Rabu, 18 September 2013

Sebuah Fiksi: Penjaga Hatiku

by: http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2013/07/19/penjaga-hatiku-578055.html
“Tuhan jika boleh aku meminta, aku ingin menjalin hubungan yang serius dengan pria yang nantinya bisa membuat hatiku bergetar dan aku jatuh cinta padanya, itu saja Tuhan. Aku capek dengan perjalanan cinta yang tiada akhir dan selalu menyakitkan ini. Aku ingin mencintai orang yang mencintaiku pula,” doaku saat itu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCx180_9WYCQbAWP7wdg8eFum-UN6x9HoePi4avT4gCpWFv_JqYxtaks3QMFwp0TMhcOQeAj8lXlaOy-v_7RsC_jZlX63Y0iTo9FkqW_mnsNpyuK0drACZ3j41ejwN2NHMR6mE9v6KX40K/s320/pemilik+hati.bmp 
Kenalkan namaku Silva, teman-temanku biasa memanggil aku Sisil. Aku perempuan berusia 22 tahun dan pengalaman berpacaranku sudah tidak terhitung lagi. Aku mulai kenal pacaran semenjak duduk di bangku SMP. Berbagai watak pria telah aku kenal. Ada yang hanya menginginkan uangku saja karena tau aku adalah mahasiswa yang ngekos dan bisa bohong kapan saja pada orang tua, ada pula yang hanya menjadikanku pacar kesekian, bahkan ada pula yang hanya manis di bibir saja. Untung saja semuanya jarak jauh. Kalau tidak, wah aku tidak tahu apa yang akan menimpa diriku. Mungkin akan sakit sekali. Lalu mengapa isi doaku seperti itu? Alasannya karena aku lelah dengan pacaran yang hanya akan menyakiti hatiku saja. Aku ingin hatiku bergetar pada seorang pria. Sebenarnya sudah sejak lama hati ini beku karena cinta. Cinta yang mampu membuat tertawa, tersenyum, bahkan menangis. Tapi apa daya aku hanyalah seorang perempuan rapuh. Sempat pula kuputuskan untuk tidak memiliki kekasih daripada hatiku semakin terluka parah.
Jawaban dari doaku hanya sebentar saja. Hati seorang Sisil ternyata mampu bergetar pada pria yang satu ini. Awalnya hanya komentar biasa di FB, tapi berlanjut lagi hingga akhirnya tukeran nomor handphone.
“Bisa minta nomor hp kamu gak?” tulisnya di inbox-ku.
“Oke, ini nomor aku,” dan segera kuketik nomor hpku.
Aku pun kembali asyik dengan pekerjaanku dan dengan segala rutinitasku sehari-hari. Dan dengan segala pekerjaan ini aku mampu melupakan sakitnya hatiku.
Tiba-tiba hpku berdering,
“Halo…” sapaku penuh tanya pada si empunya nomor karena nomornya masih baru di hpku.
Klikkkk… tiba-tiba putus. Aku mencoba untuk menghubungi lagi tapi tidak diangkat.
“Siapa yah? Kok misscalled, ditelepon balik malah gak diangkat. Anehhh,” gumamku.
HPku kembali berdering, ada SMS masuk dan nomornya lagi-lagi yang tadi. Isinya membuatku tersenyum kecut.
Maaf mengganggu, aku hanya pengen dengar NSP kamu. NSP-nya bagus, aku Yovi yang ada di FB.
Oh kamu, aku kirain siapa. Ada apa yah?
Gak ada apa-apa kok. Oh iya maaf yah udah ganggu waktu kamu.
Awal perkenalan yang menurutku unik dan lucu dan seperti anak sekolah yang baru pertama jatuh cinta. Itu pula yang aku rasakan, padahal ini jatuh cinta untuk kesekian kalinya bagiku.
Kami mulai SMS-an. Belum berani telpon-telponan. Rasanya gimana gitu yah. Akhhh indah banget rasanya. Dan entah mengapa aku merasa lekat dengannya padahal belum pernah bertemu sebelumnya. Akhirnya kami pun janjian untuk bertemu di suatu tempat. Entah bagaimana ceritanya baju yang aku pakai sama warnanya dengan yang ia pakai.
Cuaca saat itu hujan tapi rencana bertemu tetap jalan karena bertepatan dengan hari valentine juga. Dia mulai SMS aku.
Kamu di mana?
Aku baru saja turun dari angkot dan ini aku mau jalan ke sana. Kamu di sebelah mana yah?
Aku ke sana buat jemput kamu aja yah. Kamu tunggu di situ saja
Akh gak usah, biar aku jalan aja. Kamu kasih tau posisi kamu saja
Tak ada basalan setelah itu. Aku mulai berjalan dengan menggunakan payung karena hujan rintik-rintik masih saja turun. Eittsss siapa itu yang baru saja lewat dengan motornya? Aku menoleh ke belakang dan saat itu aku beradu pandang dengan si pengen dara motor. Si pengen dara motor mulai berbalik arah ke tempatku berdiri.
“Hai, aku Yovi,” sapanya.
“Sisil,” jawabku singkat.
“Yuk, naik. Kita makan dulu.”
Tanpa menjawab aku menurut apa katanya. Segera aku naik ke atas motornya dan kami pun menuju tempat makan. Aku masih malu-malu di depannya, aku bingung ingin memulau percakapan dari mana. Hingga akhirnya suasana beku tadi mulai mencair dengan cerita-cerita lucunya.
“Kamu lucu kalau ketawa,” ujarnya
“Masa sih? Lucu dari mananya? Aku biasa saja,” jawabku
“Iya, lucu.”
“Ehhh ini kan masih siang, kita ke mana yah? Bosan juga kalau harus pulang sekarang,”
“Terserah kamu saja. Aku juga bingung mau ke mana. Aku jarang ke luar. Aku Cuma tau kantor dan kosan,”
“Gimana kalau kita ke A saja?”
“Boleh, boleh. Aku senang banget lho di sana,”
“Oke kita ke sana,”
Akhirnya kami pun menuju tempat yang kami maksud. Hatiku semakin dag-dig-dug tidak karuan selama ada di atas motornya. Belum lagi hujan masih saja turun, sehingga membuatku satu jas hujan dengannya.
“Apa aku jatuh cinta lagi?” tanyaku pada diriku.
“Sil, kamu gak apa-apa? Apa kita pulang saja?” tanyanya
“Berapa jauh lagi?”
“Bentar lagi nyampe sih?”
“Kepalang tanggung sih, tapi aku terserah kamu saja,”
“Kita lanjut aja?”
“Oke. Siapa takut!”
Motornya kembali melaju. Dan byurrrr hujan semakin deras sesaat setelah kami sampai di tempat tujuan.
“Wah hujannya makin deras, Yov,”
“Iya nih,”
“Kita berteduh di tempat makan itu saja bagaimana?” aku menawarkan untuk berteduh di sebuah tempat makan.
“Yuk,”
“Bentar ini aku bawa payung, kita payungan saja ke sana,”
“Oke deh. Sini aku yang pegang payungnya,”
Kami pun berjalan menuju warung dan tanpa kusadari aku mendekatkan badanku padanya karena angin sangat kencang.
“Maaf Yov,”
“Maaf kenapa?”
“Jadinya kita jalan gini,”
Dia hanya tersenyum saja dan aku tidak tahu apa arti di balik senyumnya. Akhirnya kami sampai di tempat makan yang ternyata lumayan ramai pengunjung karena memang hujan sangat deras.
“Kamu mau minum,” tanyanya
“Iya boleh. Aku pesan bandrek saja,”
“Wah sama, aku juga mau pesan bandrek,”
Akhirnya kami pun mengobrol lagi dan aku melihatnya dengan kagum dan masih dengan hati yang dag-dig-dug tidak karuan.
“Eh, aku suka lho lagu Sai anju ma au,” ujarnya sambil membuka hp dan memutar lagu itu di hpnya.
“Wah, kamu penikmat lagu batak juga ternyata,”
“Iya dong,”
“Tapi aku punya lagu yang gak kalah bagus lho dengan sai anju ma au, ini nih, judulnya ditakko ho ma rohakki,” aku pun mulai memutar lagu ini di hpku.
“Artinya apa?”
“Artinya kau curi hatiku dan kau buat aku jatuh cinta padamu,” ujarku dan saat mengatakannya aku merasa ada getaran dasyat kembali.
“Mau dong, coba kirimkan ke hpku,”
“Oke,”
Aku pun mengirimkan lagu ditakko ho ma rohaki ke hpnya.
Sesaat aku bingung dan gelisah dengan semua yang aku jalani bersamanya. Lagu ditakko ho ma rohaki ternyata menjadi “alat” untuk menyatakan cinta padanya dan begitu juga dengan dia.
Dia yang dulu aku tidak kenal, hadir dalam hariku dan dia mencuri semua perhatianku padanya dan aku jatuh cinta padanya. Cinta yang tidak pernah aku sangka akan hadir dalam hatiku. Kini lagu ditakko ho ma rohaki menjadi lagu favorit kami saat mengenang perjalan cinta yang berliku dan banyak kerikil tajam. Dia yang Tuhan hadirkan dalam hidupku ternyata mampu membuatku jatuh cinta padanya dan kupercayakan hatiku ini padanya.
“Kupercayakan hatiku padamu. Kukunci hatiku, kugantung kuncinya padamu. Jaga dan jangan sakiti. Aku tidak ingin terluka lagi karena cinta, cukup sudah aku merasakan sakit yang tiada tara dalam cinta,” ujarku.
“Kujaga hatimu dengan hatiku. Jaga juga hatiku selalu untukmu,” jawabnya.
“Kau yang terakhir dalam hidupku dan tak akan pernah terganti. Kau segalanya bagiku. Kau detak jantungku, kau aliran darahku, kau nafas hidupku, kau hidupku yang Tuhan kirimkan sebagai anugrah terindah bagiku. Aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri,”
“Kau juga adalah anugrah terindah dalam hidupku, Sil. Tak akan kusia-siakan cinta dan pengorbananmu selama ini.”
Kirim tulisan / cerpen anda ke situs saya bagindaery lewat email saya: bagindaery@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com