Jumat, 16 Agustus 2013

Setan Kredit ( Selebaran-selebaran banyak berserakan dijalanan,bermacam ragam jenisnya.Dan kebanyakan dari itu semua yaitu selebaran kredit )

Setan Kredit, Seribu Satu Cara Menjerat Manusia


Selebaran-selebaran banyak berserakan
dijalanan,bermacam ragam jenisnya.Dan kebanyakan
dari itu semua yaitu selebaran kredit barang,baik itu
barang furniture,elektronik maupun sepeda motor dan
mobil.Ada juga yg tidak ketinggalan unik kalau
berbicara tentang perkreditan,yaitu adanya makanan olahan kredit.Kredit atau hutang bukan merupakan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYvwgkaQnLlmF_w1KbTx9d0uVgUfxgk6_Ei350hF1Gv7VO9fXmTdcaV9gnQxuOGZlrB2WQRXB0s7WxqYfynxzVCr-LFqUgbDQ9TOHPWIZeBXcz8MLzRCLrYP8uc5bfdapLrtq_fFFK9YM/s200/tumpukan-kertas.jpg
barang baru ataupun ‘monopoli’ pihak tertentu.Sampai-
sampai di tahun 80-an warkop DKI pernah membintangi
judul film setan kredit.
Kredit atau hutang kian marak sejalan dengan
perkembangan kebutuhan masyarakat dan
‘urgenitas’(1) pemenuhan kebutuhan.Berbagai jenis kredit tersedia sesuai kebutuhannya,misalnya:kredit investasi,kredit modal usaha,kredit barang konsumsi dan kredit tanpa bunga dan tanpa agunan.Bahkan kredit juga diatur dalam undang-undang,yaitu UU no. 10tahun 1998.
Di dalam syariat islam hutang memiliki aturan untuk
menghindari riba atau bunga.Dan riba diharamkan
dalam islam,tentunya pengharaman itu dengan aturan
yg jelas dan tidak asal-asalan dalam
mengharamkannya.Prinsip berbagi ataupun saling
menolong lebih dikedepankan juga harus dilihat dari kegunaan hutang/kredit tersebut.Apabila kredit itu
digunakan untuk keperluan yg bersifat ‘kemanusiaan’
hendaknya untuk meringankan prasyarat didalamnya
(misalnya berobat).Jika digunakan sebagai modal usaha
maupun pemenuhan kebutuhan tertentu syarat berbagi
lebih dikedepankan.
Dari sisi psikologis orang yg kredit mempunyai
kecenderungan ‘addict’(2) hutang.Mereka berhutang/kredit bukan karena tidak berada tetapi lebih kepada”kalau hutang saja bisa kenapa tidak” .Rasa ‘eman’(3) terhadap apa yg dipunya lebih mendorong orang untuk berhutang/kredit daripada menggadai.Lembaga- lembaga kreditpun bagai jamur dimusim hujan,bukan hanya bank tetapi juga lembaga keuangan yg berlabel ’subsidary’(4) dari lembaga keuangan internasional.Tidak hanya lembaga yg legal tetapi jg banyak yg ilegal.Ada jg yang sifatnya individu (pemberi kredit) ada pula yg berkedok koperasi simpan pinjam.Penerima kreditpun bukan hanya perseorangan maupun lembaga bahkan juga negara,misalnya negara kita yg memiliki jumlah hutang sebanyak Rp 1.800 triliun lebih.
Apabila perilaku kredit/hutang dibiarkan berlarut-larut
nantinya menjadi kebiasaan dan akhirnya
membudaya.Ini bahaya,karena akan menjauhkan
prinsip kemandirian bahkan menjadikan tidak leluasa
mengambil keputusan.Kredit yg dilakukan para lintah
darat yg berkedok ‘penyelamat’ lebih menyengsarakan lagi dan bisa diumpamakan “masuk lingkaran setan”
bagi yg berhutang.Bagaimana tidak,hutang/kredit
mereka bukannya berkurang malahan bertambah dan
tidak pernah kunjung lunas.
Menurut saya untuk mengatasi ‘addict’ kredit/hutang
yg berlebihan diperlukan sikap kebersahajaan,sikap
toleransi dan sikap inovasi.Karena dengan bersahaja
kita terhindar dari perilaku gaya hidup yg tidak sesuai
penghasilan kita.Dengan toleransi kita akan lebih peduli
dengan orang lain sehingga menghindarkan mereka (yg terbelit kebutuhan) dari jeratan rentenir(5).Dengan
inovasi kita akan berusaha mencari solusi alternatif dari
masalah yg dihadapi sehingga hutang bisa dihindari .
(1)urgenitas=tindakan cepat
(2)addict=nyandu/ketergantungan
(3)eman=sayang(jw)
(4)subsidary=sokongan
(5)rentenir=lintah darat
by: http://edukasi.kompasiana.com/2011/07/14/setan-kredit-seribu-satu-cara-menjerat-manusia-380180.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com