Minggu, 22 September 2013

Artikel Tentang Kebaikan: Menanam Kebaikan, Memanen Kemuliaan Hidup

by: http://renunganislami.net/menanam-kebaikan-memanen-kemuliaan-hidup/
Menanam kebaikan akan berbuah dengan hasil memanen kemuliaan hidup. Orang yang mulia dalam hidupnya adalah orang yang banyak berbuat baik. Sebaliknya, orang yang selalu berbuat buruk maka ia akan mengalami kesengsaraan dan kehinaan dalam hidup. Inilah sebuah sunnatullah yang akan kita raih dalam kehidupan.

Orang-orang mulia adalah mereka yang banyak melakukan amal pahala kebaikan. Pahala yang mereka lakukan akan berbuah pada kemuliaan hidup.

Orang akan merasa senang berinteraksi, nyaman dan merasa orang bersangkutan memiliki banyak manfaat bagi kehidupannya.

http://kangrahmat.blogdetik.com/files/2010/12/a_little_kindness_by_voodooxfishy.jpgMenanam kebaikan akan berbuah pada memanen kemuliaan hidup. Kemuliaan diri terpulang dari bagaimana sikap yang kita tunjukkan dalam hidup. Apabila kita menjadi seorang yang baik, maka sudah wajar jika kita akan disenangi banyak orang, kemuliaan akan terpancar.

Kemuliaan diri akan terpancar apabila kita banyak melakukan amal shaleh, ibadah baik ibadah fardhu kepada Allah, ibadah sunnah maupun berbagai bentuk ibadah sosial di tengah masyarakat.

Menanam kebaikan bukan hanya akan dibalas dengan memanen kemuliaan hidup. Ada beberapa hikmah besar yang akan bisa kita rasakan apabila selalu konsisten melakukan dan menanam kebaikan di tengah masyarakat:

1. Pahala yang pasti di akhirat kelak. Menanam kebaikan bukan hanya untuk memanen kemuliaan hidup. Hal paling utama adalah mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT yang besar kelak di akhirat, dan mendapatkan hadiah syurga.

Inilah buah kebaikan hakiki yang dirindukan banyak orang. Kebaikan yang diiringi dengan keikhlasan akan memberikan orientasi hakiki berupa balasan syurga di akhirat. Sementara untuk mereka yang riya atau pamer dalam melakukan sebuah amal kebaikan, maka yang didapatkan adalah seperti apa yang diniatkannya.

Jika ia menginginkan pujian orang, maka ia akan mendapatkannya, jika ia menginginkan balasan maka ia akan mendapatkan imbalan dari manusia, sebaliknya ia tidak akan mendapatkan pahala berupa syurga di akhirat. Apa yang akan kita dapatkan adalah apa yang kita niatkan. Inilah hal yang membuat betapa pentingnya niat yang ditanam dalam setiap amal kebaikan yang kita lakukan.

2. Disamping menanam kebaikan akan berbuah pada kemuliaan hidup, melakukan kebaikan dalam hidup akan membuat kita merasakan kebahagiaan hidup.

Amal kebaikan adalah awal dari kebahagiaan. Terlebih jika amal kebaikan tersebut kita lakukan ikhlas karena Allah semata, maka kebahagiaan yang akan kita panen bukan hanya kebahagiaan di dunia tapi juga akan kekal kita rasakan di akhirat.

Menanam Kebaikan, memanen Kemuliaan Hidup merupakan dua hal yang akan saling beriringan. Orang yang dalam hidupnya jarang melakukan amal kebaikan, maka hidupnya pun akan jauh dari kemuliaan.

Hidupnya akan dipandang rendah di tengah masyarakat, sebagai akibat dosa-dosa yang mungkin lebih banyak dilakukannya.

Menanam kebaikan akan berbuah dengan hasil memanen kemuliaan hidup. Orang yang mulia dalam hidupnya adalah orang yang banyak berbuat baik. Sebaliknya, orang yang selalu berbuat buruk maka ia akan mengalami kesengsaraan dan kehinaan dalam hidup. Inilah sebuah sunnatullah yang akan kita raih dalam kehidupan.
Orang-orang mulia adalah mereka yang banyak melakukan amal pahala kebaikan. Pahala yang mereka lakukan akan berbuah pada kemuliaan hidup.
Orang akan merasa senang berinteraksi, nyaman dan merasa orang bersangkutan memiliki banyak manfaat bagi kehidupannya.
Menanam kebaikan akan berbuah pada memanen kemuliaan hidup. Kemuliaan diri terpulang dari bagaimana sikap yang kita tunjukkan dalam hidup. Apabila kita menjadi seorang yang baik, maka sudah wajar jika kita akan disenangi banyak orang, kemuliaan akan terpancar.
Kemuliaan diri akan terpancar apabila kita banyak melakukan amal shaleh, ibadah baik ibadah fardhu kepada Allah, ibadah sunnah maupun berbagai bentuk ibadah sosial di tengah masyarakat.
Menanam kebaikan bukan hanya akan dibalas dengan memanen kemuliaan hidup. Ada beberapa hikmah besar yang akan bisa kita rasakan apabila selalu konsisten melakukan dan menanam kebaikan di tengah masyarakat:
1. Pahala yang pasti di akhirat kelak. Menanam kebaikan bukan hanya untuk memanen kemuliaan hidup. Hal paling utama adalah mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT yang besar kelak di akhirat, dan mendapatkan hadiah syurga.
Inilah buah kebaikan hakiki yang dirindukan banyak orang. Kebaikan yang diiringi dengan keikhlasan akan memberikan orientasi hakiki berupa balasan syurga di akhirat. Sementara untuk mereka yang riya atau pamer dalam melakukan sebuah amal kebaikan, maka yang didapatkan adalah seperti apa yang diniatkannya.
Jika ia menginginkan pujian orang, maka ia akan mendapatkannya, jika ia menginginkan balasan maka ia akan mendapatkan imbalan dari manusia, sebaliknya ia tidak akan mendapatkan pahala berupa syurga di akhirat. Apa yang akan kita dapatkan adalah apa yang kita niatkan. Inilah hal yang membuat betapa pentingnya niat yang ditanam dalam setiap amal kebaikan yang kita lakukan.
2. Disamping menanam kebaikan akan berbuah pada kemuliaan hidup, melakukan kebaikan dalam hidup akan membuat kita merasakan kebahagiaan hidup.
Amal kebaikan adalah awal dari kebahagiaan. Terlebih jika amal kebaikan tersebut kita lakukan ikhlas karena Allah semata, maka kebahagiaan yang akan kita panen bukan hanya kebahagiaan di dunia tapi juga akan kekal kita rasakan di akhirat.
Menanam Kebaikan, memanen Kemuliaan Hidup merupakan dua hal yang akan saling beriringan. Orang yang dalam hidupnya jarang melakukan amal kebaikan, maka hidupnya pun akan jauh dari kemuliaan.
Hidupnya akan dipandang rendah di tengah masyarakat, sebagai akibat dosa-dosa yang mungkin lebih banyak dilakukannya.
- See more at: http://renunganislami.net/menanam-kebaikan-memanen-kemuliaan-hidup/#sthash.Rkg15cBD.dpuf
Menanam kebaikan akan berbuah dengan hasil memanen kemuliaan hidup. Orang yang mulia dalam hidupnya adalah orang yang banyak berbuat baik. Sebaliknya, orang yang selalu berbuat buruk maka ia akan mengalami kesengsaraan dan kehinaan dalam hidup. Inilah sebuah sunnatullah yang akan kita raih dalam kehidupan.
Orang-orang mulia adalah mereka yang banyak melakukan amal pahala kebaikan. Pahala yang mereka lakukan akan berbuah pada kemuliaan hidup.
Orang akan merasa senang berinteraksi, nyaman dan merasa orang bersangkutan memiliki banyak manfaat bagi kehidupannya.
Menanam kebaikan akan berbuah pada memanen kemuliaan hidup. Kemuliaan diri terpulang dari bagaimana sikap yang kita tunjukkan dalam hidup. Apabila kita menjadi seorang yang baik, maka sudah wajar jika kita akan disenangi banyak orang, kemuliaan akan terpancar.
Kemuliaan diri akan terpancar apabila kita banyak melakukan amal shaleh, ibadah baik ibadah fardhu kepada Allah, ibadah sunnah maupun berbagai bentuk ibadah sosial di tengah masyarakat.
Menanam kebaikan bukan hanya akan dibalas dengan memanen kemuliaan hidup. Ada beberapa hikmah besar yang akan bisa kita rasakan apabila selalu konsisten melakukan dan menanam kebaikan di tengah masyarakat:
1. Pahala yang pasti di akhirat kelak. Menanam kebaikan bukan hanya untuk memanen kemuliaan hidup. Hal paling utama adalah mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT yang besar kelak di akhirat, dan mendapatkan hadiah syurga.
Inilah buah kebaikan hakiki yang dirindukan banyak orang. Kebaikan yang diiringi dengan keikhlasan akan memberikan orientasi hakiki berupa balasan syurga di akhirat. Sementara untuk mereka yang riya atau pamer dalam melakukan sebuah amal kebaikan, maka yang didapatkan adalah seperti apa yang diniatkannya.
Jika ia menginginkan pujian orang, maka ia akan mendapatkannya, jika ia menginginkan balasan maka ia akan mendapatkan imbalan dari manusia, sebaliknya ia tidak akan mendapatkan pahala berupa syurga di akhirat. Apa yang akan kita dapatkan adalah apa yang kita niatkan. Inilah hal yang membuat betapa pentingnya niat yang ditanam dalam setiap amal kebaikan yang kita lakukan.
2. Disamping menanam kebaikan akan berbuah pada kemuliaan hidup, melakukan kebaikan dalam hidup akan membuat kita merasakan kebahagiaan hidup.
Amal kebaikan adalah awal dari kebahagiaan. Terlebih jika amal kebaikan tersebut kita lakukan ikhlas karena Allah semata, maka kebahagiaan yang akan kita panen bukan hanya kebahagiaan di dunia tapi juga akan kekal kita rasakan di akhirat.
Menanam Kebaikan, memanen Kemuliaan Hidup merupakan dua hal yang akan saling beriringan. Orang yang dalam hidupnya jarang melakukan amal kebaikan, maka hidupnya pun akan jauh dari kemuliaan.
Hidupnya akan dipandang rendah di tengah masyarakat, sebagai akibat dosa-dosa yang mungkin lebih banyak dilakukannya.
- See more at: http://renunganislami.net/menanam-kebaikan-memanen-kemuliaan-hidup/#sthash.Rkg15cBD.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com