Selasa, 19 Maret 2013

Tahajud Cinta

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHXOPolqRd4IdmEuAYpcIq1otaPj42qL7GGTdhWkMwkS5BW_t9HhJ0thqjW8eMuTOpQprSCPgWrCFdPNYErszQsaKTpSJhCRajAgdXFieYucPYqBSaN998DwnZq_UKr_rtlSeVddWsz9w/s1600/safe_image.php.jpgSaya teringat waktu masa kuliah dulu di Bandung, ada seorang sahabat, jabatannya komisaris di Polda Jabar. Inisialnya S, saya panggil Pak S.
Saya kenal Pak S dari sahabat saya. Kebetulan sahabat saya itu tinggal di masjid perumahan tempat pak S tinggal.
Waktu bulan ramadhan, sahabat saya itu sering mengajak saya ke masjid. pernah suatu hari saya dijemput dengan kendaraan pribadi pak S ke Sekre kampus. Maklum, waktu kuliah sering saya tidur di Sekretariat kampus.
Saya merasa senang berkenalan dengan Pak S. Orangnya selalu memberikan nasihat berbau agama yang dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman ruhaniny.
Ia pernah bercerita, tentang keajaiban sholat tahajud. Katanya, berdasarkan pengalaman rohaninya, keinginannya itu selalu terkabul.
Pernah suatu hari, S sangat ingin memiliki jam tangan. Ia tahajud memanjatkan permintaanya itu kepada Allah, alhamdulillah, tak lama kemudian S memiliki jam tangan itu. orang tuanya memberikan gratis untuknya.
Tak hanya itu, Pria yang beristrikan Polwan berbagi rahasia sukses denga tahajuan. ia bercerita tentang mencari jodoh.
Katanya, Saat masa pacarannya dengan sang kekasih. Saat itu, Pak S ingin segera memperistri pujaan hatinya. Sebut saja namanya Mawar.
“Ya Robb, mohon dia menjadi istri hamba,” pinta S dengan memohon kepada Allah dalam sholat tahajudnya.
Ia sering ulangi permintaanya itu saat sholat tahajud. Bagaimanapun, Mawar harus menjadi istri hamba, karena hamba begitu mencintainya. Seperti sabda Rosul, tidak ada pernikahan tanpa percintaan.
Singkat cerita, sayang seribu sayang ternyata, wanita pujaan Pak S, Mawar malah menikah dengan orang lain. Pak S pun begitu kecewa kepada Allah karena permintaanya itu tidak dikabulkan sama sekali. Padahal, Pak S yakin, pada sholat tahajud, Allah tidak akan menolak doa seorang , hamba. Sebab firmanNya  dalam Al-Quran, “Akuakan perkenankan doa yang bermohon kepadaKu apabia dia bermohon”.
Pak S pun kecewa. Ya Robb, kenapa aku memohon agar Mawar menjadi istriku tidak Kau kabulkan. Aku sangat kecewa dengan mu Ya Robb, doa ku tidak diperkenankan.
Setahun berlalu, Pak S pun akhirnya menemukan pengganti pujaan hatinya itu yang terlah dipingit orang.
Sebut saja namanya Melati. Ia seorang Polwan di Polda Jabar dengan tinggi 170 Cm, kulitnya putih, anggun mempesona.
“Seandainya saya menikah sama Mawar, saya akan menyesal,” kenang pak S.
“Lho kenapa Pak?, tanyaku
“Karena wanita yang saat ini menjadi istriku lebih cantik dari Mawar,”
Pak S pun akhirnya menyesal karena mengungkapkan kekecewaanya kepada Allah. Padahal, Allah memberikan istri yang  lebih baik buatnya.
Allah SWT tentu lebih mengetahui apa yang terbaik buat hambanya. Begitu juga dengan jodoh. Kadang, kita terlalu cinta terhadap orang, padahal di mata Allah orang itu belum tentu baik buat kita.
Seperti yang dialami sahabat saya, sebut saja inisialnya M. Ia curhat perihal perceraiannya dengan istrinya belum lama ini. perceraian itu dipicu gara-gara istrinya selingkuh dengan pria lain.
Padahal, saat pacaran, M begitu cinta sekali kepada istrinya itu. pernah saya juga diajak ngelancong ke rumah istrinya, saat masih pacaran.
M terpaksa menceraikan istrinya itu karena tidak tahan dengan sikap si istri yang telah menghianati kepercayaannya. Padahal, M bersama istrinya itu sudah memiliki dua buah hati. Tapi apa dikata, nasi telah menjadi bubur dan akhirnya M bercerai.
Kasus perceraian di Indonesia terbilang cukup tinggi. Tahun 2010 saja tercatat sebanyak 285.184 kasus.
Data yang dirilis Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, tahun 2012, jumlah penduduk Indonesia yang menikah sebanyak 2 juta orang, sementara 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian.Indra Noveldy, seorang Relationship Coach mengungkapkan salah satu penyebab utama tingginya angka perceraian adalah karena ketidakharmonisan antar pasangan. Banyak anggapan bahwa cinta dan romantisme dengan pasangan biasanya hanya ada pada awal-awal perkawinan.Menurut Indra, pasangan yang ideal adalah mereka yang selain menjadi istri/suami atau ibu/ayah juga mampu menjadi partner, sahabat sekaligus kekasih bagi pasangannya. Dengan menjalankan ketiga peran tersebut, maka romantisme dapat tercipta dengan baik.Sementara ada fakta atau anggapan yang mengatakan, Ayah bersikap cenderung ‘cuek’ sementara Ibu dianggap terlalu ‘menuntut’. Seringkali Ayah dianggap tidak mampu menunjukkan romantisme akhirnya berujung kepada kekecewaan.
Teringat akan hadits Rosullulah, nikahi perempuan karena empat perkara,karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya.Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung.

1 komentar:

  1. Tahajud Cinta | Tanyalah Ustazah
    Oleh: Ustazah Nourul Iman Niamat

    InsyaAllah Bermanfaat

    BalasHapus

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com