Kamis, 30 Mei 2013

(MANFAAT DARI BERUSAHA) Berusahalah, Allah akan Menurunkan Berkah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyUIBEqxXuWmMWH6aD0iixbXMgHgIyOluzkUaeitLjx6_uRiJ2ppKHbviwxzlI3NzSTCETodsu-Rj2845IGt1fI9cGwyTlUKEwKC3KGUh8ikZ6hsLMsV9abhIKk9GinoudW_lNrURAqK5D/s1600/langkah-imil3.jpgAlkisah, di zaman Nabi Daud as hidup seorang lelaki yang dikenal pemalas dan pengangguran. Dia tak pernah mau melakukan pekerjaan apapun. Siang dan malam dia hanya sibuk berdoa dan meminta kekayaan berlimpah dari Allah Swt. Orang-orang mengejeknya dan mengatakan, "Tak tahu malu. Sampai kapan kau akan duduk berdoa meminta rejeki tanpa mau bekerja? Bukankah kau pernah mendengar pepatah yang mengatakan, gerakan darimu dan berkah dari Allah? sampai kapan kau akan hidup seperti ini? Carilah pekerjaan supaya kau tidak memerlukan santunan orang lain."
 
Nasehat seperti itu hampir setiap hari didengarnya, tapi si pemalas tak pernah mau menanggapi. Dia tetap berdoa siang dan malam. Dia punya jawaban yang sering disampaikan kepada orang-orang yang menegurnya. Dia berkata, "Bumi tak punya kaki dan tidak bisa berjalan. Tapi Allah mengirimkan awan yang memberinya siraman air hujan. Mungkinkah Tuhan yang sedemikian pemurah tidak memberikan kenikmatan-Nya kepadaku?"
 
Logika itu ditolak oleh masyarakat yang mendengarnya. Mereka menjawab, "Bukankah kau menyaksikan apa yang dilakukan Daud, Sang Nabi yang disucikan, mempunyai suara sangat merdu dan sangat dihormati masyarakat? Dia tetap bekerja dan tidak meminta Allah memberinya rejeki tanpa susah payah. Sementara engkau yang seperti ini hanya mau meminta tanpa mau bekerja."
 
Hari berganti hari dan zamannya berjalan dengan cepat. Suatu hari seekor sapi masuk ke rumah si pemalas. Dengan girangnya dia bangkit mengambil pisau dan menyembelihnya. Dia memakan sebagian daging sapi itu dan membagi-bagikan sisanya kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk syukur karena memperoleh rezeki dari Allah tanpa susah payah. Mendadak pemiliik sapi datang kepadanya dan meminta si pemalas membayar ganti rugi harga sapinya. Dia berkata, "Siapa yang mengizinkanmu menyembelih sapiku?" Dengan nada santai si pemalas menjawab, "Omong apa kau? Mana sapimu? Sapi itu adalah pemberian Allah kepadaku. Dia yang mengirimkannya ke rumah ini. Aku sudah lama berdoa meminta rezeki dari-Nya dan kali ini doaku dikabulkan. Enyahlah dari rumahku. Mintalah rezeki kepada Allah, bukan kepada hamba-Nya."
 
Pemilik sapi naik pitam. Beberapa pukulan dilayangkannya ke wajah si pemalas. Tak puas dengan itu, dia menyeret orang itu dan menghadapkannya kepada Nabi Daud as supaya sang nabi menghakimi di antara mereka. Kepada Daud pemiliki sapi menceritakan apa yang terjadi. Orang-orang yang mendengar apa yang terjadi berduyun-duyun pergi ke tempat Nabi Daud. Mereka semua membenarkan apa yang dikatakan pemilik sapi. Sang Nabi menatap wajah si pemalas dan berkata, "Mengapa kau sembelih sapi yang bukan milikmu? Katakan apa yang terjadi!" Lelaki pemalas yang sampai saat itu tak pernah mengganggu siapapun juga tertunduk lesu.
 
Sejenak kemudian dia menjawab, "Semua orang tahu bahwa sejak tujuh tahun lalu kerjaku hanya berdoa. Ketika melihat seekor sapi masuk ke rumahku aku pikir Tuhan telah mengabulkan doaku dan mengirimkan sapi itu dari alam ghaib. Aku bukan pencuri. Dulu kakekku adalah orang kaya yang dermawan. Dia suka membantu kaum miskin. Kakekku juga dulu tinggal di kota ini. Dulu aku bersama ayah dan ibuku tinggal di kota lain. Setelah mereka berdua meninggal dunia, aku datang ke kota ini supaya bisa hidup bersama kakekku. Tapi aku tidak mengenal kakekku dan tak tahu di mana beliau berada. Tidak ada pula berita tentang kekayaannya. Seakan beliau hilang ditelan bumi. Bertahun-tahun lamanya aku hidup terasing di sini, tanpa keluarga dan sanak famili. Tak ada yang bisa kulakukan selain berdoa."
 
Mendengar jawaban itu, Daud as berkata, "Alasanmu tidak memuaskan untuk sebuah pengadilan. Secara syariat kau bersalah dan harus membayar kerugian kepada pemilik sapi."
 
Lelaki pemalas itu memprotes, "Wahai Nabi! Apakah engkau bersikap sama dengan orang-orang ini yang tidak mau mempercayai kata-kataku? Kalau begitu, aku akan mengadukannya kepada Allah."
 
Sejenak Daud as berpikir lalu mengarahkan pandangan ke pemilik sapi dan berkata, "Sulit untuk memutuskan. Belum pernah aku menghadapi masalah sepelik ini. Aku harus memohon petunjuk kepada Allah. Tapi yakinlah, jika kau benar, kau akan mendapatkan hakmu." (IRIB Indonesia)
 
Sumber: Matsnawi Mowlavi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com