Jumat, 30 Juli 2010

Song Sheng, si Bocah Ikan dari China !


Bocah lelaki berumur 14 bulan itu diduga menderita kelainan genetis yang menyebabkan tubuhnya tidak bisa mendinginkan diri. Kondisi itu disebut sebagai Lamellar ichthyosis.

Menurut dokter-dokter yang merawatnya, kulit Song mengelupas hingga menyerupai sisik dan mengeras karena tidak bisa berkeringat atau mengeluarkan panas. Kondisi itu membuat Song Sheng mendapat julukan "Bocah Ikan". Sisik itu muncul beberapa hari setelah dia lahir.

Yang membuat hati kedua orangtuanya sedih adalah ketika melihat Song Sheng kepanasan. “Dia sangat kesakitan. Kami harus meletakkannya di sebuah bak berisi es. Kalau tidak, dia akan demam,” kata Song Dehui, ayahnya.

Sayangnya, kata dokter, hingga kini belum ada obat untuk kondisi yang dialami Song Sheng. Hanya satu dari setiap 600.000 orang di dunia yang menderita kelainan genetis ini.

“Menurut dokter, Song Sheng hanya bisa dirawat, tapi tidak bisa disembuhkan. Jadi, kami hanya berdoa agar ada mukjizat atau obat tradisional untuk putra kami,” kata Song Dehui dengan nada pilu.

Penyakit serupa pernah diderita Lin Tianzhuan, warga Shuimen, China. Bedanya, Lin menderita penyakit itu setelah berusia 13 tahun. Saat itu, kulit keras mulai tumbuh di kedua tangan dan kakinya.

“Awalnya hanya benjolan kecil yang sangat keras. Saya mencoba menghilangkannya dengan mengoleskan antibiotik dan krim, tetapi tidak ada hasilnya,” kata pria 38 tahun itu. “Bahkan, makin lama, benjolan makin banyak dan memburuk. Dalam waktu singkat, kulit keras seperti karang itu memenuhi lengan dan kaki, bahkan sampai ke punggung dan kepala,” kata lelaki yang dijuluki "Manusia Karang" oleh tetangga-tetangganya itu.

“Lama-lama saya menjadi seperti batu. Sangat menakutkan,” kenangnya. Sejak itu, Lin menjadi penyendiri. Ia memilih mengurung diri di rumah, sementara teman-teman dan tetangganya menjauh darinya.

Bila harus keluar rumah, Lin terpaksa menutupi tubuhnya dengan selimut. “Kalau tidak, orang yang melihat akan menjerit ketakutan,” ungkapnya.

Beruntung, Lin sudah bisa disembuhkan. Sebuah klinik kulit, Fuzhou Dermatosis Prevention Hospital, meneliti penyakitnya dan berhasil menemukan obat untuknya.

Lin sembuh setelah menjalani pengobatan dan operasi selama setahun. Tubuhnya bersih dari kulit-kulit yang mengeras mirip karang. Kini, hanya tinggal bekasnya. “Dia masih memerlukan radioterapi untuk beberapa waktu. Namun, perkembangan kesehatannya sangat bagus,” kata dr Liu Yinghong, Wakil Direktur Fuzhou Dermatosis Prevention Hospital.

Masih ingat dengan Dede Koswara? Warga Bandung, Jawa Barat, yang pernah menjadi berita dunia medis internasional ini juga mengalami kondisi serupa. Oleh media asing, dia dijuluki "Tree Man" alias "Manusia Pohon". Sayangnya, Dede tidak seberuntung Lin. Kulit mengeras Dede yang mirip pohon dan sempat hilang setelah beberapa kali operasi itu kini tumbuh lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com