Minggu, 07 November 2010

Energi Kebaikan Vs Energi Kejahatan

Melihat fenomena kemiskinan kota saat ini, alam bawah sadarku terbang kembali menuju Lampung. Provinsi ke tiga yang menjadi pilihan hidupku. Di sebuah Kota, di Bandar Lampung tepatnya .

Tahun 2003 adalah tahun di mana masa peralihan dari Mahasiswa yang serba idealis menjadi manusia yang bertemu dunia nyata ” Its the Real World” istilah kerennya. Perjumpaan ku dengan senior- senior kampus membawa ku mengembara ke alam dunia praktis penuh pengembaraan.

Pekerjaan pertama ku adalah seorang Fasilitator di sebuah Badan Perencanaa Pembangunan Daerah (BAPPEDA), bekerjasama dengan Worl Bank, URDI,UNDP .Bukan instansinya yang akan kugambarkan tapi apa yang akan kukerjakan saat itu.

Singkat kata. Aku memfasilitasi program-program pemberdayaan masyarakat dan isu kemiskinan kota. Disinilah Aku banyak belajar bagaimana perjuangan hidup sesungguhnya.

Masih ingat dalam pikiranku sebuah Kecamatan. ” Panjang” namanya. Mempunyai arti luas namun singkat. Kecamatan ini terdiri dari beberapa kelurahan termasuk panjang utara,panjang selatan dan lain sebagainya. Apa yang menarik dari kecamatan ini? Ehmmm

sebuah kecamatan yang unik. Disinilah lokalisasi berada. Perempuan-perempuan berbusana seksi, menggoda,dan tempat pelampiasan nafsu lelaki hidung belang. “Jangan menjudge mereka, STOP!

Kalian pasti berpikir daerahnya seperti apa? tepat seperti yang kalian bayangkan. Daerah ini tak pernah sepi dari aktivitas malam. Daerah yang rawan kekerasan, karena setiap malam pasti ada saja yang mabuk dan berkelahi. Kemiskinan mereka mungkin sampai kiamat tak kan berakhir. Kemiskinan yang disistemkan sedemikian rupa.

Setiap tiga sampai enam bulan sekali mereka selalu berpindah tempat, kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah , tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga sekitar untuk membina mereka. Memberikan pelatihan menjahit, salon dan kreativitas lainnya hanya bertahan sementara. Begitu waktunya tiba mereka akan pergi entah ke mana. menjelajah kota-kota yang baru mungkin sampai di tempat Anda saat ini. Yang tersisa hanya lah orang-orang lama yang memang sudah menikah dan menetap di daerah ini. Mereka Berganti dengan yang baru fressh , cantik, menggelitik.

Kecamatan Panjang adalah kecamatan yang berbeda dengan daerah lainnya. Potensi nya ada di perbukitan seperti way laga,Way Gubak, disinilah mayoritas orang Banten (sunda) bermukim bercocok tanam dan menjadi petani, sebagian menjadi pekerja kasar. Makanya jangan menjudge dulu!. Selain itu ada kelurahan yang mengandalkan laut sebagai sumber pencahariannya, karena kecamatan ini berada dekat dengan laut. Dan terkenal dengan Pelabuhan Panjangnya. Daerah ini juga dikenal dengan industrinya, banyak pabrik hebar berdiri di kecamatan ini.Unik bukan?

Kembali ke urusan di bawah perut tadi. Energi kebaikan bersanding dengan energi kegelapan .Bukan kemauan mereka untuk menjadi seperti itu, bukan kehendak mereka menjadikan syahwat sebagai penyambung hidup. Inilah yang pernah saya singgung dalam beberpa tulisan sebelumnya . TUHAN ADA DI TEMPAT PELACURAN.

Kenapa bisa? Kalu mejelang sore, magrib dan waktu sembahyang lainnya. kita masih bisa melihat anak-anak mengaji, bersekolah agama, belajar ajaran agama islam dan lain sebagainya. Sungguh pemandangan yang kontras dengan aktivitas keseharian orang tua mereka. Kita bisa melihat rumah bordill dan rumah ibadah berdekatan. Satu tempat mengaji satu tempat lainnya berkaraoke ria mengumbar syahwat. ehmm.

Mereka mengatakan bahwa boleh saja mereka pelacur, namun mereka tidak menginginkan anak-anak emreka mengikuti jejaknya. Keunikan lainnya, Penduduk di daerah ini sangat ramah, setiap Aku melewati daerah ini menuju rumah RT- RW (pamong warga) yang kebetulan sebagiannya merangkap sebagai germo (mucikari). Masya Allah pejabat teras tingkat 6 dan 7 pun di sini ada yang merangkap sebagai mucikari. Luar biasa.

Dengan dada bergemuruh biasanya sepanjang jalan Aku akan disapa manja ” mampir mas, mampir mas, mampir ke sini mas! Kalimat ini banyak diplesetkan teman-teman sebagai ” vampir mas! hehehehehhe

Ada syurga di tempat ini, ketika kebaikan -kebaikan masih kulihat.Mereka saling membantu, mereka saling menyapa dan mereka tidak menuhankan materi seperti warga kota lainnya. ” buat makan saja sulit mas, apalagi mau macem-macem”. Kalimat nerimo, namun menyentuh.

Sebut saja Pak dedy,namanya. Kuli pelabuhan Panjang yang pertama kutemui. Dia adalah relawan yang banyak membantu semasa kerja yang mungkin orang normal tak kan mau melakukannya. Wajah kumal, dekil,jenggot tak beraturan. Kesan orang miskin kebanyakan.Namun tak kuduga ketika pembicaraan mengalir dari mulutnya. Bicaranya sopan, halus dan tertata rapih. Loh siapa gerangan orang ini? Setelah sekian lama akhirnya dia mengaku bahwa dia pernah kuliah di Bandung dan, karena sesuatu hal dia melarikan diri ke lampung. Aku diajak mampir ke rumahnya, yang kuanggap bukan rumah. Seperti maaf kandang kerbau. karena atapnya rumbia, dinding rumahnya geribik dan atapnya bocor di sana-sini. Dari beliaulah aku mengerti bahwa hidup ini begitu keras. Penghasilannya yang apa adanya kontras dengan kebutuhan sehari-hari. Ditambah istri dan anak-anaknya yang membutuhkan sekolah.Sebagai kuli panggul semen di pelabuhan. Uang yang dihasilkan seharian masih berkisaran ribuan. Makanya sampai kiamat mereka akan miskin. Uang hanya habis dipaaki untuk membeli air minum dan makan.

Ketika kutawari menjadi relawan, dia sangat bersemangat. ” saya mau mas Yosef”.

“ehmm lagi-lagi kutemukan orang yang salah mengeja namaku, tapi tak apalah” kata batinku.

Syurga ada dan menaungi orang-orang ini. ditengah kemiskinan mereka mau meluangkan waktunya untuk membantuku menjelajah ke kampung satu ke tempat yang lainnya. Memetakan kondisi permukiman, mengadakan focus group discussion. sebuah diskusi partisipastif yang melibatkan warga dalam menidentifikasi potret kemiskinan di daerahnya.

sekadar indformasi Kemiskinan bukan hanya digambarkan dari kriteria pemerinath

1. Rumahnya berdinding geribik

2.Atapnya rumbia

3.Lantainya dari tanah

4.Makan sekali sehari

Kesemua kriteria itu tak berlaku. Makanya harus ada kesepakatan warga tentnag kriteria kemiskinan yang sesuangguhnya. Sebagai contoh . BIal ada rumah berdinding geribik dan rumah berdinding bata siapa yang miskin? mungkin kalau memakai kriteria pemerintah yang berdinding geribiklah yang miskin.

Tapi menurut warga rumah yang berdinding bata lah yang miskin. Karena mungkin di situ dihuni 5 kepala keluarga dan semuanya menganggur. Jadi harus dibantu.

sebuah potret realitas yang tidak selesai hanya dilihat dan menyampaikanya secara statistik oleh Badan Pusat statistik (BPS).BPS , benarkah datamu?

Sampai akhirnya, nasib Pak Dedy inipun berubah dari orang biasa, miskin, tidak dikenal dan dilecehkan ,beliau mulai merambah ke tingkatan RT, Rw dan kemudian aktif di kelurahan dan akhirnya aktif menjadi relawan di kecamatan. Terakhir dia megucapkan terimakasih bahwa hidupnya mulai berubah.

Sekarang 2010, Aku di Jakarta.Entah bagaimana nasibnya kini?

Aku selalu berdoa syurga untuk dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com