Selasa, 28 Mei 2013

Sebuah Coretan“Ketika Seorang Penjahat Diizinkan Menulis Buku”

Pagi ini setelah bebarapa waktu lalu saya sempat mengikuti acara dialog pada acara Apa Kabar Indonesia, bertajuk “Terror Bom Di Kota Solo”. Dimana yang terlihat pada sesi akhir dari tayangan dialog tersebut. Seorang budayawan senior sempat melontarkan kritik dari segi muatan peliputan langsung di lapangan yang sampaikan oleh salah satu Kontributor dari kota Solo. Yang mana dalam tayangannya contributor bersangkutan semapat menujukan dan membaca , satu barang bukti yang sempat ditemukan pada saku seorang “Farhan”. Menurutnya kurang tepat mungkinnya, untuk ditayangkan saat itu, karena hanya akan menyulut kondisi yang ada saat ini. Sekalipun dirinyapun menyadari bahwa dirinya pun eks wartawan. Tapi baginya tayangan tersebut jelaslah berpotensi pada akan semakin memperparah kondisi saat ini, bukan untuk tujuan memberi kesejukan, seperti yang diharapkan bersama komponen dan elemen bangsa ini.
Ketika melihat serta mendengar kritikan tersebut terlontar dari bibir seorang budayawan senior itu. Saya pribadi terus berpikir “Betul juga sih”. Ngapain tayangan sepeti itu harus tertayangkan, oleh media yang bisa dibilang jadi pusat serapan informasi bagi masyarakat sih? memang betul juga sih. Tayangan tersebut bagi saya pribadi sendiri, sama sekali tidak punya nuansa positif pemberi kesejukan bagi para pemirsanya, malah akan justru sebaliknya menyulutkan dan akan semakin memunculkan aksi negatif balik lebih banyak lagi. Menurutnya media saat ini pun harus lebih fiterlistik dong! Terkait pada apa yang bisa dan tidak untuk diinformasikan kepada pemirsa, dan bukan sekedar ada yang bisa ditayangkan begitu saja. Karena memang yang terjadi saat itu, adalah Kontributor TV one dari Solo itu, mengulas hal-hal yang sifatnya justru punya nuansa menyulut bukan menyejukkan pemirsa selanjutnya.
Bagian lain dari dialog tersebut dalam hasil simakkan saya saat itu, yang dianggap cukup bisa diterima akal. Yakni ada ungkapan seorang Prof. yang mengatakan demikian Hanya Negara Indonesia Saja Yang Mengizinkan Penjahat Nulis Buku” lantas saya berpikir benar juga sih. apa Ini mungkin pintarnya Negara kita? Ataukah mungkin karena Negara kita berfaham demokrasi? Akan tetapi benarkah demokrasi seperti apa ini di bangsa kita? Ataukah ini demokrasi bentuk baru? Atau Mungkinkah ini yang namanya “Demokrasi yang tidak terpimpin”.
http://whizkid.blogdetik.com/files/2010/11/menulis1.jpgJujur saya sangat menginginkan agar pemerintah saat ini benar-benar membijaki akan hal ini secara baik. Jangan toleran sedikitpun, jika saja ada yang seperti ini, Karena jika tidak demikian. Janganlah berharap bangsa kita ini bakal keluar dari persoalan bangsa seperti saat ini dan lain sebagainya. Sehingga bagi intitusi terkait sangat diharapkan agar sesegera mungkin bisa menertibkan semuanya. Bila perlu ditegur bahkan jika tidak dihiraukan, ditindaklanjuti dengan pencabutan izin operasionalisasinya, karena dengan nuansa penginformasian seperti itulah yang justru berdampak negatif menghancurkan bangsa ini. Dan harus berlaku universal untuk semua media tanpa harus tebang pilih, mungkin karena ini media patner kami pemerintah dan lain sebagainya.
Lantas jika telah demikian, siapa sih? Yang lantas harus disalah sepenuhnya siapa sih? Pemerintah sajakah? Atau kita semua yang kurang berani mengkritik akan hal-hal seperti itu? Terkait dengan penulisan buku oleh seorang penjahat apakah kita harus menyalahkan penerbit atau toko buku penyalurnya? Sudahlah janganlah kita terus permasalahkan hal tersebut! Alangkah baiknya kita seluruh komponen bangsa bergandengan tangan dan mulailah dengan lebih banyak berpikir positif sajalah! Ini juga salah kita bersama bukan? Untuk itu yang terpenting saat ini adalah bagaimana sikap penuh kearifan kita bersama dan bukan hanya dibebankan dan diarahkan kepada sekelompok orang saja. Sehingga kelak segala apapun yang kita pikirkan dan kerjakan bersama secara positif, niscaya akan bermuara pada keberhasilan yang positif pula.
Goresan Putera Timur Nusantara, 3 Sepember 2012 
SUMBER: http://sosbud.kompasiana.com/2012/09/03/%E2%80%9Cketika-seorang-penjahat-diizinkan-menulis-buku%E2%80%9D-489960.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com