Jumat, 15 April 2011

Misteri "Orang Berponsel" di Film Charlie Chaplin

Istilah "film bisu" biasanya mengingatkan kita kepada masa-masa Charlie Chaplin, saat film dibuat tanpa rekaman suara karena keterbatasan teknologi saat itu.

Bagaimana kalau film yang dibuat tahun 1928 itu ternyata merekam gambar orang yang disebut-sebut sedang menggunakan Ponsel?

Film komedi Charlie Chaplin "The Circus" pada masa itu sedang tayang di bioskop. Satu film dokumentasi dibuat untuk merekam antusiasme masyarakat menonton tayang perdana film tersebut di Manns Chinese Theatrfe di Hollywood.

Misteri "Orang Berponsel" di Film Charlie ChaplinCuplikan dokumentasi itu ternyata juga merekam seorang wanita tua bermantel dan bertopi dengan tangan yang menggenggam sesuatu. Benda itu ditempelkan sisi kiri wajahnya dan perempuan itu seolah berbicara. Tak ada orang lain di sekitarnya.

Keganjilan itu ditemukan oleh penggemar film George Clark di koleksi film Charlie Chaplin miliknya.

Clark menyebarkan keganjilan itu lewat YouTube dan sejak itu komentar-komentarpun bermunculan.

Belum ada penjelasan yang memuaskan semua orang. Ada yang menyebut perempuan itu mendengarkan radio portabel, tapi hal itu tak menjelaskan kenapa perempuan itu terlihat berbicara.

Yang lain mengatakan ia mungkin menderita skizofrenia dan gerak menutupi wajah adalah untuk menyembunyikan identitas bahwa dia sedang berbicara kepada diri sendiri.

Ada juga yang skeptis dan menyebut cuplikan itu hanya kelakuan Clark - yang punya rumah produksi Yellow Fever Productions - untuk mempublikasikan festival filmnya.

'Walkie-talkie' baru ada sekitar tahun 1940-an dan ukurannya masih sangat besar.Ponsel pertama kali muncul tahun 1980-an dan tetap saja lebih besar dari telapak tangan.

Clark memberikan komentar bercanda;Satu-satunya teori yang masuk akal adalah bahwa wanita itu adalah penjelajah waktu.

The Circus adalah salah satu film terakhir Charlie Chaplin. Film itu meraih Academy Award pada tahun 1929.

Film itu bercerita tentang sosok Tramp karyawan sirkus yang jatuh cinta dengan anak si bos.

Chaplin memproduksi film itu saat sedang "panas-panasnya" perselisihan hukum soal perceraiannya dengan Lita Grey. Dalam otobiografinya, Chaplin tidak menulis satu katapun soal film itu padahal The Circus kemudian dikenal sebagai salah satu karya terbaiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com