau sampe mempunyai kebiasaan tiga kali sehari, itu sangat membahayakan kesehatan kita, terutama untuk para pegawai kantoran yang aktifitasnya hanya duduk saja di kantor seharian. belum terlambat kalai kita  sekarang  mulai  mencoba mengurangi konsumsi nasi putih tersebut.
Kemungkinan untuk mengantisipasi kesulitan bahan dasar makanan berupa nasi seperti di Cina yang merupakan penduduk terbeasar jumlahnya yang mengkonsumsi nasi, kini mereka sudah mulai melirik kentang dan akhir-akhir ini meminta pengiriman kentang  dari Belanda yang terkenal akan hasil kentangnya yang berlimpah.
Satu lagi kesalahan turun temurun yang di berikan kepada anak-anak kita, jangan pernah membiasakan kepada anak-anak kita, menjejali nasi kepada mereka sejak dari bayi, hingga mereka tidak bisa ke lain hati dan  panatik mengkonsumsi nasi nantinya. Seperti teman-teman saya di Belanda, yang bekerja membawa bekal nasi.
Jadi kesimpulannya, gunakanlah potensi alam negri ini dengan flexible dan mengikuti kehendak alam yang sudah mulai menghadapi maslah dengan produksi beras, juga  perduli akan kesehatan kita nantinya.  kita masih punya, ubi jalar, ubi kayu, atau bahkan talas. karena bahan dasar tersebut, selain lebih sehat dari nasi, menanamnyapun  lebih mudah, juga yang harus di ketahui oleh kita.  masyarakat di tanah air, kalau makanan tersebut di Eropa adalah makanan lux dan tak mungkin di  konsumsi setiap hari, karena harganyapun cukup mahal.
Selamat mencoba  Dan Semoga Bermamfaat
Salam hangat
Ely

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com