Senin, 14 Juni 2010

Kehidupan Remaja Malaysia dan Remaja Indonesia, Indonesian POV



AF Guru
Group Icon

Group: Members
Posts: 3,402
Joined: 26-November 05
From: England




Apabila diusut sejarahnya, Bangsa pribumi Malaysia dan Bangsa pribumi Indonesia mempunyai nenek moyang yang sama. Tidak banyak perbedaan yang kentara pada kedua bangsa ini pada awal mulanya, tetapi perjalanan waktu telah menciptakan perbedaan yang cukup kentara diantara Bangsa Malaysia dan Bangsa Indonesia.
Hal yang sama juga berlaku pada kaum remaja kedua bangsa tersebut. Lebih banyak persamaan yang ada pada kedua kaum remaja tersebut, baik di sisi positif maupun di sisi negatifnya, daripada perbedaanya. Sebagai contoh, dalam hal yang positif, sebagai bangsa Asia, kedua kaum remaja tersebut masih menjunjung tinggi tata kesopanan pada umumnya. Mereka masih mempunya sebuah panggilan khusus untuk orang yang lebih tua, walaupun berbeda-beda, seperti Kak, Abang, Mbak, Mas, Uda, Kang, dan lain-lainnya.


Ataupun budaya saling kunjung-mengunjungi yang masih banyak dilakukan oleh remaja-remaja Malaysia dan Indonesia. Secara umumnya, tali persaudaraan dan silaturahmi diantara mereka masih kuat, yang juga berakibat akan kuatnya kekompakan dan kesetia kawanan antara satu anak dengan anak lainnya, walaupun terkadang sering disalah gunakan.


Dan dalam hal yang negatif, kedua kaum tersebut masih berbagi satu kelemahan yang membedakan mereka dari kaum remaja negara-negara barat, yaitu keaktifan dan keberanian untuk bertanya. Kaum remaja Indonesia dan Malaysia, yang sebetulnya tidak terbatas pada mereka saja, termasuk juga kaum dewasanya, masih cenderung bersifat pasif untuk mengetahui sesuatu. Sebagian besar dari mereka masih menunggu untuk diberitahu, bertolak belakang dengan prinsip masyarakat barat, yaitu hanya dengan bertanya kita dapat tahu.


Walaupun begitu tentu saja ada perbedaandiantara remaja Indonesia dan remaja Malaysia. Beberapa sifat perbedaan yang cukup kentara diantara kedua remaja tersebut adalah kesopanan, kekreatifan, kedisiplinan, ketertiban cara berpakaian, dan beberapa sifat lainnya. Memang, dalam hal kesopanan, remaja Malaysia dinilai masih lebih sopan daripada remaja Indonesia. Mereka begitu sopan kepada orang tuanya, gurunya, ataupun siapa saja yang lebih tua dari mereka dan mereka hormati. Bandingkan dengan remaja Indonesia, terlebih lagi remaja Jakarta. Mereka bahkan berani untuk menghina gurunya didepan guru itu tanpa merasa malu.


Dari segi kesopanan, remaja Malaysia telah mendapat nilai lebih daripada remaja Indonesia. Tapi bagaimana dari segi kekreatifan? Apakah remaja Malaysia juga dapat mengungguli remaja Indonesia? Apabila kita lihat dari cara hidup remaja Malaysia, rasanya hal itu agak susah tercapai. Cara hidup yang serba mudah di Malaysia secara tidak langsung telah mengurangi kekreatifan remaja Malaysia. Apabila kita melihat kehidupan remaja Indonesia, dapat kita lihat bahwa mereka begitu kreatif. Hal itu secara tidak langsung dikarenakan oleh cara hidup yang begitu susah dan bermasalah di Indonesia. Remaja Indonesia dipaksa untuk melakukan/membuat sesuatu yang lain daripada yang lain agar tidak tersisih dari pergaulan.


Mengenai bidang kedisiplinan dan ketertiban, mungkin dalam sekilas saja dapat dikatakan bahwa remaja Malaysia lebih disiplin dan lebih tertib. Budaya antri adalah sesuatu yang biasa bagi mereka, tapi bagaimana kalau budaya itu diterapkan secara spesifik di kalangan remaja Indonesia? Apakah remaja Indonesia dapat menerima dan menerapkannya? Mungkin tidak.


Bicara tentang kedisiplinan & ketertiban, tidak lengkap kalau tidak membicarakan tentang pelanggaran peraturan. Memang tidak mungkin kalau tidak ada remaja Malaysia yang melanggar peraturan, tentunya ada. Seperti layaknya remaja Indonesia, merokok juga merupakan hal yang biasa ditemukan dalam kehidupan remaja Malaysia, walaupun tidak banyak dari mereka yang berani melakukannya secara terang-terangan. Penganiayaan juga sesekali terjadi diantara remaja Malaysia, walaupun tidak sampai ke tahap yang amat parah seperti tawuran.


Dan kemudian dari cara berpakaian. Memang, selera orang itu berbeda-beda. Dan mungkin itulah yang terjadi pada perbedaan cara berpakaian remaja Indonesia dan remaja Malaysia. Sekilas tidak ada yang berbeda antara cara berpakaian mereka, tetapia apabila diperhatikan dengan lebih mendetail, terlihat bahwa cara berpakaian remaja Malaysia, khususnya yang berada, terkesan lebih eksentrik daripada remaja Indonesia.


Bagaimanapun juga, seperti yang sudah saya tulis diatas, bahwa sebenarnya bahwa Bangsa Malaysia dan Bangsa Indonesia berasal dari satu kaum yang sama (baca:ras Melayu*). Bagaimanapun juga kita cari perbedaan diantara mereka, akan tetap lebih banyak persamaannya. Sekian.

*Nota:
Arti atau pengertian “Melayu” adalah suatu ras yang punya salah satu ciri fisik yaitu berkulit sawo matang. Ada pendapat yang mengatakan, bahwa ras Melayu merupakan hasil pencampuran antara ras Mongolia yang berkulit kuning, Dravisa yang berkulit hitam, dan Arian yang berkulit putih. Dalam pengertian ini, semua orang yang berkulit coklat (sawo matang) di seluruh nusantara digolongkan sebagai ras Melayu. Dengan demikian masyarakat Indonesia yang sebagian besar berkulit sawo matang termasuk kelompok ras Melayu. Mereka tersebar di pulau-pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Oleh karena itu sering terdengar sebutan-sebutan Melayu Aceh, Melayu Riau, Melayu Batak, Melayu Bugis, Melayu Dayak, Melayu Ambon, dan sebagainya.





Oleh: Lutfi Prayogi - Mantan Siswa SIK / Pemenang Lomba Menulis Bulan Bahasa 2003/2004

This post has been edited by tengkuafif: Jan 8 2006, 10:34 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 SHARE DARI ANDA SANGAT BERHARGA BUAT BANYAK ORANG, SAMPAIKANLAH WALAU 1 AYAT, SEMOGA BERMANFAAT.

Jika anda merasa artikel diatas berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, silahkan share / bagikan artikel diatas ke banyak orang lewat facebook / twitter anda.
Semoga anda mendapatkan pahala setelah membagikan artikel diatas, semoga setelah anda bagikan banyak bermanfaat buat semua orang, amin.

( Sampaikanlah walau satu ayat, untuk kebaikan kita semua )

Salah satu cara mencari pahala lewat internet adalah dengan menyebarluaskan artikel, situs/blog dan segala kebaikan yang diperoleh darinya kepada orang lain. Misalnya adalah kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan sebagainya.

Apa Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas
Silahkan gunakan profile ( Anonymous ) jika anda tidak mempunyai Account untuk komentar

Jika anda ingin berpartisipasi ikut menulis dalam blog ini atau ingin mengirim hasil karya tulisan anda, membagikan informasi yang bermanfaat buat banyak orang lewat tulisan anda silahkan kirim tulisan anda ke email saya bagindaery@gmail.com
Tulisan anda akan dilihat dan dibaca oleh ribuan orang tiap harinya setelah anda mengirimkannya ke bagindaery@gmail.com