Minggu, 07 November 2010

Tidak Semua Misteri dapat Diungkap dan di Ilmiahkan

Nihil.

a. Pendahuluan
Sifat dasar manusia yang ingin tahu justru membuat ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat (sisi positif rasa ingin tahu). Dengan rasa ingin tahunya manusia akan selalu bertanya apa, mengapa dan bagaimana?Apa bukti bahwa bumi ini bulat?Apa bukti bahwa bulan pernah terbelah di jaman nabi Muhammad ? Apa yang akan terjadi bila unsur oksigen dipisahkan dari unsur hidrogen ? Apa ia masih disebut air ? Apa semua misteri dapat diungkap dan di ilmiahkan ? Mengapa manusia diciptakan ? Mengapa manusia diberi akal ? Bagaimana manusia diciptakan ?
Semua pertanyaan yang muncul akibat rasa ingin tahu adalah proses dalam upaya memperoleh ilmu pengetahuan. Dalam upaya memperoleh ilmu pengetahuan manusia juga akan dihadapkan pada kebenaran, apakah ilmu pengetahuan yang didapat itu padat kebenaran atau padat kesalahan? Dan apa yang dimaksud dengan kebenaran itu sendiri ? Lalu apakah kebenaran yang diperoleh adalah kebenaran yang ilmiah atau non ilmiah ? Dan ketika otak manusia tidak lagi mampu menjangkau sesuatu yang sulit diterima dengan nalar, maka kebenaran apa yang akan dipakai..?

b. Hakikat Kebenaran.
Sebelum pembahasan lebih lanjut maka perlu kita pahami dulu tentang hakekat kebenaran yang dalam pembahasan ini diuraikan berdasarkan sudut pandang kebenaran ilmiah, kebenaran non ilmiah, kebenaran filsafat dan kebenaran religi/agama yang merupakan kebenaran mutlak.

b.1 Kebenaran Ilmiah.

adalah suatu kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah. Dengan demikian kebenaran ilmiah berarti sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan karena sesuai dengan kaidah keilmuan atau metode ilmiah. Karakteristik keilmuan adalah : rasional, Empiris dan Sistematis.Kebenaran ilmiah dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis, koresponden dan koheran.
Kebenaran Pragmatis
: suatu pernyataan dianggap benar apabila memiliki manfaat praktis dan bersifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.Kebenaran Koresponden : suatu pernyataan dianggap benar apabila materi yang terkandung didalamnya berhubungan dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Teori kebenaran ini menggunakan logika induktif, yaitu kesimpulan akhir ditarik karena ada fakta-fakta yang mendukung yang telah diteliti dan dianalisa sebelumnya.Kebenaran Koheren : suatu pernyataan dianggap benar apabila konsisten dan memiliki koherensi dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Teori kebenaran ini menggunakan logika deduktif.

b.2 Kebenaran Non Ilmiah
adalah kebenaran yang tidak didasarkan pada penalaran logika ilmiah.Yang termasuk kebenaran ini antara lain :
Kebenaran karena kebutulan : Kebenaran ini tidak dapat diandalkan, didapat dari kebetulan.
Kebenaran intuitif : Kebenaran yang didapat dari proses luar sadar dan tanpa menggunakan penalaran serta proses berpikir. Kebenaran ini sukar dipercaya dan tidak bisa dibuktikan.
Kebenaran karena Trial dan Error
: kebenaran yang diperoleh karena mengulang-ulang pekerjaan, baik metode, teknik, materi dan parameter sampai akhirnya menemukan sesuatu. Ini memerlukan waktu yang lama dan biaya yang tinggi.

b.3 Kebenaran Filsafat
adalah suatu kebenaran yang diperoleh dengan cara merenungkan atau memikirkan sesuatu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, baik sesuatu itu ada atau munkin tidak ada.

b.4 Kebenaran Religi/agama.

adalah kebenaran yang diperoleh dari Yang Maha Pencipta melalui wahyu yang diturunkan kepada para nabi dan Rasulnya.

C. Tidak semua misteri dapat diungkap dan di ilmiahkan.

Merujuk pada pengertian kebenaran ilmiah di atas, maka penulis berpendapat bahwa tidak semua misteri bisa diungkap dan di ilmiahkan dan tentang kebenarannya beberapa diantaranya harus dikembalikan kepada kebenaran mutlak yaitu kebenaran religi.
Berikut beberapa contoh misteri yang menurut penulis akan sulit untuk diungkap dan di ilmiahkan.

1. Hanya Allah yang tahu “, tertulis dalam Al Qur’an surat Yaasin. Mustahil bagi manusia untuk mengungkap apa arti kata Yaasiin, karena hanya Allah lah yang mengetahui artinya. Ini berarti adalah sebuah misteri besar bagi manusia dan tidak mungkin akan terjawab.
2.
Kiamat juga merupakan sebuah misteri yang sangat sulit untuk diungkap oleh manusia, manusia tidak akan pernah bisa mengungkap dengan persis kapan datangnya. Kalau ada manusia yang mengatakan tahu kapan datangnya hari kiamat, itu hanyalah ramalan. Yang sampai saat ini ramalan tidak mendapat tempat dalam kebenaran ilmiah. Bahkan dalam agamapun kita dilarang mempercayai adanya ramalan.
3.
Jodoh, rejeki dan kematian adalah sebuah misteri yang tidak mungkin diungkap dan diilmiahkan oleh manusia. Siapa yang tahu kapan, dimana, jam berapa, dan hari apa kematian akan menjemput kita ? Demikian juga dengan jodoh dan rejeki tidak akan bisa diungkap dan diilmiahkan. Bisa saja harta datang dan hilang dalam sekejap dan tiba-tiba tanpa kita duga.
4.
Musibah yang menimba salah satu warga Kutai Timur “Noor Syaidah” yang pernah ditayangkan di Trans TV dalam acara empat mata dan sempat menghebohkan media massa, bagaimana ilmu pengetahuan bisa menjelaskan bahwa dari dalam perutnya bisa tumbuh kawat-kawat ?
5.
Sugesti, juga sebuah misteri yang belum bisa di ilmiahkan sampai saat ini. Karena dengan sugesti seseorang bisa melakukan penyembuhan diri atau melakukan hal yang semula diragukan.
6.
Kekuatan Supernatural, sejauh ini belum ada jawaban yang memuaskan tentang kekuatan supernatural apakah bisa di ilmiahkan.
7.
Manusia itu sendiri sebenarnya juga sebuah misteri. Sampai saat ini belum ada yang bisa menjelaskan hakikat manusia itu apa , padahal jumlah manusia di dunia ini sudah bermilyar-milyar, namun manusia tidak mampu mengetahui dirinya secara utuh. Dalam bukunya, “Man, The Unkown”, Dr. A.Carrel menjelaskan kesukaran yang dihapadapi untuk mengetahui hakikat manusia. Dalam buku tersebut digambarkan bahwa manusia telah frustasi mengetahui siapa dirinya.
Manusia akan selalu bertanya karena manusia adalah sebuah misteri.

“ Aku datang – entah kapan ,
aku ini – entah siapa ,
aku pergi – entah kemana,

aku akan mati – entah kapan ,

aku heran bahwa aku gembira “.
( Martinus dari Biberach ,tokoh abad pertengahan ).

DAFTAR PUSTAKA

Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003.
Moh.Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Agustus, 2003.Penalaran, http://id.wikipedia.org/wiki/penalaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com