Jumat, 12 November 2010

Spesies Ikan Baru Ditemukan Jauh di Bawah Permukaan Laut Pasifik Selatan

Para ilmuwan telah menemukan spesies baru ikan hidup hampir 4,5 mil (7,25 km) di bawah permukaan Samudra Pasifik.

Ikan putih seperti malaikat itu ditemukan pada 10 September di parit Peru-Chili di Pasifik Selatan oleh sebuah tim internasional ahli biota laut yang dipimpin oleh Alan Jamieson dari University of
Aberdeen Skotlandia. Para ilmuwan juga menemukan belut dan krustasea yang hidup di parit lepas pantai barat Amerika Selatan. Makhluk-makhluk itu belum pernah diamati pada kedalaman tersebut, dimana sinar matahari tidak pernah menembus dan tekanan air hampir 10.000 pon per inci persegi.

"Temuan-temuan kami menyingkap spesies yang beragam dan melimpah pada kedalaman yang sebelumnya dianggap ikan tidak mungkin hidup, akan meminta memikirkan kembali populasi laut pada kedalaman ekstrim," kata Jamieson, yang memimpin peneliti dari Jepang dan Selandia Baru dalam proyek ini.

Ghostly White Snail
Para peneliti menemukan makhluk-makhluk itu selama ekspedisi tiga minggu di mana mereka mengambil lebih dari 6.000 gambar pada kedalaman antara 4.500 dan 8.000 meter (15.000 sampai 26.000 kaki).

Misi terbaru - 31 Agustus - 20 September - adalah misi ketujuh dalam tiga tahun dengan sebuah proyek penelitian kolaborasi antara Oceanlab Universitas Aberdeen, Institut Penelitian Kelautan Universitas Tokyo dan Institut Nasional yang meneliti Air dan Atmosfer dari Selandia Baru.

Ekspedisi sebelumnya telah mengidentifikasi spesies lain dari ikan yang mirip kecebong putih ini di dalam parit laut Jepang dan Selandia Baru.

Para ilmuwan juga menemukan banyak udang besar seperti krustasea

"Untuk menguji apakah spesies ini akan ditemukan di semua parit laut, kami mengulangi eksperimen di tempat lain Samudera Pasifik di Peru dan Chile, sekitar 6.000 mil dari pengamatan terakhir kami," ujar Jamieson. "Apa yang kami temukan adalah bahwa memang ada spesies snailfish lain yang unik hidup pada jarak 7.000 meter - benar-benar baru untuk ilmu pengetahuan, yang tidak pernah tertangkap atau terlihat sebelumnya"

Jamieson mengatakan para ilmuwan juga mengamati belut dan udang besar seperti krustasea yang melimpah di parit laut

"Ini menimbulkan pertanyaan mengapa dan bagaimana mereka bisa hidup begitu dalam di parit ini bukan di tempat lain," kata Niamh Kilgallen, seorang ahli makhluk hidup dari intitut Selandia Baru.

"Temuan ini mendorong re-evaluasi terhadap keanekaragaman dan kelimpahan kehidupan pada kedalaman ekstrim," ujar Jamieson.(cnn.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com