ARTIKEL PILIHAN

GOOGLE TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ARTIKEL PILIHAN

Beriktu gambar Penampakan Makhluk Halus Dan Cerita Dibaliknya

Written By Situs Baginda Ery (New) on Kamis, 16 Agustus 2012 | 13.14

Penampakan Makhluk Halus Dan Cerita Dibaliknya

Foto penampakan makhluk halus selalu menjadi sebuah foto menarik yang tak bisa dilewatkan. Rasa penasaran campur rasa takut, membuat foto-foto penampakan menjadi sangat menarik. Berikut ini beberapa foto penampakan hantu yang paling terkenal di dunia, beserta sejarahnya..

(foto ini diambil di sebuah hutan di Australia tahun 1959. Tampak seorang wanita di tengah hutan yang sedang memegang tangannya di depan wajahnya)

(wanita ini berfoto di sebuah museum tahun 1987. Ketika sedang berpose di sebuah mobil antik, ia merasa kedinginan, walaupun saat itu tengah musim panas. Ia mengaku bahwa ia berfoto sendirian di mobil itu, lalu siapakan ‘sosok’ yang duduk di sebelahnya??)

(lemari ini merupakan sebuah furniture dari awal abad ke-20. Seorang fotografer memotretnya untuk katalog toko, namun ternyata tampak sebuah tangan yang ‘ikut’ berpose bersama lemari tersebut)

(foto ini diambil ketika masa PD II. Sosok yang ada dalam gambar dipercaya sebagai sosok arwah tentara PD II yang terus menghantui sebuah ruang bawah tanah)

(Dalam foto ini nampak wanita bernama Diane sedang duduk di kursi sebuah gereja. Dalam foto yang diambil oleh suami Diane ini nampak sesosok bayangan duduk di belakang Diane. Menurut legenda, sosok tersebut merupakan Lady in White yang suka menyembuhkan orang yang tengah sakit. Diane sendiri menyatakan bahwa ketika foto itu diambil ia memang tengah meminum obat untuk penyakitnya)

(dalam foto ini tampak Robert A Ferguson, seorang penulis yang tengah memberikan seminar. Ketika hasil foto diperlihatkan padanya, menurut Robert ‘sosok’ bayangan di sebelahnya merupakan saudara lelakinya yang telah meninggal beberapa tahun lalu)

(Nyonya Andrew memotret kuburan anaknya di tahun 1940. Ketika melihat hasil gambarnya ia sangat terkejut, saat ada sesosok balita diatas kuburan sang anak. Menurut seorang paranormal yang menyelidiki gambar ini, ada kuburan balita di dekat kuburan anak nyonya Andrew)

13.14 | 0 komentar | Read More

INSPIRASI SEMUA: Nicholas McCarthy Seorang Pianist Bertangan Satu

Nicholas McCarthy Seorang Pianist Bertangan Satu

Sebagai seorang remaja mencari tempat bersekolah untuk pianist muda, Nicholas McCarthy ditolak untuk audisi dan penguji dia mengatakan kalau dia tidak akan pernah berhasil

Hanya memiliki satu tangan, kepala sekolah mengatakan kepadanya, selalu menghalangi dia untuk maju dan mengatakan kepadanya agar dia tidak menghabiskan waktu dia dan orang lain.

Pasti sebagian besar orang akan menyerah ketika diperlakukan seperti itu, McCarthy sekarang dikenal sebagai pianist bertangan satu pertama yang lulus dari sekolah musik Royal College.

di audisi awal itu, dia mengatakan. "Ini benar-benar membuat saya hancur hati karena hanya ini yang saya ingin lakukan

"Bagaimana ini mungkin?"

"Saya bisa merasakan ini akan menjadi perjuangan yang sangat berat, tapi itu membuat saya lebih bertekad, saya orang yang cukup keras kepala."

Nicholas McCarthy dilahirkan 23 tahun yang lalu di Tadworh, Surrey. Dilahirkan tanpa tangan kanan.

Ketika muda dia belajar secara otodidak keyboard electric, dan belum memulai belajar piano sampai dia berumur 14 tahun.

McCarthy awalnya ingin menjadi seorang juru masak tetapi berubah haluan ketika seorang temannya memainkan piano sonata oleh Beethoven untuknya, yang membuat ia "tercengang".

Pada usia 17 ia menempatkan namanya di departemen junior dari sekolah musik dan drama Guildhall di London, memenangkan hadiah tahunan yang berupa piano.

Lalu ia melanjutkan studinya di tempat bergengsi universitas musik Royal di London, lulus bulan lalu.

Kepala perguruan tinggi bagian piano, Prof Vanessa Latarche, mengatakan muridnya telah "sangat giat" dalam mengatasi beberapa tantangan besar seperti mengembangkan stamina untuk menyajikan sebuah resital 50-menit dengan satu tangan.

"Dia telah menjadi inspirasi besar bagi rekan-rekannya dengan menunjukkan apa yang mungkin dapat dicapai dengan cacat yang dimilikinya" katanya.

McCarthy adalah anggota dari orkestra pertama untuk orang cacat - paraorchestra - yang bermain untuk atlet Paralympic bulan lalu untuk menyambut mereka ke London.

"Ketika saya pertama kali bergabung dengan orkestra, beberapa musisi yang buta sebagian dan sepenuhnya buta tidak percaya aku sedang bermain dengan satu tangan, itu pujian besar bagi saya," katanya.

"Musik ini semua ditulis untuk tangan kiri saja, aku tidak mengubah apa pun, aku bermain musik seperti yang tertulis.

"Ini ditulis dengan sangat cerdik, tapi kamu harus sangat cepat dan baik dengan pedalling untuk mempertahankan note dasar saat bermain top notes."

Ravel, Prokofiev dan Bartok adalah salah satu komponis yang telah menulis karya hanya untuk tangan kiri.

McCarthy mengatakan, dia pikir banyak orang datang untuk melihat dia tampil "untuk rasa ingin tahu dan berpikir 'bagaimana ini mungkin?'".

"Bagi banyak orang, reaksi pertama adalah heran, ada beberapa orang yang berpikir saya akan bermain dengan backing track, tapi ini hanya saya dan tangan kiri saya.."

Minggu depan ia akan tampil di Malta di kantor perdana menteri negara itu dan pada bulan September dia akan memainkan konser malam pertamanya di Fairfield Halls di Croydon.

McCarthy determinasi dan keyakinan yang ditanamkan dalam dirinya sejak usia dini oleh orang tuanya Ray dan Julie yang bukan pemusik.

Salesman Ray, 46, mengatakan ia selalu membiarkan anaknya melakukan hal-hal orang katakan dia tidak bisa lakukan.

Dia mengatakan anaknya adalah salah satu yang pertama antara rekan-rekannya naik sepeda setelah ia memodifikasi sepeda itu dengan meletakkan kedua tuas rem di sisi kiri.

"Anda bisa memungkinkan untuk didefinisikan oleh masyarakat, oleh warna kulit, keyakinan ras, atau cacat, tetapi jika Anda memutuskan Anda tidak akan, anda tiram di dunia," katanya.

"Anda bisa membiarkan masyarakat menilai, oleh warna kulit, keyakinan , ras, atau cacat, tetapi jika Anda memutuskan Anda tidak menjadi yang mereka definisikan, Anda akan mampu mencapai apapun yang Anda inginkan dalam hidup ini," katanya.

Semoga cerita ini dapat menginspirasi agan2..
13.13 | 0 komentar | Read More

Terimakasih Pak Hamid, Kami Bangga Menjadi Murid Bapak


Kali ini blog bagindaery ingin menshare sebuah kisah yang patut kita renungkan dan kita jadikan teladan buat kita mengenai sosok yang sangat bisa buat kita jadi bersedih dan mungkin jadi semangat.
 
Pak Hamid duduk termangu. Dipandanginya benda-benda yang berjajar di depannya dengan masygul. Bertahun-tahun dimilikinya dengan penuh kebanggaan. Dirawat dengan baik hingga selalu bersih dan mengkilap. Jika ada orang yang bertanya, Pak Hamid akan bercerita dengan penuh kebanggaan.

Siapa yang tidak bangga memiliki benda-benda itu? Berbagai plakat penghargaan yang diterimanya selama 35 tahun pengabdiannya sebagai guru di daerah terpencil. Daerah terisolasi yang tidak diminati oleh guru-guru yang lain.

Namun Pak Hamid ikhlas menjalaninya, walau dengan gaji yang tersendat dan minimnya fasilitas sekolah. Cinta Pak Hamid pada anak-anak kecil yang bertelanjang kaki dan rela berjalan jauh untuk mencari ilmu, mampu menutup keinginannya untuk pindah ke daerah lain yang lebih nyaman.

Kini masa itu sudah lewat. Masa pengabdiannya usai sudah pada usianya yang keenam puluh. Meskipun berat hati, Pak Hamid harus meninggalkan desa itu beserta keluarganya. Mereka tinggal di rumah peninggalan mertuanya di pinggir kota. Jauh dari anak didik yang dicintainya, jauh dari jalan tanah, sejuknya udara dan beningnya air yang selama ini menjadi nafas hidupnya.

“Hei, jualan jangan sambil melamun!” teriak pedagang kaos kaki di sebelahnya. Pak Hamid tergagap.

“Tawarkan jualanmu itu pada orang yang lewat. Kalau kamu diam saja, sampek elek ra bakalan payu!”* kata pedagang akik di sebelahnya.

“Jualanmu itu menurutku agak aneh,” ujar pedagang kaos kaki lagi. “Apa ada yang mau beli barang-barang seperti itu ? Mungkin kamu mesti berjualan di tempat barang antik. Bukan di kaki lima seperti ini”.

Pak Hamid tak menjawab. Itu pula yang sedang dipikirkannya. Siapa yang tertarik untuk membeli plakat-plakat itu? Bukanlah benda-benda itu tidak ada gunanya bagi orang lain, sekalipun sangat berarti baginya ?

“Sebenarnya kenapa sampai kau jual tanda penghargaan itu ?” tanya pedagang akik.
“Saya butuh uang.”

“Apa istri atau anakmu sedang sakit ?”
“Tidak. Anak bungsuku hendak masuk SMU. Saya butuh uang untuk membayar uang pangkalnya.”

“Kenapa tidak ngutang dulu. Siapa tahu ada yang bisa membantumu.”
“Sudah. Sudah kucoba kesana-kemari, namun tak kuperoleh juga.”

“Hei, bukankah kau punya gaji...eh... pensiun maksudku.”
“Habis buat nyicil montor untuk ngojek si sulung dan buat makan sehari-hari.”

Penjual akik terdiam. Mungkin merasa maklum, sesama orang kecil yang mencoba bertahan hidup di kota dengan berjualan di kaki lima .
“Kau yakin jualanmu itu akan laku?”penjual kaos kaki bertanya lagi setelah beberapa saat. Matanya menyiratkan iba.
“Insya Allah. Jika Allah menghendaki aku memperoleh rejeki, maka tak ada yang dapat menghalanginya.”

Siang yang panas. Terik matahari tidak mengurangi hilir mudik orang-orang yang berjalan di kaki lima itu. Beberapa orang berhenti, melihat-lihat akik dan satu dua orang membelinya. Penjual akik begitu bersemangat merayu pembeli. Rejeki tampaknya lebih berpihak pada penjual kaos kaki. Lebih dari dua puluh pasang kaos kaki terjual. Sedangkan jualan Pak Hamid, tak satupun yang meliriknya.

Keringat membasahi tubuh Pak Hamid yang mulai renta dimakan usia. Sekali lagi dipandanginya plakat-plakat itu. Kegetiran membuncah dalam dadanya. Berbagai penghargaan itu ternyata tak menghidupinya. Penghargaan itu hanya sebatas penghargaan sesaat yang kini hanya tinggal sebuah benda tak berharga.

Sebuah ironi yang sangat pedih. Tak terbayangkan sebelumnya. Predikatnya sebagai guru teladan bertahun yang lalu, tak sanggup menghantarkan anaknya memasuki sekolah SMU. Sekolah untuk menghantarkan anaknya menggapai cita-cita, yang dulu selalu dipompakan ke anak-anak didiknya. Saat kegetiran dan keputusasaan masih meliputinya, Pak Hamid dikejutkan oleh sebuah suara.

“Bapak hendak menjual plakat-plakat ini?” seorang lelaki muda perlente berjongkok sambil mengamati jualan Pak Hamid. Melihat baju yang dikenakannnya dan mobil mewah yang ditumpanginya, ia sepertinya lelaki berduit. Pak Hamid tiba-tiba berharap.

“Ya...ya..saya memang menjual plakat-plakat ini,” jawab Pak Hamid gugup.
“Berapa bapak jual setiap satuannya?”

Pak Hamid berfikir,”Berapa ya? Bodoh benar aku ini. Dari tadi belum terpikirkan olehku harganya.”

“Berapa, Pak?”
“Eee...tiga ratus ribu.”
“Jadi semuanya satu juta lima ratus. Boleh saya beli semuanya ?”

Hah! Dibeli semua, tanpa ditawar lagi! Kenapa tidak kutawarkan dengan harga yang lebih tinggi? Pikir Pak Hamid sedikit menyesal. Tapi ia segera menepis sesalnya. Sudahlah, sudah untung bisa laku.

“Apa bapak punya yang lain. Tanda penghargaan yang lain misalnya ...”
Tanda penghargaan yang lain? Pak Hamid buru-buru mengeluarkan beberapa piagam dari tasnya yang lusuh. Piagam sebagai peserta penataran P4 terbaik, piagam guru matematika terbaik se kabupaten, bahkan piagam sebagai peserta Jambore dan lain-lain piagam yang sebenarnya tidak begitu berarti. Semuanya ada sepuluh buah.

“Bapak kasih harga berapa satu buahnya ?”
“Dua ratus ribu.” Hanya itu yang terlintas di kepalanya.

“Baik. Jadi semuanya seharga tiga juta lima ratus ribu. Bapak tunggu sebentar, saya akan ambil uang di bank sana itu.” kata lelaki perlente itu sambil menunjuk sebuah bank yang berdiri megah tak jauh dari situ.
“Ya...ya..saya tunggu.” kata Pak Hamid masih tak percaya.

Menit-menit yang berlalu sungguh menggelisahkan. Benarkah lelaki muda itu hendak membeli plakat-plakat dan berbagai tanda penghargaannya? Atau dia hanya penipu yang menggoda saja? Pak Hamid pasrah.

Tapi nyatanya, lelaki itu kembali juga akhirnya dengan sebuah amplop coklat di tangannya. Pak Hamid menghitung uang dalam amplop, lalu buru-buru membungkus plakat-plakat dan berbagai tanda penghargaan miliknya dengan kantong plastik, seakan-akan takut lelaki muda itu berubah pikiran.

Dipandangnya lelaki muda itu pergi dengan gembira bercampur sedih. Ada yang hilang dari dirinya. Kebanggaan atau mungkin juga harga dirinya. Pak Hamid kini melipat alas dagangannya dan segera beranjak meninggalkan tempat itu, meninggalkan pedagang akik dan kaos kaki yang terbengong-bengong. Entah apa yang mereka pikirkan. Namun, ia tak sempat berfikir soal mereka, pikirannya sendiri pun masih kurang dapat mempercayai apa yang baru saja terjadi.

“Lebih baik pulang jalan kaki saja. Mungkin sepanjang jalan aku bisa menata perasaanku. Sebaik mungkin. Aku tidak ingin istriku melihatku merasa kehilangan plakat-plakat itu. Aku tidak ingin ia melihatku menyesal telah menjualnya. Karena aku ingin anakku sekolah, aku ingin dia sekolah!” Pak Hamid bertutur panjang dalam hati.

Ia melangkah gontai menuju rumah. Separuh hatinya begitu gembira, akhirnya si bungsu dapat sekolah. Tiga setengah juta cukup untuk membiayai uang pangkal dan beberapa bulan SPP. Namun, separuh bagian hatinya yang lain menangis, kehilangan plakat-plakat itu, yang sekian tahun lamanya selalu menjadi kebanggaannya.

Jarak tiga kilometer dan waktu yang terbuang tak dipedulikannya. Sesampainya di rumah, istrinya menyambutnya dengan wajah khawatir.

“Ada apa, Pak? Apa yang terjadi denganmu? Tadi ada lelaki muda yang mencarimu. Dia memberikan bungkusan ini dan sebuah surat. Aku khawatir sampeyan ada masalah.”

Pak Hamid tertegun. Dilihatnya kantong plastik hitam di tangan istrinya. Sepertinya ia mengenali kantong itu. Dibukanya kantong itu dengan terburu-buru. Dan...plakat- plakat itu, tanda penghargaan itu ada di dalamnya! Semuanya! Tak ada yang berkurang satu bijipun! Apa artinya ini? Apakah lelaki itu berubah pikiran? Mungkin ia bermaksud mengembalikan semuanya. Atau mungkin harga yang diberikannya terlalu mahal.

Batin Pak Hamid bergejolak riuh. Segera dibukanya surat yang diangsurkan istrinya ke tangannya. Sehelai kartu nama terselip di dalam surat pendek itu.

Pak Hamid yang saya cintai,
Saya kembalikan plakat-plakat ini. Plakat-plakat ini bukan hanya berarti untuk Bapak, tapi juga buat kami semua, murid-murid Bapak. Kami bangga menjadi murid Bapak. Terima kasih atas semua jasa Bapak.

Gunarto, lulusan tahun 75.


Tak ada kata-kata. Hanya derasnya air mata yang membasahi pipi Pak Hamid.


UPDATE LAGI NIH GAN,BIAR AGAN2 BISA MELIHAT LEBIH JELAS BAGAIMANA SOSOK PAK HAMID YANG SEDERHANA DIBAWAH INI ADA GAMBAR PAK HAMID YANG SAYA PERBESARKAN LEWAT SOFTWARE ADOBE PHOTOSHOP
Spoiler for SOSOK SEDERHANA PAK HAMID:

11.54 | 0 komentar | Read More

Ayat 1000 Dinar Di Dalam A l Quran Mempunyai Kisah Indah

Kisah Ayat 1000 Dinar di dalam Al Quran



Lafadznya:

Bismillahirrahmanirrahim…..

Wa maiyattaqillaha yaj’al lahu mukhrajaw-Wa-yarzuqhu min hai-tsu laa yahtasib…Wa maiyatawakkal ‘alallahi fa-huwa hasbuh…Innallaha balighu amrih…Qad ja ‘alallahu likulli syai-ing qadra…

Artinya:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi rezeki kepadanya tanpa di sangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya.Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

(Surah At-Thalaaq: 2 -3)


Ayat seribu Dinar ini sebenarnya dari Surah At-Talaq, di akhir ayat kedua dan sebahagian dari ayat ketiganya. Menurut banyak riwayat, sebab ayat Seribu Dinar diturunkan Allah swt kerana peristiwa berkaitan seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Auf bin Malik al-Asyja'i yang mempunyai anak lelaki yang ditawan kaum Musyrikin. Beliau mengadu perkara itu kepada Rasulullah saw dan Baginda meminta Auf supaya bersabar sambil bersabda kepadanya yang bermaksud: "Sesungguhnya Allah akan memberi jalan keluar kepadamu." Ternyata tidak lama selepas itu anaknya dilepaskan daripada tawanan pihak musuh dan dalam perjalanan dia terserempak seekor kambing kepunyaan musuh lalu dibawanya kambing itu kepada ayahnya. Kemudian turunlah ayat yang bermaksud: "Siapa yang bertakwa kepada Allah, Dia menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka dan tidak terfikir sebelumnya." Hadis riwayat Ibnu Jarir.


ada lagi kisah yg laen gan
Spoiler for Kisah Saudagar kaya:
Kisah Saudagar kaya
Ada seorang hartawan bermimpi dalam tidurnya, seorang lelaki telah datang kepadanya lalu berkata : “beramallah kamu dengan hartamu sebanyak 1000 dinar kepada fakir miskin yang banyak berkeliaran meminta-minta”.
Kerana mimpi tersebut berulang kali mengganggu tidurnya, maka dilaksanakan juga apa yang disuruh oleh lelaki di dalam mimpinya itu, iaitu memberi sedekah kepada fakir miskin sebanyak 1000 dinar. Pada suatu malam, dia bermimpi lagi bahawa lelaki itu datang kepadanya dan mengajarkannya beberapa kalimah ayat Quran (ayat seribu dinar) dianjurkannya agar dibaca dan diamalkan pada setiap waktu pagi dan petang. Maka tuhan akan melepaskan dari bahaya yang akan menimpa diri.
Setelah hartawan itu bangun daripada tidurnya, beliau memikirkan dengan penuh perhatian apa yang dia perolehi daripada mimpinya tadi. Dalam mimpinya itu, beliau berasa seolah-olah ada hubungan dengan mimpi yang terdahulu. Maka dengan tidak ragu-ragu, di bacanya dan di amalkannya, kerana kalimah-kalimah itu adalah ayat Quran yang tidak diraguinya lagi akan kebaikannya.
Tidak lama kemudian, hartawan tersebut telah bermusafir dengan sebuah kapal layar untuk berdagang. Ketika beliau berada dalam satu perjalanan melalui laut dan kapal berkenaan berada di tengah-tengah laut yang luas, maka bertiuplah angin taufan yang dahsyat, ombak semakin besar, dan kapal menjadi tidak tentu arah serta terumbang-ambing. Semua penumpang berasa cemas dan takut. Hari mulai malam, gelap, dan hujan turun dengan lebatnya. Tapi si hartawan tersebut tetap tenang mengharapkan pertolongan tuhan sambil membaca ayat-ayat yang didapatinya daripada mimpi.
Nakhoda dan awak-awak kapal berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelamatkan kapal dan penumpangnya, tetapi keadaan semakin bertambah buruk. Kapal terhempas di atas sebuah batu dan akhirnya kapal terbelah dua dan pecah. Disaat penumpang tidak sedar kerana mabuk, maka kapal berkenaan telah dipenuhi air dan tidak dapat diselamatkan lagi. Tapi anehnya si hartawan tersebut yang mengamalkan ayat-ayat tadi telah terdampar di tepi pantai dalam keadaan selamat bersama harta perdagangannya.
Demikianlah khasiat ayat yang diperolehinya dalam mimpi, kerana dia telah beramal sebanyak 1000 dinar. Lalu ayat-ayat itu dikenali dengan ayat seribu dinar.



Jadi buat agan2 yg pengen banyak rejeki & dimudahin segala urusaan amalin deh tuh surat 1000 Dinar biar cpt kaya,.dipahamin makna'y trus dipraktekkin biar jdi org bertakwa,.amin

toast
11.49 | 0 komentar | Read More

Rahasia Di Balik Air Mata Wanita

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMXcGNtixyy4j5D1NMXsFW0e2cYfUiw4O8AofQYGMJtqpNfpZJzCJMbxoe1WrUO_Di1xitaypXJlWal_43FP_Ex78J-0_AU1Vp9jygCpB_Pr0lTyyn9HcSjnG7TXkjbVfLMINf-Cd6aJ8/s1600/curang.jpg
Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.

Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan.

"Tuhan, mengapa sih wanita sering menangis? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya," keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya:

"Karena wanita itu unik. AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.

KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak

KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman

KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia

KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah

KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi

KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian

KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian

KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia

KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan

Tapi jika suatu saat ia menangis...

Itu karena AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan."

Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. "Aku akan membantumu menghapus luka batin itu..."




Jangan pernah menyakiti wanita.hargailah perasaan mereka..
11.42 | 0 komentar | Read More

'She is my heart and I am her legs' (KISAH MENYENTUH)

'She is my heart and I am her legs'
Seorang ayah yang setia telah menyelesaikan triathlon dengan membawa anak perempuan yang sangat dikasihinya, berusia 13-tahun yang lumpuh karena menderita cerebral palsy,kelumpuhan otak.Melintasi semua medan yang cukup[ berat,sampai bisa menyelesaikan perlombaan yang melelahkan tersebut.

Rick van Beek,bukan hanya menunjukkan kemampuannya mengikuti event ini,tapi juga menunjukkan cinta untuk putrinya Madison.Pria asal Michigan ini bahkan diberi gelar "Father Of The Century" untuk dedikasinya yang sangat besar.

"'She is my heart and I am her legs" ujarnya Van Beek dalam satu kesempatan,menunjukkan akan kasih pada anaknya.

Event Triathlon ini ternyata bukan yang pertama yang diikutinya,Van Beek,ia mengatakan telah berpartisipasi dalam lebih dari 70 lomba, termasuk setengah maraton, triathlon dan olahraga outdoor lainnya dengan senantiasa menyertakan putri yang dikasihinya....Wow....I LOVE U MUCH DAD!!!















09.45 | 0 komentar | Read More

BACA JUGA

DAFTAR LENGKAP ARTIKEL BLOG BAGINDAERY

Ikuti situs Bagindaery

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...