Selasa, 13 Agustus 2013

Masa-masa Kejayaan Bulutangkis Indonesia, Kenangan Indah Belaka?


Gambar: Rudi Hartono (Bettor.com)Gambar: Rudi Hartono (Bettor.com)
 
"Malunya enggak tahan," demikian pahit curahan hati  legenda bulutangkis Indonesia, Rudi Hartono, tentang kekalahan Tim Thomas Cup Indonesia baru-baru ini di Wuhan, China. Taufik Hidayat dan kawan-kawan harus pulang dengan kepala tertunduk setelah dikalahkan Jepang di babak perempat final kompetisi bulutangkis paling bergengsi di dunia, Thomas Cup, dengan skor 2-3.
Kekalahan itu memang jadi yang paling parah di tengah dahaga gelar juara Timnas Bulutangkis Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Setidaknya kalah di final, dong, lawan China. Demikian beberapa penggemar bulutangkis turut menyesali.
Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia pun lantas menyatakan keprihatinan mereka melalui Gerakan Moral Mantan Atlet Bulu Tangkis Nasional Lintas Generasi. Selain Rudi Hartono, hadir pula para maestro lain seperti Liem Swie King, Ivana Lie, Susi Susanti, Alan Budi Kusuma. Nama-nama yang kita semua tahu pernah membawa harum nama Indonesia, nama-nama yang pada masa lalu ditakuti jago-jago bulutangkis mancanegara. Dapat dibayangkan perasaan mereka melihat kehancuran prestasi bulu tangkis Indonesia saat ini. Apa yang salah kiranya?
"Kalau dipegang yang enggak becus ya kayak begini. Borok sekarang enggak bisa disembuhkan kecuali dioperasi, diganti orang lain," ujar Rudi Hartono menuding kegagalan pengurus PBSI. Juara All England delapan kali ini mendesak pengurus PBSI mundur sebagai wujud tanggung jawab atas kegagalan mereka.
Hal senada diungkapkan Taufik Hidayat yang tahun ini, dalam usia yang sudah tak muda lagi, masih harus ikut bergabung dalam Tim Thomas Cup Indonesia. Dia pun menyesalkan tak adanya pemain-pemain muda yang dapat diandalkan, sehingga dirinya masih harus turun. "...katanya sudah ada regenerasi pemain?" demikian gugat Taufik.
Tampaknya keruwetan perbulutangkisan Indonesia masih lama lagi bisa diurai. Tuntutan reformasi kepengurusan PBSI tak bersambut. Ketua PBSI, Djoko Santoso, hanya menyatakan akan berusaha memperbaiki kinerja kepengurusannya. Tinggallah para penggemar bulutangkis Indonesia hanya bisa mengenang masa lalu, saat siaran langsung laga Timnas bulutangkis jadi perhelatan besar yang hanya bisa disamai dengan kehebohan menonton pertandingan tinju Muhammad Ali. [PN/Mizan.com/diolah dari berbagai sumber]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com