Minggu, 24 Maret 2013

Dilema: Kisah Dua Dunia Dari Kapal Pesiar


Cover buku Dilema: Kisah 2 Dunia dari Kapal Pesiar (Rumah Baca: 2012)

Saya termasuk orang yang punya keyakinan optimis, dan punya keyakinan bahwa hidup adalah sebuah kepastian, tak perlu keraguan. Keraguan hanya milik orang pesimis atau orang yang punya ambiguitas tinggi.
Ketika jalan-jalan ke toko buku Gramedia, dan menjumpai buku berjudul ”Dilema: Kisah 2 Dunia dari Kapal Pesiar” karya Hartono Rakiman, dkk (Rumah Baca: 2012) saya justru tertarik mengambil dan menelisik tentang isi buku itu. Keputusan itu saya ambil bukan dalam rangka ingin menjadi pengikut kelompok dilema, kelompok peragu, tapi justru ingin mengetahui apa yang melatarbelakangi orang hidup begitu dilematis. Adakah yang salah dengan hidup? Mengapa harus bingung? Bukankah setiap pertanyaan dan keraguan sudah ada jawabnya? Untuk kaum muslim tinggal merujuk pada Al Qur’an dan hadits Nabi. Untuk kaum Nasrani tinggal membuka Injil.
Secara umum buku itu terbagi 3 bagian: dilema pekerja muslim di kapal pesiar, dilema para keluarga yang sering ditinggalkan di rumah, serta yang terakhir dilema dua budaya.
Hmm, tema yang disodorkan tampaknya menarik dan menantang. Tulisan berangkat dari pengalaman penulis, yang pernah bekerja di kapal pesiar. Buku ini juga dilengkapi dengan testimoni-testimoni dari para pelaku, keluarga, anak dan pacar para pelaut. Membaca buku ini jadi serasa membaca kisah hidup anak manusia yang sebenarnya. Mengharukan sekaligus menginspirasi. Kata orang, hidup tak harus selalu mengalami, cukup belajar dari orang lain, dan pelajaran hidup ada di mana-mana, termasuk dengan membaca buku ini.
Memang benar, tokoh-tokoh yang ditampilkan adalah orang biasa, bukan tokoh besar macam Chairul Tanjung atau Jokowi yang sekarang sedang dibahas di mana-mana. Ini adalah kisah anak manusia biasa, yang merasa bahwa hidup harus dilalui apa adanya. Dalam buku ini, pertanyaan besar yang hendak dijawab adalah tentang apakah berdosa bekerja di papal pesiar? Hingga buku habis tandas saya baca, saya tak menemukan sedikitpun jawaban atas pertanyaan itu. Namun demikian, saya tak segera memvonis bahwa semua yang bekerja di kapal pesiar itu berdosa. Saya sungguh tak berani menjatuhkan vonis itu. Itu adalah wilayah prerogatif Tuhan yang tak bisa diganggu gugat. Saya hanya bisa berharap, saudara-saudara kita yang masaih bekerja di kapal pesiar segera mendapat pencerahan atau jawaban atas kegelisahan yang melanda hari-hari mereka di atas laut.
Review buku oleh Parama Wisnu Putra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com