Minggu, 15 Juli 2012

SUFI MUDA:Surat Untuk Seorang Sahabat

Sahabatku…

Saat aku tulis surat ini suasana hatiku sudah sedikit lega karena masalah-masalah yang selama ini menimpaku pelan-pelan telah diselesaikan dengan baik dan bijaksana oleh Tuhan Yang Maha Baik. Masalah ini bisa selesai tidak terlepas dari doa yang selalu engkau panjatkan kepada Tuhan dan aku sangat yakin engkau selalu memberikan doa untukku, aku minta atau tidak pasti engkau mendoakanku karena engkau adalah sahabatku dan aku selalu merasakan getaran doa yang engkau kirimkan dari dulu sampai sekarang.

Sahabatku…

Bulan lalu yang penuh berkah telah kita lewati dengan suka cita dan kita telah merayakan hari kelahiran Guru kita terkasih dengan begitu gembiranya. Aku masih ingat nasehat dari seseorang yang telah berpulang kehadirat Tuhan, bahwa kita sebagai murid dan sebagai hamba Tuhan dalam setahun akan mengalami 2 kali “Hisab” atau perhitungan yaitu di bulan kelahiran Guru dan bulan Muharram. Kebetulan untuk tahun ini jarak keduanya sangat berdekatan maka senang atau tidak senang kita mengalami “Hisab” dalam waktu yang berdekatan berarti kita akan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dalam waktu yang bersamaan.

Sahabatku…

Aku sangat bahagia karena engkau menjadikan aku sebagai sahabat tempat berbagi suka dan duka melewati segala macam tantangan hidup bersama dan selalu memberikan kepercayaan penuh kepadaku terhadap semua rahasia-rahasia hidupmu yang tidak ingin diketahui orang banyak.

Sahabatku…

Satu hal yang membuat aku sedih karena aku tidak menyangka selama ini ada seseorang yang menikamku dari belakang, menempatkan aku ke tepi jurang yang dalam dan tentu saja dia menyiapkan kedua tangan untuk bertepuk dengan gembira ketika aku jatuh. Sedih bukan karena fitnah yang menimpaku akan tetapi sedih karena aku tidak menyangka orang yang selama ini sudah aku anggap sebagai sahabat ternyata orang itu pula yang ingin mendorongku ke jurang yang dalam.

Dia bukanlah sahabat, kalau dia seorang sahabat andai ada kesalahan yang aku lakukan tentu dia akan memberikan nasehat kepadaku bukan menebarkan fitnah kepada orang lain yang justru membuka peluang bagi banyak untuk melakukan dosa.

Dia bukanlah sahabat, kalau dia sahabat maka dia akan bertanya kepadaku terhadap apa yang tidak dia senangi atau terhadap apa yang menurut dia keliru, bukan malah membisikkan berita buruk kepada semua yang membuka peluang kepada banyak orang untuk menjadi “pembunuh berdarah dingin” atau memfitnah.

Walaupun demikian, aku tidak pernah menyimpan dendam kepada siapapun karena aku sudah tidak bisa lagi dendam kepada siapapun karena sejak 7 tahun lalu rasa dendam itu sudah dihapus oleh Tuhan Yang Maha Mulia berkat doa syafaat dari Guru kita. Sejak 7 tahun lalu yang aku punya hanyalah rasa cinta dan rindu kepada Guru kita. Yang aku punya hanyalah keinginan untuk bisa terus menyenangkan kekasih Allah, memberikan pelayanan terbaik agar Beliau selalu bisa tersenyum dan bangga dengan murid-muridnya.

Sahabatku…

Orang itu bukanlah dirimu dan aku selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Adil agar selalu menjadikan kita sebagai sahabat dalam menegakkan kalimah Allah yang Maha Suci dan Maha Agung ini. Jika suatu saat aku berbuat salah apakah sengaja atau tidak, aku ingin sekali engkau menegurku layaknya seorang Guru menegur muridnya, aku ingin engkau memberikanku nasehat-nasehat sehingga aku tetap lurus berjalan di jaln-Nya.

Sahabatku…

Guru kita pernah berkata, “Kalau takut di hempas ombak jangan membuat rumah di tepi pantai”. Nasehat ini sangat tepat di alamatkan untuk kita. Resiko dalam menyampaikan kebenaran itu sedemikian besar. Serangan yang datang dari luar dan dalam tidak bisa kita hindari. Kalau kita bisa menghindari ombak besar maka percikan air yang membasahi baju tidak mungkin ter-elakkan. Menghadapi setan diluar diri sangat mudah namun menghadapi setan dalam diri sangat sulit dan terkadang yang lebih lebih sulit lagi menghadapi Malaikat yang sudah dipengaruhi oleh setan.

Sahabatku…

Nasehat Guru kita yang paling aku ingat adalah, “Jangan kau menjelekkan saudaramu, belum tentu engkau lebih baik dari dia”. Nasehat itulah yang terus berbekas dalam diri ini yang membuat aku berusaha sekuat tenaga agar tidak menjelekkan siapapun apalagi saudara sendiri.

Menjelekkan orang lain atau bergunjing sama dengan memberikan amal kita secara Cuma-Cuma kepada dia dan mengambil dosa dia dengan mentah-mentah untuk kita bersihkan lagi. Dosa sendiri sudah demikian menggunung untuk apa mengambil beban lain diluar kemampuan kita.

Sahabatku…

Banyak pelajaran yang aku ambil dari kejadian ini, paling tidak Tuhan telah memperlihatkan kepadaku mana emas mana batu, mana sahabat asli dan mana sahabat palsu.

Sahabatku…

Dalam setiap dzikir dan munajat kepada Ilahi, dalam setiap kesendirian aku selalu mengantarkan doa dengan linangan air mata khusus untukmu agar engkau menjadi kuat, tabah dan berani untuk terus mengibarkan panji Kebesaran Ilahi keseluruh pelosok Negeri.

Dipundakmu masa depan Nilai-nilai kebenaran ini berada dan kami semua dengan bangga berbaris rapi dibelakangmu memberikan dukungan penuh agar engkau terus berjalan, berjalan dan berjalan sampai mencapai kemenangan Sejati.

Sahabat, Satu hal yang sudah lama ingin aku sampaikan bahwa Guru kita sangat bangga denganmu walaupun kebanggaan itu tidak secara langsung diperlihatkan, mungkin agar engkau tidak terlena dan terus waspada dalam perjalanan ini.

Sahabatku…

Akhir surat ini, aku mohon agar sudi kiranya engkau mendoakan aku agar tetap kuat dan tabah dalam perjalanan ini, bisa menyelesaikan setiap masalah dengan baik dan bisa menjadi sahabat yang membuat dirimu menjadi bangga. Aku ingin menjadi kulit yang membungkus dagingmu agar engkau selalu nyaman terlindungi. Jika dalam perjalanan panjang ini engkau merasa letih dan lemah, izinkan aku merawatmu sampai engkau bisa melanjutkan perjalanan.

Semoga Tuhan Yang Maha Adil akan selalu mengikat hati kita berdua dalam tali persahabatan abadi dunia akhirat, Amin Ya Rabbal Alamin

Sahabat Setiamu

Sufimuda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com