Sabtu, 08 Desember 2012

(Dubes Yugo Era 1965) Rahasia Umur Panjang Budimir Loncar

Rahasia Umur Panjang Budimir Loncar, Dubes Yugo Era 1965KOMPAS/Robert Adhi KspBudimir Loncar, Dubes Yugoslavia untuk Indonesia era 1965, berkunjung ke kantor Redaksi Harian KOMPAS, Rabu (25/4/2012) siang, ditemani Kepala Desk Muda Chris Pudjiastuti (tengah) dan Redaktur Senior August Parengkuan

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Yugoslavia untuk Indonesia pada era tahun 1960-an, Budimir Loncar, hari Rabu (25/4/2012) siang muncul di kantor Redaksi Harian Kompas. Budimir Loncar yang kini menjadi Penasihat Khusus Presiden Kroasia itu diterima Redaktur Senior Kompas August Parengkuan.
Budimir Loncar adalah satu dari sedikit diplomat yang berperan dalam kelahiran Gerakan Non Blok, yang masih aktif. Loncar adalah saksi mata sejarah perubahan dan kebijakan politik dunia. Ia pernah menjadi utusan khusus Sekjen PBB bidang Gerakan Non Blok di PBB di New York dan Jakarta (1993-1996) dan Menteri Luar Negeri Yugoslavia (1987-1991).
Loncar menjadi salah satu pembicara kunci dalam peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung. Ia berbicara tentang sejarah pembentukan dan perkembangan GNB dan relevansinya dengan dunia sekarang yang sudah banyak berubah.
Tahun 1965-1969, Loncar bertugas sebagai Duta Besar Yugoslavia (sebelum terpecah) untuk Indonesia di Jakarta. "Saya sahabat Soekarno dan Adam Malik. Saya dekat dengan mereka," katanya. "Soekarno adalah pemimpin yang berkharisma dan mengesankan. Tapi kadang-kadang melampaui realitas," ujarnya.
Hubungan Loncar dengan Bung Karno sangat dekat karena terkait hubungan Presiden Yugoslavia (waktu itu) Josef Broz Tito dengan Bung Karno. "Saya ingin menulis buku mengenai Bung Karno. Ada banyak hal yang belum diketahui orang," katanya.
Budimir Loncar enggan menjawab berapa sebenarnya usianya saat ini. Namun diperkirakan usia diplomat itu lebih dari 80 tahun dan mendekati 90 tahun. Seluruh rambutnya sudah memutih. Namun Loncar masih ingat dengan angka-angka ketika menjawab pertanyaan.
Loncar masih sering membaca buku, antara lain buku-buku memoar dan buku yang membahas kepribadian. Ia tinggal di New York bersama istri, dua anak, dan lima cucunya.
Apa rahasia Anda berumur panjang? "Yang pasti, mental, fisik, dan seks harus tetap terjaga," jawabnya santai.
Editor :
Robert Adhi Ksp

(Bukan Promosi) Rahasia Seperempat Abad KFC

http://www.kfc.com/about/images/hm_montage.jpgPendahuluan
Kentucky Fried Chicken (KFC) merupakan pioneer restoran cepat saji di tanah air, berdiri di Indonesia pada Oktober 1979. Persaingan restoran cepat saji yang ada di Indonesia tak terhitung jumlahnya yang bermunculan di berbagai kota ditanah air, dari mulai Mc Donald atau Pizza Hut sampai restoran kelas warung tenda, dari restoran franchise asing hingga waralaba lokal, dari restoran bertarif ratusan ribu hingga yang menyajikan makanan seharga Rp. 15 ribu setiap porsinya.
Pada tahun 1990 Mc Donald masuk Indonesia, KFC nyaris tenggelam, namun pada ulang tahun peraknya pada tahun 2004 lalu, KFC mengklaim pertumbuhan rata-rata 10 % per tahun, jumlah gerai pun setiap tahunnya bertambah hingga sekarang berjumlah 220 gerai di 37 kota di tanah air.
Kunci sukses KFC dalam bisnis restoran siap saji adalah, brand equity yang dibangun dengan strategi komunikasi yang efektif, inovasi produk, gerai experiencing dan harga kompertitif. Keempat elemen pemasaran itu dilakukan secara simultan dibungkus dengan benang merah peremajaan.
Targeting
Dalam menghadapi para kompetitor dan persaingan yang cukup ketat pada bisnis restoran cepat saji KFC selalu melakukan analisa kompetitor setiap harinya dan apa yang diinginkan customer pada setiap saat. Konsep Komunikasi dan desain yang cenderung berjiwa muda, dalam hal ini KFC tidak semata-mata menargetkan untuk segmen anak-anak muda, melainkan restoran keluarga. Komunikasinya memang dipilih berjiwa remaja, karena remaja merupakan inspirator di keluarga.
Diferensiasai
Yang menjadi brand equity KFC adalah :
1. Komunikasi yang efektif
2. Inovasi produk
3. Gerai experiencing
4. Harga yang kompetitif
5. Gerai yang kompetitif dan strategis
Competitive Positiononing
Kunci sukses KFC dalam bisnis restoran cepat saji adalah brand equity yang dibangun dengan kuat, melalui strategi komunikasi yang efektif, produk yang berkualitas, gerai yang experiencing dan harga yang kompetitif, dan yang tidak kalah pentingnya adalah KFC menyadari betul bahwa orang pergi ke restoran tidak bukan semata-mata karena kualitas dan rasa makanan melainkan karena value added yang ditawarkan, yaitu kemasan, baik kemasan makanan, service maupun asset. Packaging yang bercitra rasa premium akan menunujukkan sebarapa berkualitas KFC. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah gimmick dan citra rasa merek, itulah yang selalu dikembangkan KFC dalam menempatkan produk pada benak konsumen.
Kinerja Service Quality
· Reability atau Keandalan dalam hal ini KFC memberikan layanan yang cepat, akurat dan kompeten. Sejak krismon pada tahun 1997 KFC mengembangkan restoran cepat saji bersuasana kafe dengan pelayanan yang cepat, bisa dibilang pelayanan bintang 5 dengan harga yang reasonable.
· Assurance atau jaminan, KFC menanamkan pada setiap pelanggannya dengan kenyakinan akan kinerjanya yang bagus, kredibilitas, aman, bebas resiko dan keraguan, merupakan kunci sukses utama KFC dalam mengembangkan bisnis restoran cepat saji dan menjadi pioner restoran cepat saji di tanah air.
· Tangibles atau bukti fisik, KFC setiap tahunnya selalu mengembangkan setiap gerainya yang dulunya identik dengan tua seperti yang digambarkan oleh Kolonel Sanders, kemudian KFC memutuskan untuk merubahnya dengan gerai flagship di sejumlah tempat dengan tujuan sebagai image builder bahwa KFC tidak lagi identik dengan tua. Komunikasi yang dikembangkan KFC cukup efektif, yaitu dengan konsep dan desain flagship store yang cenderung berjiwa muda. Kemudian untuk fasilitas layanan yang diberikan yaitu KFC membangun outdoor sitting untuk orang-orang yang merokok, kemudian ada double deck free land untuk anak-anak, warung internet dan special function room, sebagai tempat pertemuan, rapat dan acara ulang tahun, itu merupakan fasilitas yang diberikan oleh KFC dan nilai lebih dari KFC yang tidak sekedar sebagai restoran untuk makan saja.
· Empaty, KFC selalu melakukan analisa kompetitor dan apa yang diinginkan oleh setiap pelanggan pada setiap harinya, dengan pelayanan yang ramah, sopan, respek dan komunikatif. Serta menciptakan produk baru yang menjadi trend setter.
· Responsiviness atau data tangkap, KFC selalu memilih tempat yang mudah untuk diakses atau tempat yang strategis, sehingga mudah dijumpai.

Semua Tentang Palestina & Israel (Special Full Version + Pic)


Oleh Emad Efanah (*

Gaza kini memasuki fase yang memungkinkan untuk mengalami ledakan bersamaan dengan terhentinya 80% gerak nadi kehidupan akibat hilangnya BBM di sana, krisis akan mengendalikan seluruh bidang kehidupan setelah penderitaan akibat kekosongan BBM itu mendekati setahun.

Gaza memasuki fase “ledakan”. Bersamaan dengan dinas kesehatan yang kehilangan 300 jenis obat-obatan penting dan darurat, krisis akan mengancam kehidupan ratusan pasien sakit di Gaza.

Gaza memasuki fase “ledakan”. Bersamaan dengan ngototnya pemerintah Abbas ingin menggagalkan semua usaha pemerintah di Gaza untuk menyelesaikan krisis BBM dan listrik melalui penandatanganan kesepakatan-kesepakatan dengan negara-negara dan perusahaan di luar negeri untuk mengimpor BBM dan untuk mengaitkan masalah itu dengan masalah listrik, maka krisis ini hampir menjerumuskan pada kondisi hancurnya semua kesemapatan untuk membangun di atas kesepakatan-kesepakatan rekonsiliasi dan usaha merenovasi “rumah internal Palestina” untuk satu barisan menghadapi rencana jahat Israel.

Gaza dan Tepi Barat memasuki fase “ledakan”. Bersamaan dengan ngototnya Israel melanjutkan aksi pelanggaran-pelanggarannya terhadap hak tawanan Palestina di penjara Israel yang tidak lagi mengindakan komitmen mereka terhadap perjanjian pertukaran tawanan, maka krisis ini hampir akan mendorong bangsa Palestina, terutama kelompok perlawanan mengambil langkah tegas terhadap Israel. 

Mereka melakukan ini dalam rangka membalas tindakan permusuhan Israel terutama di tengah bahaya yang mengancam kehidupan tawanan yang sedang mogok makan secara umum. Terutama, tawanan Hana Ash-Shalabi, aleg tawanan Ahmad Haji Ali, dan tawanan senior Abbas Sayyid yang mengalami usaha pembunuhan pengecut di balik sel penjara Israel.

Tepi Barat memasuki fase ledakan. Bersamaan dengan ngototnya Fatah dan Otoritas Palestina mengingkari berbagai macam kesemapatan rekonsiliasi di Kairo dan di Doha dan kesepakatan-kesepakatan lainnya, maka ngotornya Fatah untuk memperparah perpecahan melalui berlanjutnya tindakan anti nasionalisme ini terutama:

- Koordinasi bahkan kerjasama perbauran keamanan dengan Israel melawan warga Palestina dan para pejuangnya,

- Penghancuran ekonomi sistemik melalui kesepakatan Paris yang hina,

- Politik pemecatan kepegawaian dan penutupan lembaga sosial dengan berbagai bentuknya,

- Konspirasi terbuka blokade Gaza dan penjerumusan wilayah itu dalam berbagai krisis,

- Sikap diam yang memalukan yang ditampakkan oleh dunia Arab dan Islam atas berbagai pelanggaran Israel terhadap bangsa Palestina, tanah airnya dan tempat sucinya,

Maka situasi ini akan menyeret kepada ledakan melawan Otoritas Palestina di Ramallah. Seterusnya akan mendorong kepada perlawanan terhadap penjajah Israel sehingga akan tercipta “revolusi Palestina” yang terorganisir dan di bawah kendali. Warga Palestina di Tepi Barat akan berusaha membebaskan diri dari Otoritas Palestina Abbas setelah selesai tugas-tugasnya. Untuk selanjutnya, Jordania akan diseret oleh Israel dan dilibatkan agar ikut bermain dalam melakukan kekerasan kepada perlawanan di Tepi Barat agar singsana kerajaan tetap terjaga.

Gaza dan Tepi Barat, bahkan Al-Quds memasuki fase ledakan. Namun perlawanan di Tepi Barat terbelenggu, dikejar dan dikriminalkan. Al-Quds merintih di bawah serangan bengis Israel berupa yahudisasi. Hanya Gaza yang bisa melakukan perlawanan dengan kesabaran dan ketegarannya menghadapi musuh Israel.

Umat Islam ini memasuki fase ledakan menghadapi para rezimnya. Bersamaan keberhasilan revolusi di Tunis, Mesir, Libia dan Yaman, maka umat harus bersatu menyatukan arah kompasnya ke Palestina dan Al-Quds untuk menerapkan slogan abadi “rakyat ingin membebaskan Palestina – rakyat ingin membebaskan dan menyatukan Irak – rakyat ingin mengusir penjajah dari Afganistan – rakyat ingin menyatukan Sudan”.


Pangkalan militer Israel mungkin akan memperluas penjajahannya ke Suriah dan Iran. Maka apakah perlawanan di Gaza bertahan menunggu dipukul musuh kemudian ia akan berjuang membela diri sendirian?

Kenapa perlawanan tidak mengambil prakarsa inisiatif sendiri melakukan serangan pukulan atau bahkan mengirim pesan menggentarkan dan berdarah kepada musuh Israel dan antek-anteknya untuk memaksa semua pihak agar membebaskan kami dari luka ini.

Jika mereka membiarkan Gaza meledak, membiarkan Gaza membalas, membiarkan Gaza maju membelas dendam, maka mereka sebenarnya membiarkan Gaza hidup agar umat ini tetap hidup. (*/infopalestina)
 
Khalid Meshal

Setelah 45 Tahun, Pemimpin Hamas Kembali ke Gaza

GAZA - Pemimpin Hamas dalam pengungsian Khalid Meshal dijadwalkan akan kembali ke tanah Palestina untuk pertama kalinya sejak 45 tahun. Meshal dikabarkan akan kembali ke Gaza hari ini waktu setempat.
Meshaal tidak pernah menginjakan kakinya di wilayah Palestina sejak meninggalkan Tepi Barat ketika dirinya berusia 11 tahun. Keputusannya ini diambil setelah kelompok pejuang Palestina di Gaza terlibat pertempuran dengan Israel selama delapan hari, bulan lalu.
Khaled Meshaal
Konflik delapan hari itu berakhir dengan gencatan senjata yang dinegosiasikan dirinya lewat mediasi Mesir. Sejak itu pula, Meshaal mengutarakan untuk meraih faksi Palestina lainnya.
"Ada suasana baru yang membuat kami untuk mendukung dilakukannya rekonsiliasi," ucap Meshaal di Qatar, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/12/2012).
Meshaal akan tinggal di wilayah pesisir Gaza selama 48 jam. Kedatangannya ini berkaitan dengan perayaan kemenangan atas pertempuran melawan Israel November lalu. Perayaan ini juga bertepatan dengan peringatan 25 tahun berdirinya Hamas.
Sekira 170 warga sipil Palestina tewas dalam pertempuran bulan lalu, sementara di pihak Israel korban tewas mencapai enam jiwa. Sebagian besar korban tewas adalah warga sipil tak berdosa.
Israel sendiri menolak berakhirnya pertempuran itu adalah bentuk kemenangan Hamas. Mereka mengklaim, rangkaian serangan udara yang dilesakkan ke Hamas, telah memperlemah kekuatan kelompok pejuang Palestina itu.
 
 

Israel Ancam Bunuh Pimpinan Palestina Ini

Pimpinan Jihad Islam Palestina, Ramadan Shalah

YERUSALEM - Israel mengancam akan membunuh Pemimpin Jihad Islam Ramadan Shalah, bila Shalah memasuki wilayah Jalur Gaza. Selain Shalah, Israel juga merencanakan pembunuhan tehradap wakil Shalah, Ziad Nakhla.

Pemerintah Mesir mengatakan, Israel menolak kehadiran Shalah ke Gaza. Hal itupun membuat Jihad Islam melakukan peninjauan ulang terhadap rencana kunjungannya ke Gaza. Kunjungan itu akan dilakukan Shalah bertepatan dengan Perayaan Hut Hamas ke-25. Demikian diberitakan Maan, Jumat (6/12/2012).

Sementara itu, Pemimpin Hamas Khaled Meshal juga dikabarkan akan kembali ke Gaza setelah 45 tahun berada di pengungsian. Meshal meninggalkan Tepi Barat di saat usianya masih 11 tahun. Kedatangan Meshal ke Gaza juga bertepatan pada Hut Hamas.

Meshal dijadwalkan akan bertemu dengan sejumlah gerakan dan warga di Jalur Gaza. Meshal juga akan menjenguk korban yang terluka dalam konflik Palestina Israel beberapa pekan yang lalu.

Menurut salah seorang pejabat Hamas, Abu Zuhri, kunjungan Meshal merupakan hasil kemenangan Hamas dari pendudukan Israel. Meshal kembali hadir di Gaza usai Mesir memprakarsai gencatan senjata Palestina dan Israel.

Sejauh ini, Meshal tinggal di Damaskus, Suriah, sebelum akhirnya pindah ke Mesir. Meshal menerima kritik pedas dari Suriah karena enggan mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dan pindah ke Mesir.

Suriah pun sempat menuduh Meshal bersekongkol dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) guna memuluskan upayanya untuk memimpin Palestina. Pada saat yang sama, Suriah menyebut Meshal menjual perjuangannya sendiri untuk sebuah kekuasaan.

Sebagai Pemimpin Hamas, Meshal juga mendukung pembaharuan keanggotaan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Meski demikian, kemenangan Palestina di PBB patut disertai dengan perjuangan bangsa Palestina.
 
 
 Ancam Boikot Produk, Barat Ramai-ramai Kecam Israel,

NAZARET - Australia, Inggris dan Prancis memanggil Duta Besar Israel di negara masing-masing dan mengecam rencana pembangunan properti di wilayah Palestina.

“Australia sejak lama menentang rencana pembangunan perumahan oleh Israel. Aktivitas ini merusak kemungkinan solusi dua negara,” demikian Menlu Australia Bob Carr.

Menlu Carr juga menyatakan, tindakan Israel itulah yang membuat Negeri Zionis itu tak pernah aman dari serangan militan Palestina.

Sementara, Uni Eropa mengancam akan menerapkan sanksi ekonomi bagi Israel dengan memisahkan produk yang dihasilkan pemukiman yahudi di wilayah Palestina.

Sanksi tersebut sebagai respon keras atas berlanjutnya proyek pemukiman Israel di wilayah jajahan.

Surat kabar Israel Maarev edisi Kamis (6/12) menyebutkan Eropa berupaya mempercepat sanksi ekonomi dengan memisahkan produk Israel di pasar Eropa.

''Pemisahan produk Israel sebagai langkah protes atas putusan Israel membangun 3.000 unit pemukiman baru di Tepi Barat dan Alquds,'' sebut Maarev yang dikutip Infopalestina.

Uni Eropa akan mengajukan draf aturan tersebut ke dewan Kemenlu Uni Eropa. Ini agar rencana 'boikot' produk Israel itu segera mendapatkan persetujuan sehingga Uni Eropa bisa langsung menerapkannya.

Inggris dan Prancis juga mengeluarkan pernyataan serupa. Amerika Serikat (AS) juga mengecam, namun seperti biasa, menyampaikannya dengan lembut dan halus.
 

Syahid 16 Tahun Lalu, Jenazahnya Masih Utuh dengan Satu Jari Tegak

 
Jenazah Khalil

GAZA - Khalil al-Syarif Khalil meninggal dunia 16 tahun yang lalu. Ia berasal dari Palestina. Ia syahid ketika melawan serdadu Israel.

Beberapa waktu lalu, kuburan Khalil tanpa sengaja kembali tergali. Sudah menjadi kebiasaan di Palestina menyatukan jenazah para syuhada di kuburan yang sama.

Juga menjadi kebiasaan di Timur Tengah dan Arab mengebumikan jenazah di liang lahat yang telah lama digunakan.

Namun, semua orang langsung terkejut ketika mereka menemukan jenazah Khalil yang tidak dimamah oleh tanah dan masih utuh.

Jenazahnya bahkan seperti baru saja dikebumikan satu jam saja. Satu jari telunjuknya tegak, seperti orang tengah melakukan tasyahud dalam shalat. [sa/wangold]
 

Israel Benar-benar Merasa Dipermalukan di Depan PBB

 

NEW YORK - Kamis (29/11) menjadi hari yang paling menyedihkan bagi Israel. Sidang Umum PBB yang digelar di New York, Amerika Serikat itu benar-benar telah menampar muka Zionis Israel. Di forum itu, Israel benar-benar dipermalukan.
Dukungan mayoritas masyarakat dunia terhadap Palestina dan peningkatan status keanggotaannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi sebuah kekalahan memalukan. Sekutu Israel pun membelot dengan mendukung status Palestina di PBB.
Mehr News (30/11) melaporkan, koran Haaretz terbitan Tel Aviv menurunkan laporan yang menilai persetujuan mayoritas anggota PBB terhadap peningkatan status Palestina sebagai negara pengamat di PBB, merupakan kekalahan memalukan untuk Israel.
Disebutkan pula bahwa hasil voting untuk peningkatan status keanggotaan Palestina di PBB itu juga merupakan peringatan kepada para pejabat Israel bahwa "kesabaran dunia atas penjajahan telah habis."
Anggota Parlemen Israel Bakar Bendera Palestina
Kalap denga kekalahan yang dialami, sejumlah anggota parlemen rezim Israel (Knesset) membabi-buta membakar bendera Palestina.
Sekelompok anggota Knesset dipimpin Michael Ben-Ari dan Arieh Eldad menggelar demonstrasi di depan kantor PBB di Baitul Maqdis menentang peningkatan status Palestina di PBB menjadi negara pengawas bukan anggota.
Mereka juga melakukan aksi pembakaran bendera Palestina yang berujung bentrok dengan polisi. Demikian dilaporkan Qodsna (30/11).
Perbuatan ceroboh para thing tank dan pengambil keputusan rezim Zionis itu menunjukkan kemarahan pejabat Israel atas keberhasilan yang diraih bangsa Palestina di arena internasional, dan kekalahan pahit dalam perang delapan hari di Gaza.

Negara-negara anggota PBB, Kamis 29 November 2012, menyetujui peningkatan status keanggotaan Palestina sebagai negara pengamat di PBB dengan 138 suara setuju dan sembilan menentang.

Menyusul peningkatan status keanggotaan tersebut, Palestina dapat mengadukan pelanggaran Israel dalam memperluas pembangunan permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan dan masalah lain kepada lembaga-lembaga internasional.

Amerika Serikat dan Kanada termasuk di antara negara yang menentang permohonan Palestina sementara Inggris dan Jerman menyatakan abstain.
 
 

Puluhan Pesepakbola Dunia Tak Sudi Israel Jadi Tuan Rumah Piala Eropa

Eden Hazard (Chelsea)

PARIS -- Puluhan pesepak bola ternama menandatangani sebuah sikap penolakan putusan UEFA yang menunjuk Israel sebagai tuan rumah Piala Eropa U-21 pada tahun depan.
Kelompok pemrotes yang dimotori Frederik Kanoute itu mempertanyakan keputusan UEFA yang menunjuk Israel sebagai tuan rumah perhelatan kompetisi sepak nola yang menjunjung nilai-nilai fair play.
Pesepak Bola Kecam Israel, UEFA BungkamDikutip Al Arabiya, Sabtu (1/12), serangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan ratusan orang, dan empat di antaranya sedang bermain sepak bola, serta menghancurkan Stadion Gaza.
Insiden itu membuat 62 pesepak bola itu antipati dengan UEFA. Di antara nama yang mengkritik penunjukan Isael itu adalag gelandang Chelsea, Eden Hazard, penggawa Paris Saint-Germain (PSG) Jeremi Menez, pemain Arsenal Abou Diaby, serta ujung tombak Newcatle United, Demba Ba.
Protes yang dilancarkan sebab ulah yang ditunjukkan militer Zionis dengan menyerang penduduk Palestina itu sangat kontradiksi dengan arti sportivitas yang harus dijunjung dalam dunia sepak bola.
Pemain sepak bola yang berbasis di London dan Paris membuat protes agar, "UEFA memberi kartu merah kepada Israel." Dengan begitu maka penunjukan tuan rumah itu bisa dibatalkan.
Sayangnya, mengetahui ada kelompok pesepak bola yang mendukung Palestina itu membuat UEFA bungkam. Mereka menolak berkomentar dengan aksi protes 62 pesepak bola itu.
Hanya saja, sebelumnya, Presiden UEFA Michel Platini menyatakan, terpilihnya Israel melalui proses yang adil berdasarkan sistem pemilihan yang demokratis. Platini tidak meragukan faktor keamanan dan percaya sepenuhnya dengan pemerintah Israel. Piala Eropa U-21 diselenggarakan pada 5-18 Juni di Yerusalem, Tel Aviv, Netanya, dan Petach Tikva.
 Semua artikel diatas berasal dari: http://www.atjehcyber.net/
 
 
 

(FULL PIC) 11 Kisah Keajaiban Yang Terjadi Di Perang Gaja,Palestina

11 Kisah - Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih687bff18KvSxYBJToEwIGa7oMo_FBULXv6q-_fLaMrzB5xluuiSdsZ5NzkyusFRzpI7qpqVYUkUSQp4Yp8FEuNXeNQc9WDP9BCBFj7Qb0nwicqklhrsldxyKw5rBqADhXgqQmA1-S9H3/s320/Ada+pasukan+misterius+di+gaza+1.jpgGaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi.
Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
 
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini.
Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini.
Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.
Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
 
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia.
Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
 
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas.
Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

1.  Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
 
 
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuan
g al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam.
Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam.
Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah?
Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
 
2. Suara Tak Bersumber
 
 
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah”
yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi.
Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter.
“Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya.
Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

3. Pasukan Tidak Dikenal
 
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel. Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
 
4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
 
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

5. Padam Api
 
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para miujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
 
6. Merpati dan Anjing
 
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan.
Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
 
7. Kabut pun Ikut Membantu
 
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

8. Selamat Dengan al-Qur’an
 
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,
‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),”
jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

9. Harum Jasad Para Syuhada
 
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya.  Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah.
Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar.
Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

10. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
 
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak.
“Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza.
Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)
 
11. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
 
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.
 
Sumber :
Thoriq - www.blak-blakan.com