Sabtu, 03 Juli 2010

Tak Kuat Melihat Brasil Tersingkir, Seorang Fan Memilih Bunuh Diri

foto

Wesley Sneijder mencetak gol ke gawang Brazil. REUTERS/Michael Kooren

TEMPO Interaktif, Port-Au-Prince: Tersingkirnya Brasil dari babak perempat final Piala Dunia Afrika Selatan berbuah maut. Seorang fan muda fanatik Selecao asal Haiti memilih mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke depan mobil yang sedang melintas setelah terpukul melihat tim kesayangannya tersingkir . Seorang saksi mata menyaksikkan hal ini.

Pemuda berusia 18 tahun tersebut tewas dalam insiden yang terjadi di Nerette, pinggiran kota Port Au Prince, Haiti setelah Brasil kalah 2-1 dari Belanda di Port Elizabeth.

Selama hajatan Piala Dunia, kemenangan Brasil dirayakan dengan pesta-pesta di jalanan Haiti dengan semarak warna-warna dan keriaan di dalam negara yang masih berjuang untuk membangun kembali setelah gempa dahsyat mengguncang pada Januari lalu.

Brasil sempat unggul lewat gol cepat Robinho pada menit ke-10. Namun Belanda bisa menyamakan kedudukan lewat goil bunuh diri gelandang bertahan Samba Felipe Melo ketika mengantisipasi tendangan Wesley Sneijder (53). Gelandang Inter Milan itu menjadi penentu kemenangan Oranye ketika menjebol gawang Julo Cesar lewat tandukannya pada menit ke-68.

2.Video Penampakan Hantu

Video Penampakan Hantu, Jin & Gaib!
Powered by YouTube

<< Halaman Sebelumnya | Halaman Selanjutnya >>



Penampakan Kuntilanak Di Ujungberung Bandung



Penampakan Kuntilanak Di Rumah Sakit



Penampakan Hantu Yang Terekam CCTV



Penampakan Pocong Di Pabrik Gula Pasuruan

1.Video Penampakan Hantu

Video Penampakan Hantu, Jin & Gaib!
Powered by YouTube

<< href="http://www.primbon.com/video_penampakan.htm">Halaman Selanjutnya >>



Penampakan Hantu Saat Konser J-Rocks & D'Masiv Di Papua



Penampakan Tuyul Di Ciapus Bogor



Penampakan Pocong Di Pemakaman Gumelar



Penampakan Hantu (Dunia Lain, Trans TV)

61.kumpulan kisah-kisah misteri dari primbon (kisah nyata)

Rumah tante Reni

3 tahun lamanya aku tinggal di rumah tante Reni di Bandung . Rumah tante Reni sangat besar , dengan bentuk bangunan artdeco dan hanya di huni 4 orang , 2 pembantu rumah tangga , tanteku dan aku sendiri . Sementara sang suami Om Rino sudah meninggal 2 tahun yang lalu secara misterius . Di rumah tanteku nggak jauh beda dengan dirumahku sendiri , makan minum , semua kebutuhan ku selalu selalu disediakan , kadang tante Reni sering memberiku uang jajan yang terbilang lumayan . Dengan rumah yang besar aku bisa memilih kamar mana yang akan di jadikan kamar tidurku . Total kamar yang di rumah itu 5 kamar berukuran besar , 2 digunakan pembantu dan 1 kamar di gunakan tanteku dan atu lagi gunakan untuk kamar tidurku . Dan hanya satu kamar yang tidak di huni , malah sang pembantupun tidak pernah masuk kekamar untuk membersihkan ruangan ,dan seolah-olah kamar larangan untuk di masuki . Aku tidak terlalu peduli pada kamar itu yang penting aku sudah mendapat tempat tinggal yang nyaman . Tapi setelah beberapa bulan kemudian pikiranku mulai berbertanya-tanya , rasa ingin tauku mulai memuncak setelah menemui beberapa keganjilan setiap melewati kamar itu yang kebetulan bersebelahan dengan kamar tidur ku. Pertama setiap melewati kamar itu , kucium bau asap rokok , padahal semua penghuni rumah tidak ada satupun yang merokok . Tapi bau asap rokok setiap melewati kamar itu terus tercium...... Atau suatu hari aku menemukan kamarku dengan keadaan pintu terbuka .. padahal hanya akulah satu-satunya yang memiliki kunci kamar .....dan tidak ada satu pun barang yang hilang atau berpindah tempat........anehnya dalam kamarku lagi-lagi tercium asap rokok itu !Aku tidak terlalu perduli dengan kejadian itu , aku langsung merebahkan diri dan tertidur pulas . Di dalam tidurku aku bermimpi buruk ....bertemu dengan Suami tante Reni ! yang sudah meninggal 3 tahun yang lalu ....! dalam mimpiku Om Rinto tampak jelas, namun dengan wajah pucat sambil memegang rokok yang tak henti-henti di isap. Dalam tidurku Om Rinto berpesan...... "Hey kamu yang menghuni kamar ini, cepatlah pergi sebelum rokok ku habis....." Karena kau harus tahu bahwa aku mati di kamar sebelah karena di bunuh oleh wanita keparat itu ...mayatku di kubur jadikan satu dengan tembok antara kamarmu dan kamarku !" " Pergi.....pergi ....sebelum asap rokok ini menghilang .......!" Aku terbangun dengan keringat yang membasahi tubuhku, kulihat kamarku ....penuh dengan asap rokok !!!!! Tanpa pikir panjang aku lari keluar kamar dan meninggalkan kamar itu....untuk selamanya !. Oh , Tuhan .......Om Rinto meninggal di bunuh istrinya sendiri ..... dan mayatnya di kubur di jadikan satu dengan tembok !


Batu akik

Masa remajaku memang selain sekolah juga di habiskan untuk bermain . Aku jadi teringat tentang masa remajaku yang cukup menyeramkan . Jelas pada saat itu permainan anak-anak hanya seputar permainan tradisional . Seperti main kesawah , lapang , rumah tua ataupun sampai main ke kuburan . Kisahku berawal dari kekesalanku karena aku dilarang main malam-malam oleh orang tua ku . Akhirnya karena ajakan teman-teman malam itu kuberanikan keluar rumah secara diam-diam , dengan menyelinap melalui jendela yang cukup besar . Akhirnya aku bisa bermain malam itu bersama-teman-teman . Seperti biasa tempat permainan nggak jauh dari lapangan . Tapi salah satu dari temanku mengusulkan untuk bermain agak jauh dari rumah masing-masing . Akhrinya kami berlima berjalan cukup jauh, sampai menemukan sebuah rumah yang tampak dari luar indah sekali . Dan sepertinya rumah ini mudah di ingat , karena selaian besar ada dua pohon berigin yang bisa di gunakan sebagai tanda .Tepat rumahnya berada di pinggir jalan dan hanya Aku bertanya -tanya ternyata ada juga orang di desaku yang memiliki uang banyak dan berani membangun rumah semegah ini . Lamunanku terhenti setelah suara dari rumah itu memangil untuk mampir kerumah itu . Tanpa pikir panjang kami berlima sepakat untuk mampir kerumah itu . Dan ternyata pemilik rumah itu seorang wanita muda dengan status janda , yang jarang kulihat sebelumnya , dan sang pemilik rumah mengaku baru pindah dari kota lain . Selain cantik , pemilik rumah megah itu sangatlah ramah , kami di jamu layaknya seoarang tamu . Dengan sikap yang ramah dari pemilik rumah akhirnya memaksa kami berlima berlama-lama di rumah itu . Mbak Lina nama pemilik rumah itu . Sambil ngobrol ngalor ngidul , kami menikmati makanan dan minuman .

Dasar anak-anak suka bercanda kelewatan yang akhirnya menyebabkan bajuku tersiram minuman. Jam 12 tepat akhirnya kami berlima memutuskan untuk pulang . Saking baiknya Mbak Ina memberi kami masing-masing sebuah batu akik yang indah warnanya dan kamipun di suruh main lagi kerumahnya . Sepanjang perjalanan kami pulang dengan tanpa henti-hentinya membicarakan mbak Ina . Entah kebaikanya ataupun dengan kecantikannya . Sesampainya dirumah aku kembali menyelinap dan masuk kedalam kamar tidurku dan langsung tidur. Pagi hari aku terbangun karena terdengar suara gaduh di luar, dan sayup-sayup terdengar suara kawan-kawanku ...tapi ada apa ya? kok pagi pagi mereka sudah ada di rumahku ? Aku sedikit tak peduli , malah teringat langsung pada batu akik pemberian Mbak Ina. Setelah ku rogoh kantung saku baju di mana batu akik itu kusimpan .....astaga ..!!!.batu akik itu menghilang ! ternyata yang ada hanya sebuah jempol jari manusia yang terpotong ...dan masih segar ! ( takut ) Baa....ba ...ju ...ku ...bajuku berlumuran darah ! perasaan tadi malam bajuku hanya tertumpah oleh minuman ...tapi kenapa sekarang berlumuran darah !!!! lalu ....apa yang kuminum tadi malam! Darah !!!!???? Langsung aku lari terbirit birit keluar kamar dan disambut oleh teman-temanku ...yang ternyata mereka pun mengalami hal yang sama...mereka masing-masing mendapatkan Jempol manusia masih segar ! Batu Akik itu semuanya berubah menjadi potongan jempol manusia !! lalu , lalu apa yang kami makan tadi malam , apa yang kami minum ?

Pagi itu akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah Mbak Ina , setelah beberapa jam ...ternyata kami tak berhasil menemukan rumah Mbak Ina .... tapi mata ku mulai terpaku pada 2 buah pohon berigin yang besar .... Tapi kenapa rumah Mbak Ina ttidak terlihat ? Entah , tiba-tiba bulu kudukku berdiri dan badanku terasa dingin ....rumah Mbak Ina hilang !yang ada hanya pohon beringin ......dan bangkai rumah tua yang menyeramkan ..... Aku makin penasaran . Aku beranikan untuk bertanya kepada seorang nenek-nenek yang sudah tua yang kebetulan tinggal tak jauh dari dua pohon berigin itu ....menurut keterangan nenek itu, disekitar ini tak ada yang namanya Ina , apa lagi rumah gedong ....hanya saja dulu di rumah tua itu pernah ada pemerkosaan terhadap gadis cantik dan si gadis meninggal secara tragis ..dengan cara di potong-potong badannya oleh para pemerkosa ......


Jimat kaya

Sebenarnya pak Dadang terbilang tidak kaya - kaya banget...tetapi karena isteri pak Dadang adalah orang yang tidak bisa diam melihat tetangganya punya barang baru...tetangga beli tv baru...isteri pak Dadang nuntut beli TV lebih gedhe lagi... begitu seterusnya ... maka orang melihatnya sebagai keluarga yang kaya....punya segalanya.

Tetapi belakangan pak Dadang terlihat kusut dan selalu termenung... pasalnya... tetangga sebelah beli mobil baru....... dan sudah bisa dipastikan isteri pak Dadang menuntut dibelikan mobil baru..... Karena pak Dadang sangat mencintai isterinya ... - apalagi isterinya baru saja memberinya seorang anak perempuan yang cantik...yang sekarang baru berusia 8 bulan -.....dia tidak ingin melihat isterinya kecewa...maka berpikirlah pak Dadang ... bagaimana caranya agar bisa kaya dan punya duit banyak untuk bisa memenuhi tuntutan isterinya.

Pernah terlintas dibenak pak Dadang untuk KORUPSI...hanya saja bidang pekerjaan dia tidak memungkinkan untuk KORUPSI besar-besaran....

Akhirnya pak Dadang mendatangi pak Sudiro ...yang dikenal orang bisa memberi JIMAT untuk menjadi kaya. Pak Sudiro pun kemudian memberikan syarat-syarat mendapatkan jimat menjadi kaya...yaitu : Berpuasa selama 9 hari dan hanya minum air sumur yang bening yang tidak dimasak.... kemudian setelah berpuasa....pada hari ke-10 ...pada saat kokok ayam pagi hari mulai terdengar....pintu depan rumah pak Dadang akan diketuk seseorang...dan begitu pintu dibuka...pak Dadang harus memotong ke-2 ibu jari kaki orang tersebut dengan golok ....kemudian dibungkus dengan kain mori dan itulah JIMAT untuk menjadi kaya. Pak Sudiro bicara sambil menyerahkan secarik kain mori dan golok besi yang beraaaat....dengan panjang hampir satu meter.....dibungkus kain hitam serta diikat ujung-ujungnya dengan kain mori putih.

Begitu mendengar syarat terakhir...pak Dadang langsung lemas...karena ....jangankan memotong ibu jari orang....berantem saja pak Dadang tidak berani.... pak Sudiro menangkap kecemasan pak Dadang...dan dia bilang..." jangan takut, pak....yang bapak temui nantinya bukan orang ....hanya kera hutan...he..he..he..!!?!".Ingat ..hanya seekor kera ... Dengan perasaan lega...pak Dadang pun pulang kerumah. Keesokan harinya...mulailah pak Dadang menjalani persyaratan untuk mendapatkan JIMAT dari pak Sudiro. Selama berpuasa .....pak Dadang tidak menemui rintangan ataupun gangguan apapun juga begitu seterusnya hingga hari ke - 9.....

Pada malam hari ke -10 ... pak Dadang susah tidur...gelisah...ketakutan. hingga keringat membanjiri seluruh bajunya....sampai jam 3 pagi...pak Dadang masih belum tidur juga...akhirnya pak Dadang mengambil golok yang diberi pak Sudiro untuk melaksanakan amanat pak Sudiro..... Begitu terdengar bunyi kokok ayam jantan pagi hari.... gelisah pak Dadang semakin memuncak...jantung pak Dadang berdetak dengan cepat....tiba-tiba.....terdengar sayup-sayup pintu depan seperti diketuk seseorang.....pak Dadang masih belum beranjak dari ranjangnya.... dan setelah ke- 3 kalinya terdengar pintu diketuk....akhirnya pak Dadang dengan perasaan takut yang amat sangat ... beranjak dari kamarnya menuju pintu depan....dan pelan-pelan tangan kirinya memegang pegangan pintu depan sementara tangann kanannya memegang golok besar..... sambil terus mengigat bahwa yang akan datang dihadapanya adalah Kera ...dan setelah pintu dibuka ......pak Dadang siap mengayunkan goloknya......dan benar ...di hadapan pak Dadang ...berdiri sosok Kera hitam ...tegak .. dengan mata merah membara ... Tanpa pikir panjang .....akhirnya langsung saja pak Dadang mengayunkan golok yang beratttt dan panjang ke tubuh kera itu ..... dan langsung putuslah ke-2 ibu jari Kera tersebut........segera saja pak Dadang memungut ke-2 ibu jari tersebut dan membungkusnya dengan kain mori lalu memasukkannya kedalam saku.....pak Dadang tidak mempedulikan lagi kera tersebut ... langsung ditutupnya pintu depan ......dan merasa lega karena tugas dari Pak Sudiro sudah dilaksanakan ....akhirnya pak Dadang segera masuk kamar untuk melanjutkan tidurnya......... Belum sempat merebahkan badan ke ranjang.......tiba-tiba anak terkecil pak Dadang menjerit dan menangis meraung-raung.......Isteri pak Dadang langsung saja bangun dan menggendong anak tersebut dannnnn betapa terkejutnya isterinya setelah mengetahui bahwa.... kaki anaknya berlumuran daaarrraahhhhhhh..........pakkk....anak kita pakkkkk...............................anak kitaaaa paaakkkkk......langsung pak Dadang mendekat dan begitu pak Dadang melihat darah yang mengucur dikaki anaknya ..........lemaslah pak Dadang...................diangkatnya anaknya itu.....dipeluknya kuat-kuat anaknya sambil menangis kencang-kencang.......

Maafkan bapakmu ini anakku...............maafkan bapakmu ini anakku.........ya tuhan ampunilah aku......aku telah menjadikan anakku sebagai ...tumbal kekayaanku......tumbal keserakahan...........


Bus antar kota

Cerita ini berawal saat Aku kuliah di Bandung .......Sebagai anak kost selalu bermasalah dengan dana .......Dan akhirnya mendadak saya mesti pulang ke daerahku... tepatnya Yogyakarta karena butuh uang untuk membayar registrasi ....... Setelah mendapatkan uang ....karena di kejar waktu .....malam itu Tepat jam 1 tengah malam aku langsung pulang ke Bandung dan diantar bapak ke jalan besar ... berdua berdiri di pinggir jalan ... menunggu bus malem lewat ... belum sampai 5 menit menunggu ... kulihat Bus malem dan langsung kulambaikan tanganku...bus malem itu langsung berhenti tepat didepanku. ... setelah mencium tangan bapakku ... tanpa pikir panjang aku langsung naik.... .rasanya seneng banget ...badan cape', dapet bus bagus ,....begitu duduk ....langsung aku tertidur lelap ...

Setengah perjalanan tiba-tiba tubuhku diguncang-guncang ........aku bangun dengan sedikit sebel juga . " Mbak...ticketnya mbak...mau pergi kemana....?" OOOH.... ternyata kondektur bus yang membangunkanku. Setelah membayar aku tertidur lagi. Baru tidur sebentar..mataku terbuka karena para penumpang bus yang aku tumpangi semua berteriak-teriak ....dengan nada merintih.... " ADUHHH....aduhhh....tollloooongggggg....." Dan kulihat ..... kulihat orang yang duduk disebelahku .... tubuhnya meliuk...meliuk seperti tergencet sesuatu.... dann...dannn tubuh penumpang itu berlubang seraya dari lubang itu mengeluarkan ddddaaaarah ....!!?!!... Dannn....Aaaaaahhhhh..sepotong tubuh manusia....terlempar ke arahku dan menindihku... a ... aaa...aakkkuu tidak bisa bernafas.... cairan hangat membasahi pipiku....begitu aku usap...ternyata ...........DARAHHH... Melihat kondisi seperti itu akhirnya aku jatuh pingsan .....saat aku tak sadarkan diri ........tergiang-ngiang suara orang meneriakiku ... " Hei..!!...Hei..!!...mbak...mbak....kalau tidur jangan ditengah jalan dong......ini jalan buat lewat bus. ... cantik-cantik koq tidur dijalan!" Sambil memegangi kepala yang sedikit pusing....aku memandangi sekelilingku .........Lho koq ... aku tidur diaspal jalan sich ? .........................

...Lho koq ... aku udah ada di terminal bus Cicaheum......... ...Lho koq ... karcis bus tadi lengket ditanganku ....karcis bus bau anyir darah ? .... ... hahhh ..ini darah kering...!!?!

Setelah kuceritakan pada secara lengkap kepada orang yang membangunkan - ku...Orang itu menceritakan ...kejadian yang aku alami bukanlah kejadian yang pertama kali .... Dan bus jurusan Jogya - Bandung yang ku tumpangi itu ....tak lain adalah Bus yang mengalami kecelakan pada 2 tahun yang lalu di pinggiran Cirebon dengan 40 korban tewas ditempat.

60.kumpulan kisah-kisah misteri dari primbon (kisah nyata)

Pendaki gunung

Tiga orang mahasiswa pecinta alam mendaki gunung Slamet tepat pada saat pergantian tahun baru. ... Anton ... Iwan dan Doddy. Mereka tidak menemui rintangan berarti saat mendaki...hingga begitu tinggal 25 meter lagi sampai puncak gunung...Cuaca yang begitu cerah ... mendadak berubah jadi gelap dan berkabut... jarak pandangpun juga hanya semeter saja. Karena Puncak gunung sudah tidak begitu jauh lagi... mereka merasa sayang sekali kalau mesti turun dan mengulangi lagi pendakian. akhirnya mereka sepakat dan berkeyakinan bulat untuk terus mendaki. Mereka mengeluarkan tali dan saling mengikat diri dengan jarak perorang sekitar 1 meter... Dan ..... mereka melanjutkan pendakian . belum sampai 10 meter pendakian .....tiba-tiba IWAN yang berada paling belakang teriak : " a...aaakkku susah bernafas ...tolong pegangin tali ..aku mau betulin ranselku ....achhhhh !!?! AAACHHHH !!?!!.............AAACCCHHH .....!!?!!!!" Ternyata IWAN tergelincir ke jurang.....dan karena mereka saling terikat dengan tali...maka tergelincirlah mereka bertiga kedalam jurang....dengan posisi saling tindih.... IWAN paling bawah ... ditindih Doddy dan Anton

Karena Anton paling atas...dia tidak begitu terbanting.....hanya pingsan..... dan begitu dia siuman dia menangis dan berteriak keras - keras "......Tollonggg....tollonggg...IWAN meninggal...... ...Dod...Doddy ....tollongggggg ... Doddy.........." Tiba-tiba Dody bergerak-gerak dan merintih ".... TON....kaki ku Tonnn...kaki ku Tonn....." Ternyata Doddy masih hidup...hanya saja ... kakinya patah. Anton dan Doddy akhirnya berpelukan dan berdoa keras-keras....... Tak lama kemudian keduanya pingsan lagi...dan keesokan harinya..... .....Tidak ada tanda-tanda gerakan sedikitpun dari Anton maupun Doddy..... Keesokan harinya Anton dan Doddy tetap tidak bergeming sedikitpun ....badannya dingin dan kaku ...............................................Dan ternyata keduanya sudah meninggal

Dilain tempat....tepat sehari keberangkatan IWAN, ANTON dan DODDY mendaki gunung Dikediaman orangtua IWAN, ANTON dan DODDY , masing-masing kedatangan 3 orang tamu ...lengkap dengan seragam pendaki gunung...tetapi anehnya sergam pendaki yang mereka kenakan semuanya berwarna putih...........semuanya berwarna putih...mulai dari sepatu... ransel... celana... jaket...topi......semuanya berwarna putih bersih .... Bahkan wajah mereka terlihat aneh ...putih , sedikit pucat .... Ke-3 orang tamu tersebut kemudian bercerita tentang kebaikan dan keberanian IWAN, ANTON, dan DODDY .... Hanya sepuluh menit mereka bertamu , akhirnya ketiga orang itu berpamitan... sambil menyerahkan bendera pecinta alam dan buku tentang para pendaki gunung kepada orang tua masing-masing ....serta menyampaikan khabar bahwa anak-anak mereka ANTON, IWAN, DODDY ingin tinggal lebih lama digunung .... karena mereka memang sangat mencintai gunung...


Aborsi

Cerita ini diawali saat Sari - seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di BANDUNG.... pacaran dengan BUDI rekan se kampusnya.......dan sudah bisa ditebak..karena pacaran yang kelewat batas ...akhirnya Sari hamil. Karena masih kecil.....baru semester satu....begitu juga BUDI.....mereka saling menyalahkan satu sama lain.....atas kehamilan Sari.....yang sudah menginjak bulan ke - 3 Sari cuman bisa nangissss terus berhari-hari...hingga akhirnya Sari ngambil keputusan bulat untuk menggugurkan kandungannya.....Sari dan BUDI pun kemudian mendatangi berbagai orang pandai yang kata orang bisa menggugurkan kandungan..... tetapi sudah 3 kali mencoba .....tak ada satupun yang berhasil....... Akhirnya Sari memutuskan untuk menggugurkan kandungan dengan cara dia sendiri.....

Suatu malam pada saat orang-orang sedang tidur.....Sari berjalan pelan-pelan menuju kamar mandi .....dan kemudian Sari mengunci diri dalam kamar mandi....setelah diammm termenung beberapa lama .... dengan tersedu-sedu...Sari mulai memukul-mukul perutnya sendiri dengan sekeras-kerasnya....... begitu seterusnya ........ Karena tidak ada perubahan...Sari mulai menguatkan pukulan pada perutnya dannnnn.......pingsanlah Sari....... Pada saat Sari pingsan....keluarlah darah membasahi kaki-kakinya.........

Begitu siuman ... Sari merasa lemas sekali ...... Begitu melihat darah ...... Sari mulai panik dan segera mengguyur darah tersebut dengan air.....Sari semakin panik dan segera mengguyur badannya dengan air......... Sari membabi buta menyiram air ke seluruh badannya....ke mukanya...kerambutnya.......ke-seluruh ruangan kamar mandi.......akhirnya Sari terduduk dan mulai menangis lagi dengan tersedu-sedu........ Setelah beberapa saat ... Sari mulai membersihkan tubuhnya dengan handuk......dan kemudian kembali kekamarnya dan ... tidurrrr..........................

Jam 9 pagi .....Sari terbangun dengan terengah-engah....dengan keringat yang membasahi hampir seluruh tubuhnya......TERNYATA....Sari bermimpi sedang berada di air terjun..dan nyaris mati tenggelam karena arus air terjun yang tiba-tiba berubah jadi arus air yang kuat sekali.

Sampai sekarang ..... setiap tidur... baik siang ataupun malam ..... mimpi buruk ini ... mimpi berada di air terjun dan nyaris tenggelam ....selalu mengganggu Sari ..............karena selalu terjadi setiap tidur.... Sari mulai terbiasa dengan mimpi buruknya itu hingga akhirnya Satu tahun telah lewat ....... mimpi Sari berubah menjadi mimpi ......berada di air terjun yang deras sekali dan didepa dia terdapat seorang anak kecil yang nyaris tenggelam dan berteriak-teriak ...MAMA... MAMA..... MAMA... MAMA..........MAMA...... (menghilang)...........


Baju pecinta alam

Kejadian ini berlangsung saat aku giat mengikuti ekstrakulikuler di SMA ku . Kebetulan saat itu aku adalah anggota Pecinta alam senior . Pada saat penerimaan baru biasanya di adakan semacan Orientasi Pramuka . Yang berkisar dari perjalanan siang dan jurit malam . Penerimaan murid baru ini dilaksanakan di Gunung Puntang Jawa Barat , yang selama ini banyak di kenal orang daerah yang seram dan angker . Di daerah tersebut memang banyak terlihat bangunan tua peninggalan Belanda . Sebagai anggota Pencinta Alam .... akhirnya aku mendapatkan tugas sebagai team Sweeping ( pembersih ) untuk mengawal peserta paling akhir . Dalam perjalanan menaiki tangga yang lumayan tinggi seorang peserta perempuan terlihat lelah dan seperti tidak dapat melanjutkan perjalanan . Akhirnya kuhampiri dan kutanya " kenapa , sakit ? " Peserta itu hanya menjawab " Ah...nggak Kak , saya pengen pulang .. " Aku terus memberi motivasi agar peserta itu terus melanjutkan perjalanan , karena tujuan tidaklah terlalu jauh lagi . Tapi tiba-tiba .... si peserta itu jatuh pingsan....kami berusaha membangunkan dengan menguncang-guncangkan tubuh ....tapi tetap saja tak bergeming . Tapi , tak lama kemudian peserta itu bangun dan menjerit-jerit tak karuan ....matanya melotot .....dan menjerit sambit menunjuk kepepohonan sambil meneriaki itu ...itu ...kepala itu ...... Kami sempat binggung karena tidak ada apa-apa disekeliling kami ....apa lagi kepala yang bergelantungan di pohon .... Ternyata kami baru sadar kalau peserta itu ...." kesurupan ." Salah satu temanku berusaha untuk meyadarkan dengan cara menampar ...tapi peserta itu malah balik menampar...Akhirnya peserta itu kami ikat dengan tali dan kami angkat ke base camp dengan tandu yang di buat secara dadakan .

Sesampainya di base camp ....akhirnya kami serahkan kepada orang yang dianggap bisa menyembuhkan orang yang kesurupan. Setelah sembuh....pandangan peserta tadi terus menatap ku ....dengan padangan kosong ...aku sedikit tak memperdulikan . Akhirnya acara orientasi pun berakhir dan aku pulang kerumahku .....karena lelah , akhirnya tanpa mengganti baju langsung aku tidur telelap .... perlu di ketahui ,pintu kamarku menghadap langsung kejalan . Dalam tidurku aku bermimpi .....angin besar membuka pintu kamarku .....dan datang sosok wanita muda berambut panjang tanpa sepatah kata pun terus memandangi ku .......tepat berdiri di pintu masuk kamarku .....karena begitu seram mimpi itu membuatku langsung terbangun ...dan pindah kamar .

Keesokan harinya aku bangun dan menceritakan pada keluargaku ... dan mereka mengangap semua itu hanya mimpi buruk saja ...... Malam kedua ...saat aku tidur .....lagi-lagi mimpi itu terluang di mulai dengan suara angin yang bergemuruh ....... pintu kamarku terbuka ......lagi-lagi wanita muda dengan rambut panjang itu memandangiku terus ..........aku langsung terbangun ........dan bulu kuduku langsung berdiri .....!!! Mimpi itu terasa benar-benar terjadi ....dua kali aku didatangi wanita muda berambut panjang dalam mimpi ku ....!! Keesokan harinya aku tanya pada orang " bisa " dan aku meceritakan semuanya dari awal ..., dan orang bisa itu menganjurkan untuk membakar baju dan celana yang di gunakan untuk menolong orang yang kesurupan di Gunung puntang ..... Baru aku tersadar beberapa baju yang kugunakan memang belum di cuci dan masih ada di dalam ransel ..dan menurut orang bisa ... penunggu Gunung Puntang itu masih mengikutiku ... Tanpa pikir panjang langsung aku pulang kerumah dan langsung kubakar baju itu ..... Larut malam aku masih belum dapat memejamkan mata ...karena masih terbayang akan mimpi buruk itu .....lama-lama aku tertidur ...sampai keesokan harinya .....dan ternyata setelah dibakarnya baju itu .....wanita muda , dengan rambut panjang lenyap dari setiap mimpiku ...


Tukang ojek

Sebagai mahasiswa tingkat akhir jelas memiliki kesibukan membuat skripsi. Pulang malam adalah hal yang wajar. Suatu malam aku harus kembali pulang larut malam ke rumah . Malam itu terasa agak lain dari malam biasanya , karena anggkutan umum yang sering ku tumpangi terlihat jarang , atau malah tak kelihatan satupun . Sambil menunggu datangnya angkutan kota , aku pun membakar sebatang rokok untuk mengusir rasa dinggin pada malam itu . Aneh dan benar-benar terasa aneh malam itu , tak seperti biasanya .... Lampu patromak Kios-kios yang biasanya menyala saat itu tampak redup ... suasana jalan sepi, abang becak terleap dalam mimpinya masing-masing .1 jam aku menunggu angkutan kota dan telah berbatang rokok kunyalakan tetap tidak bisa mengusir agin dingin.

Dari kejauhan tampak kulihat motor yang sedang di parkir dengan pengemudi dan kupastikan itu adalah tukang ojek . Tanpa pikir panjang dan dari pada menunggu lama akhirnya kuputuskan untuk naik ojek tersebut . Karena lelah dan dingin akhirnya aku langsung naik dan menyebutkan tujuan . Rasa dingin semakin terasa setelah motor berjalan ....tanpa bicara dengan tukang ojek aku hanya memandangi jalan yang terlewati. Benar-benar sepi ! hanya suara knalpot motor yang memecahkan keheningan malam itu ... tapi mendakak kucium harum bunga sepanjang jalan , aku tak peduli yang penting bau bunga itu cukup menghibur di kala tubuhku mulai mengigil . Akhirnya dengan 10 menit perjalanan aku sampai kerumah. Aku turun dan siap-siap untuk membayar ongkos ...tapi sewaktu akan membayar dan tokang ojek itu menoleh ... astaga ! ternyata tukang ojek itu tidak memiliki hidung , mata , mulut ...muka tukang ojeg itu rata !

59.kumpulan kisah-kisah misteri dari primbon (kisah nyata)

Pocong

Kejadian ini saya alami kira-kira dua tahun yang lalu sekitar akhir bulan juli 1996, dimana ketika itu kami ditugaskan menjadi mahasiswa KKN di salah satu desa di pesisir pantai Pangandaran. Cerita ini berawal ketika kelompok KKn kami yang berjumlah 10 orang menjadi tenaga sukarela di desa tertinggal di daerah Ciamis.

Setelah sampai di desa, kemudian kami ditempatkan disalah satu rumah penduduk. lalu kami dibawa ke kantor kepala desa. Disana kami diperkenalkan kepada seluruh perangkat desa dan bersilahturahmi dengan pemuka agama setempat. DI sela-sela perkenalan, kepaladesa tersebut mengatakan "Adik-adik jangan kaget kalau di desa ini amsih banyak hal yang gaib dan supraniatural . Di sini sudah biasa". Ujar kepala desa itu sambil memperlihatkan botol-botol yang didalamnya berisi barang-barang kirirkman alias santet selama dia mejabat jadi kepala desa. kami yang nota bene orang kota yang awam dengan masalah-masalah supranatural, cukup kaget dan ketakutan juga mendengar informasi kepala desa itu.

Yang mengherankan dari desa itu, ketika kami melakukan survey tempat, ternyata 2/3 bagian dari desa itu dipenuhi oleh makam alias kuburan. Hingga di desa itu ada 3 kategori untuk kuburan, ada kuburan biasa, kuburan tua dan kuburan keramat. Sampai suatu ketika saat Koordinator desa kamu harus menyampaikan surat undangan rapat ke rumah Pak Kades yang jaraknya sekitar 2 jam perjalanann ddengan menggunakan ojek.

Dusun Kades kami berada di puncak gunung yang kami tempati danharus melewati hutan pinus yang cukup lebat dan kata penduduk setempat hutan itu cukup cukup angker. Setelah menyampaikan surat dan berbincang-bincang sejenak, teman kami yang mengantar surat pun pamit pulang. Di tengah perjalanan, tukang ojek itu pun mengobrol dengan teman kami. "...Den kalo aden KKN takut sama hantu enggak?". Ditanya seperti itu temanku mejadi heran dan sedikit ketakutan. ...."Eh mang, jangan ngomgong yang enggak-enggak dong kan serem. kalau emang enggak takut sama hantu?" tanya temanku..." Ah itu sih kecil. disini sudah biasa Den, Tuh! disebelah kanan dan kiri kita kan kuburan keramat, he..he " kata si tukang ojek yang sepertinya sudah terbiasa dengan hal-hal yang nahe. Belum sepuluh menit dari obrolan mereka , tiba-tiba mesin motor itu mati. Walaupun sudah berusaha untuk menghidupkan motor itu, tetap sia-sia. Beberapa saat kemudian. Dorr!! Ban motor itu meledak dengan sendirinya Aneh...biasanya ban meledak atau kempes kalo menggilas sesuatu. "Aduh kenapa jadi gini ya?" kata tukang ojek. "Begini saja den, Aden tunggu dulu disini, emang kebawah dulu membetulkan ban motor ini".

Walau sebenarnya takut, tapi apa boleh buat, akhirnya temanku itu mau juga menuggui motor itu di tengah hutan yang jauh dari mama-mana. Sambil duduk dan istirahat di atas batu yang sudah berlumut. Temanku yang tak tahu kalu batu yang dia duduki itu adalah batu nisan kuburan keramat yang sudah berlumut. Setelah setengah jam tukang ojek itu pergi, tiba-tiba angin berhembus dengan cepat. Samar-samar temanku itu melihat bayangan putih berkelebat diatas-atas pohon pinus. bayangan itu semakin jelas ketika sinar bulan menerpa tubuhnya. Dan...mahluk itu seperti tertawa mengikik pelan dan sedikit mendesah katena tertiup angin. Hi...Hi..iiii

Temanku yang dari tadi komat-kamit membaca doa tiba-tiba pingsan dan mengompol diatas batu nisan tersebut. Singkat cerita temanku itu sudah dibawa ke rumah oleh si tukang ojek idan dirawat oleh orang pintar setempat. Malam kian larut..teman-temaku satupersatu beranjak tidur. kecuali aku dan temanku Rudi. Kami mengoblrol di beranda depan menghadap ke arah mesjid tua dan kantor kepala desa yang dibelakangnya dipenuhi oleh kibiran. jam saat itu menunjukkan pukul satu dini ahri . tiba-tiba teman-temanku melihat ada bayangan putih seperti mayat yang dibungkus kain kafan alias pocong.

"eh..kkkamu llihat iitu enggak ?" tanya rudi sambil memegang pundakku keras sekali.

" Melihat apa?! tanyaku karena memang aku tak melihat apa-apa. " Itu...tu...pocong!!" tambah Rudi lagi. Lalu akupun refleks melihat kearah dia menunjuk.

Dan...akupun melihat sesosok tubuh yang dibungkus kain kafan sedang melintas diantara pohon mangga dekat mesjid menuju kearah belakang kantor kepala desa. Kami langsung berteriak 'Poconggggg" sambil berlari masuk kedalam rumah. Seisi rumah bangun dan bertanya ada apa. lalu kami menceritakan yang kami alami tadi tentu saja seisi rumah jadi ketakutan. akhirnya kamipun berencana untuk tidak tidur malam itu. tapi setelah jam 3 dini hari, ternyata rasa kantuk mengalahkan kami. Akhirnya kamipun tidur kembali di kamar, kecuali si Rudi yang tidur di sofa kamar tamu karena kamat tidurnya sudah penuh.

Sekitar jam 4 dini hari, kami dikagetkan oleh teriakan Rudi yang keras sekali. Kamipun keluar kamar dan di sepan mata kami terlihat sesosok pocong yang sedang duduk di sebelah teman kami itu. Tatapan matanya sayu, kulitnya melepuh dan bernanah. Kami semua serentak membaca doa-doa minta kekuatan dari yang di Atas. Tiba-tiba sosok itu mulai mengeluarkan asap dan akhirnya menghilang dari pandangan kami. kami sesaat terdiam begitu juga denganku. Serasa didalam mimpi setelah sadar kami berusaha menolong teman-teman kami yang sedang pingsan. akhirnya kami sepakat untuk benar-benar tidak tidur, sambil bersama-sama membaca doa.

Sekitar pukul setengah enam setelah kami shalat subuh, pintu rumah dijetuk dari luar. setelah dibuka, ternyata Pak Kosim yang sedang meronda. kata beliau kami disuruh datang, ke rumah salah satu penduduk nanti siang karena ada yang meninggal.

Siangnya kami datang untuk melayat dan sekedar mengucapkan turut berduka cita. Setelah di persilakan masuk kamipun berdoa di samping jenazah. tapi ternyata...setelah kami lihat wajah yang meniggal itu..wajahnya sama persis seperti pocong yang kami lihat tadi malam.


Jalangkung

Permainan Jalangkung memang sudah tidak asing lagi di Indonesia, permainan mistis ini sering kali dilakukan oleh orang dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Permainan yang KONON memanggil roh orang yang sudah meninggal - tetapi pendapat lain mengatakan bahwa yang datang adalah JIN yang berpura-pura sebagai ROH. Permainan Jalangkung dilakukan dengan cara menggunakan uang logam , gayung yang terbuat dari batok kelapa, atau bisa juga menggunakan jangka. Kisah ceritaku berawal dari rasa ingin tau ku untuk bermain jalangkung, yang mengakibatkan kapok seumur hidup ! Kejadian ini terjadi pada pertengahan Oktober 1996 dimana aku dan teman-temanku berempat mencoba bermain Jalangkung dengan menggunakan Jangka, dirumahku ... dikamar ku. Permainan pemanggilan roh itu dimulaidengan membakar menyan, lilin dan lampu ruangan dipadamkan. Pada saat itu hujan diluar sangatlah deras dan pada saat itu waktu menunjukan jam setengah duabelas malam.

Kami berempat duduk bersila diatas tempat tidur mengelilingi kertas putih bergambar lingkaran abjad. Akhirnya kami bergiliran untuk memegangijangka tersebut berputar. Tak kurang dari sepuluh menit ternyata jangka itu bergerak dan ternyata jangka itu menulis bahwa yang datang adalah roh wanita. Setelah itu saya oper keteman yang kedua , ketiga dan keempat ternyata roh yang datang ternyata seorang pria dengan nama yang berbed. Tiba giliranku lagi ternyata yang datang adalah roh wanita yang pertama, ku alihkan lagi kepada temanku ..tapi ternyata teman-temanku berhasil mendatangkan roh yang berbeda dari semula, dan yang membuat badanku semakin bergetar adalah, setiap giliranku selalu datang roh wanita yang itu-itu lagi.

Hingga begitu tiba giliranku yang ketiga kalinya ... ternyata roh manita yang sama lagi yang datang ...Kami terpaku beberapadetik, dan serentak kami berempat berloncatan dari tempat tidur, langsung mencoba keluar dari kamar dengan berebutan. Dengan nafas terengah-engah langsungkami berkumpul di ruang tamu Kebetulan sekali pada saat itu diruang tamu ada kakakku yang sedang menonton TV. Langsung saja kami ceritakan kejadian yang baru saja kami alami. Kakakku sedikit tidak percaya dengan kejadian yangkami alami. akhirnya kakakku langsung masuk kedalam kamarku untuk membuktikannya..... setelah beberapa menit masuk dan melihat sekeliling kamarku kakakku kembali keruang tamu dan berkata " Ah, kamu semua ...dasar pengecut ... Tuch liat ... temen kamu yang didalem kamar kamu .... dia nyantai saja .... nggak takut ... malahan dia minta rokok sama aku..."

Kontan dengan perkataan kakakku seperti itu semakin membuatku kaget....! Karena jelas-jelas kami dikamar itu hanya berempat, dan semuanya sudah keluar dari kamar itu ... Lantas, siapa yang berada dikamar saya sambil merokok.....???? Tanpa pikir panjang lagi ... kami berempat langsung saja pergi keluar ...dan akhirnya meutuskan untuk tidur di rumah temen kami.

Keesokan harinya saya pulang kerumah dan membersihkan kamarku dari sisa-sisa permainan Jalangkung semalam. Tiba-tiba ibuku memanggilku dan berkata; " Besok lagi jangan bawa temen tidur disini !!... bising !! sampai hampir Subuh gedebak-gedebuk terus...ngapain aja sich ? "

Setelah aku ceritakan ke Ibu kalau aku tadi malam habis bermain Jalangkung dan tidak tidur dirumah.... Ibuku langsung marah habis-habisan. Akhirnya Ibuku memanggil orang pintar.

Setelah diketahui lewat " Orang Pintar " ternyata salah satu roh yang kami panggil ternyata tidak mau kembali, dan bersemayam di celengan yang berbentuk kakek-kakek gendut dengan pakaian kimono.


Gunung Tangkuban Perahu

Kejadian ini saya alami sekitar 10 tahun yang lalu dimana saya masih duduk dibangku SMA.

Sabtu malam minggu, Saya dan dua orang temanku berencana jalan-jalan ke gunung Tangkuban Perahu. Meski tidak disetujui oleh ibuku, saya tetap nekad berangkat. Jam 7 malam kita bertiga berangkat dengan menggunakan motor.

Tanpa berhenti ... kita terus saja memacu motor kita ... hingga akhirnya kita sampai di gerbang masuk Gunung Tangkuban Perahu. Setelah membayar ticket masuk dan sedkit ngobrol dengan petugas ticket.... kami melanjutkan perjalanan. Karena sepi kami tergoda untuk memacu kendaraan sekencang mungkin. Dipertengahan jalan .... disalah satu tikungan tajam ,kami hampir saja menabrak serombongan anak muda yang berjalan kaki dan berpakaian pendaki lengkap dengan ranselnya. Karena merasa bersalah...kami berhenti sebentar dan meminta maaf dengan mereka. Dan kita pun melanjutkan perjalanan kembali. Meskipun jalalan masih saja sepi dan sunyi ...kali ini kita tidak tergoda sedikitpun untuk memacu kendaraan kami sekencang tadi. Karena kami berjalan rada pelan ... akhirnya lama kelamaan kami menyadari...bahwa sepinya malam itu rada lain suasananya. Tetapi kita tidak pedulikan itu semua sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama akhirnya sampai juga kita ke puncak ... dan setelah memarkir motor.... tiba-tiba dari kejauhan terlihat seseorang melambaikan tangan kearah kami... kamipun berpikir bahwa itu tukang parkir yang menyuruh kami untuk memarkir kendaraanya disana. Kami pun beranjak kesana ... tetapi setelah dekat ... tiba-tiba kami menyadari bahwa orang yang melambaikan tangan kearah kami itu sudah tidak ada lagi ditempat tersebut... kami keheranan dan saling pandang satu sama lain....mungkin orang tersebut sudah pergi atau kami yang salah lihat..... tapi tidak mungkin .... di tempat parkir yang luas ini mestinya kita bisa melihat perginya orang tersebut. Tanpa sadar, kami serentak bersama-sama mengambil sebatang rokok. Kami merokok tanpa berkata sedikitpun ... kami semakin merasakan ada sesuatu yang ganjil dengan suasana yang sangat senyaap ...

Tiba-tiba dikejauhankami melihat dua orang, laki-laki dan perempuan berjalan pelan kearah kami...kamipun merasa lega sekali kekhawatiranpun lenyap seketika. Setelah kita perhatikan...semakin mendekat kearah kami terlihatlah bahwa pakaian kedua orang tersebut serba hitam. Tiba-tiba terdengarlah lolongan serigala ........ Kami bertiga langsung tersentak kaget...dan kedua orang itu sudah makin dekat dengan kami dan tiba-tiba terciumlah bau harummmm menyengat ... Kami kontan saling pandang ... dan tanpa diperintah kamipun langsung menyalakan motor kami masing - masing..... Anehh ..... motor kami sama sekali tidak bisa dinyalakan... saya berusaha berdoa dan memohon pertolongan yang Maha Kuasa dan syukurlah motor kami akhirnya bisa menyala juga. Akhirnya dengan kecepatan penuh dengan jalanan yang menurun kamipun tancap gas sekencang mungkin. Tiba-tiba saya mendengar teriakan teman saya kencang-kencang ..." DICK awas jurang ... belok kanan .... hoii belok kanan ....bunyikan klakson ... bunyikan klakson " Tanpa pikir panjang lagi langsung saja ku rem motor ku sekeras-kerasnya, sambil membunyikan klakson. Motorku berhenti tepat beberpa centi dari pohon besar... Syukurlah Tuhan masih melindungi saya, begitu kataku dalam hati.

Akhirnya kita lanjutkan perjalanan kita ...dan kali ini kita berjalan dengan kecepatan standard, berdekatan ... dan tidak bicara sepatahpun.

Kami menjumpai lagi rombongan pendaki yang hampir kita tabrak di perjalanan naik tadi. Kamipun berpesan ke mereka agar jangan ke atas malam ini, dan kamipun menceritakan kejadian yang kita alami. Mereka mendengarkan dengan serius dan setelah mengucapkan terima kasih pada kami mereka tetap berkeras melanjutkan perjalanannya.

Akhirnya kami teruskan perjalanan, dan setelah sampai di pintu gerbang masuk ... kami keheranan mendapati pintu gerbang itu dikunci dengan gembok hitam yang besar sekali. Untunglah pintu kecil disamping pintu gerbang tidak dikunci dan cukup buat dilewati motor. Setelah mengeluarkan motor dan meneruskan perjalan .... beberpa meter kemudian kami melihat warung kopi. Kamipun sepakat berhenti untuk beristirahat sambilmenenangkan pikiran. Sambil ngopi ... kami menceritakan peristiwa yang baru saja kami alami. Dan si Bapak pemilik warung itupun bilang : "Sesudah Maghrib, gerbang pintu masuk memang sudah dikunci. dan tidak ada satupun orang yang keatas buat naik gunung ...apalagi rombongan pendaki seperti yang adik ceritakan tadi ..."

58.kumpulan kisah-kisah misteri dari primbon (kisah nyata)

Kantor angker

Kejadian ini saya alami sendiri pada awal tahun '96 kemarin. Saat itu saya bekerja di sebuah kantor agen di Jl. Purnawarman. Pada bulan-bulan pertama saya bekerja di kantor dengan gedung bergaya belanda tersebut, saya tidak pernah mengalami kejadian seram apapun. Karena kantor tempatku bekerja bukan kantor yang besar, jadi seringkali karyawan mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya bukan merupakan tugasnya. Suatu malam saya tugas lembur sendirian, sehingga begitu pulang kunci kantor mesti aku bawa pulang. Dan besok pagi saya harus datang lebih awal.

Keesokan paginya ... pada saat kantor masih sepi, saya sudah datang bersamaan dengan ERNAN teman kantorku... dan saat akan membuka pintu, saya dan ERNAN mendengar seperti ada keributan di dalam kantor... Setelah saling pandang kami mencoba mengintip kedalam ...dannnn ... dengan keheranan yang amat sangat ... kami melihat banyak mahluk mungil...kami melihat sekitar 5 mahluk mungil setinggi 30 centian, sedang berlarian di dalam ruangan kantor. Kami ketakutan setengah mati dan mengurungkan niat untuk membuka pintu kantor. Akhirnya dengan perasaan takut dan keheranan kami berjalan menuju pagar depan menunggu teman kantor yang lain.

Setelah teman - temanku yang lain datang ... bersama-sama kami masukkedalam kantor ... tetapi kami tidak menceritakan kejadian yang kami alami...takut tidak dipercaya dan ditertawakan. Ternyata kejadian ini belum selesai sampai disitu. Saat itu saya sedang sendirian di ruangan manager, sedang mengetik komputer dan duduk di kursi roda yang berputar. Ketika saya sedang serius mengetik, tiba-tiba saja kursi yang saya duduki berputar pelann - pelannn ... dengan sendirinya ... Kontan saja aku langsung berteriak sembari meloncat dari kursi itu dan langsung berlari menuju ke ruangan depan. Tanpa banyak pikir langsung saja aku ceritakan peristiwa yang baru saja aku alami itu ke YENNI. Dan ternyata Yenni pun juga sering mengalami hal yang sama... seperti tiba-tiba ada mengelus-elus kakinya atau bahkan mencubit pinggangnya.

Belum habis keheranan dan ketakutanku tiba-tiba saya dipanggil Manager saya. Masih dengan perasaan takut, saya melangkah ke ruangan manager saya. Pada saat duduk, tiba-tiba saya melihat seperti ada yang duduk di kursi pojok ruangan...saya pikir saya berilusi, tetapi tanpa pikir panjang lagi saya bicara pada beliau, bahwa disana ada yang duduk...dan ternyata beliau juga merasakannya ... kemudian beliau mengajak saya untuk membaca do'a bersama- sama dengan keras. Tetapi mahluk itu tidak juga pergi. Akhirnya beliau memanggil BENO temen kantor saya lainnya untuk mengajak saya keluar dari ruangan itu. Tetapi ketika saya sampai diruangan tengah...saya jatuh pingsan dan saya tidak ingat apa-apa lagi.

Ketika saya sadar kembali ... rasanya badan saya lelah ... tubuh saya lunglai dan baju saya basah oleh keringat. Dan langsung saja dengan terbata-bata saya berkata pada ERNA temanku ..."Er... tolong bikinin surat pengunduran diri..."


Tersesat

3 tahun yang lalu aku bepergian dengan temanku ke tangkuban Perahu. Meskipun dilarang, aku tetap nekad pergi, tanpa pamitan atau minta ijin terlebih dahulu kepada orang tuaku.... Aku dan temanku berangkat pagi-pagi.... Karena sudah sering pergi ke Tangkuban Perahu maka aku sudah hapal betul keadaan disana.... Bahkan dulu aku dan teman-teman sering masuk ke kawasan yang menurut orang-orang disekitarnya adalah kawasan terlarang . Maklum, karena sebagai anak muda selalu mempunyai rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang besar. Setelah memasuki daerah itu...memang terlihat tidak terlalu menyeramkan, terbukti dengan banyaknya coret-coretan yang sengaja ditulis sebagai tanda kenang - kenangan, yang berarti banyak orang yang sudah mendatangi tempat itu.

Karena sudah begitu hapal dengan daerah itu , kali ini aku dan temanku pagi-pagi sekali mulai masuk ke kawasan hutan itu.... Begitu menemui pintu masuk hutan itu, kami berdua bertemu dengan turis dari Jepang... Kemudian turis Jepang itu memanggil kami Dan meminta untuk di foto bersama, tapi anehnya.... turis Jepang itu hanya ingin foto dengan aku saja. Aku mengusulkan untuk berfoto bertiga tetapi turis itu tetap hanya ingin berfoto dengan aku saja....Karena aku tidak mau mengecewakan turis itu, akhirnya aku pun mau foto bareng turis itu. Setelah dua kali mengambil gambar, aku dan temanku meneruskan perjalanan kembali kedalam hutan. Setelah memasuki hutan... aku merasakan hutan tampak lebih lebat , lebih dingin dan sedikit mencekam jika dibanding waktu aku datang dulu ... mungkin karena sudah terlalu lama selang waktunya.... Tapi aku tidak terlalu menghiraukan karena aku yakin sangat hafal dengan jalur-jalur di hutan itu.

Dalam perjalanan kami berdua bercerita sambil bercanda dan tertawa sesekali.... Karena keasyikan cerita, kami tidak menyadari kalau kami berdua sudah berjalan lumayan jauh. Dan tiba-tiba saja aku mulai kebingungan menemukan arah jalan keluar...padahal aku yakin betul hafal dengan daerah ini. Dan kamipun mulai berjalan kembali tetapi kali ini pelan-pelan sambil mengingat-ingat jalan keluar.... ANEHHH, setelah berjalan cukup lama ... kami berdua tidak menemukan jalan keluar ? Saya pikir kami berdua tersesat.... kamipun mulai panik dan dengan sedikit bingung akhirnya kami berdua memutuskan untuk kembali ke pintu masuk dengan menyusuri jalan yang kami lewati tadi, tapi alangkah kagetnya kami karena kami tidak menemukan pintu masuk tadi. Kamipun mulai dihinggapi ketakutan ....dan akhirnya ... aku menangis ..... akupun kemudian dipapah temanku serta disandarkan dipohon beringin besar.,sambil berusaha untuk menenangkan aku ... tapi aku tetap menangis... bahkan temankupun akhirnya ikut menangis juga. Setelah beberapa saat ... temanku membujukku untuk meneruskan perjalanan..., karena dengan menangis, jalan keluar tetap tidak bisa ditemukan.... apalagi hari sudah sore dan sebentar lagi gelap.

Akhirnya setelah berdoa bersama-sama, sambil menangis, kamipun melanjutkan perjalanan.. . Untunglah ....belum terlalu jauh kami berjalan....dari kejauhan kami melihat sebuah rumah gubuk.... rasa takut kamipun sedikit berkurang karena melihat rumah itu....dan tangis kamipun mulai berhenti. Dengan perasaan lega kamipun segera mendekati rumah itu...tapi setelah didekati ... kami kebingungan ... karena kami tidak menemukan rumah yang kami lihat tadi.....rumah itu ..... rumah itu .... mendadak hilang dari pandangan kami ...!!!

Rasa takut kami makin menjadi ... dan langsung saja kami mulai menangis kembali. Sambil menangis aku berpikir .... " bagaimana aku bisa keluar dari hutan ini ?..... ......bagaimana aku bisa menemukan jalan keluar dari hutan ini ! apalagi hari sudah mulai gelap "

Mau tak mau ....masih sambil menangis, dalam keadaan gelap malam ... kami berdua melanjutkan perjalanan. .. Kami terus berjalan dan berusaha untuk mencari jalan keluar dari hutan itu ... meskipun beberapa kali aku terjatuh karena kakiku tersangkut akar pohon-pohon besar.

Tiba-tiba dari kejauhan, kami melihat setitik cahaya kecil.... samar-samar .... seperti lampu tempel.... bergoyang-goyang. langsung saja kami mempercepat langkah kearah cahaya tersebut. ..dan setelah dekat ....ternyata cahaya tersebut berasal dari lampu tempel yang dibawa oleh seorang bapak-bapak yang sudah tua.

Kami pun langsung memegang tangan bapak tersebut sambil memohon ; " Pak...tolong kami, pak...tolong kami pak....anterin kami keluar dari hutan ini pak...!!?!"

Melihat ketakutan kami...akhirnya pak Tua itupun dengan mengangguk-angguk ... bersedia menemani kami menuju jalan keluar ..... di perjalanan, pak Tua itupun berkata..... " Adik tersesat ya ? ...dihutan ini memang sering terjadi hal seperti itu .... adik tadi pasti menyepelekan hutan ini ... Untung adik bertemu dengan saya, malah dulu ... pernah ada yang berbuat yang tidak-tidak ...dan akibatnya dia tidak menemukan jalan keluar berhari-hari....

Setelah beberapa saat akhirnya kami sampai di sebuah desa...yang kata pak Tua itu desa itu adalah desa Pangheyotan, nama yang belum bernah aku dengar sebelumnya.


Rumah kosong

Pengalamanku ini berdasarkan apa yang terjadi saat aku dan teman-temanku sering nongkrong. Percaya atau tidak, saya hanya berbagi pengalaman yang kadang susah diterima akal sehat. Aku tinggal di sekitar Jl Sukajadi, maka aku sering kali nongkrong dengan teman-teman di depan Rumah kosong yang berada di Jl Sukajadi. Kondisi rumah kosong itu memang tampak hening, dengan lampu remang-remang, semakin membuat rumah kosong dengan bangunan Belanda itu tampak menyeramkan. Tapi tidak jadi masalah karena aku dan teman-teman mendapatkan tempat tongkrongan yang tidak akan terusik dengan yang punya rumah. Sebagai anak muda, sering kali nongkrong dihabiskan dengan bermain gitar dan bersenda gurau ...sampai suatu hari kami menemukan kejadian aneh yang mengakibatkan kami tidak pernah nongkrong lagi di tempat itu!!!!

Pada suatu malam aku dan teman-teman berjanji untuk bertemu di tempat biasa, saat aku bermain gitar malam itu ada yang melempar batu ke arah kami, batunya memang tidak terlalu besar, dan bisa dipastikan itu kerikil. Pertama aku berpikir mungkin temanku iseng melempar aku dengan kerikil. Dua hari berikutnya aku dan teman-temanku duduk di depan rumah itu, dan saat itu juga temanku merasa ada yang melempar kerikil ke arah punggungnya. Tapi temanku diam saja, entah karena takut atau berpikir itu adalah ulah teman-temanku, akhirnya temanku hanya terdiam saja.

Sampai suatu malam sekitar jam 11 malam di depan rumah kosong situ hanya ada aku dan satu orang temanku, saat itu juga beberapa butir kerikil menjatuhi badan kami berdua, ku lihat kebelakang tidak ada satupun orang ...dan jelas-jelas hanya ada aku berdua dengan temanku. Kulihat sepintas kearah rumah kosong itu ...dan anehnya beberapa detik aku lihat sekelebat korden yang berada di rumah itu tertutup....aku terhentak...karena aku yakin selama aku nongkrong di depan rumah tua itu tidak ada satupun penghuni rumah. mendadak langsung bulukuduku merinding....akhirnya malam itu juga aku dan temanku langsung pulang kerumah masing-masing.

Keesokan harinya kuceritakan kejadian inikepada teman-temanku yang sama-sam suka ngumpul di depan rumah tua itu. Dan ternyata semua teman-temanku mengalami hal yang sama, hanya semua temanku yang mengalami tidak mau menceritakan hal itu...... Semenjak kejadian itu kami tidak pernah lagi nongkrong atau duduk-duduk di depan rumah kosong itu

57.kumpulan kisah-kisah misteri dari primbon (kisah nyata)

Cerita seram di kamar hotel

Kejadiannya waktu hari Minggu. Waktu itu saya dan teman saya pergi ke sebuah hotel di jalan pramuka. Alasan kami ke sana karena saya ingin merayakan hari ulang tahunku bersama dengan teman-teman yang lain dan bermalam satu malam di sana. Karena teman yang lain belum datang, maka kami berdua ngobrol untuk menghilangkan kejenuhan. Memang sih sebelumnya saya sudah pernah mendengar kalau di situ agak angker, tapi karena sewa kamarnya cukup murah jadi saya memutuskan untuk stay di situ.

Sekitar satu jam dan ketika kami sedang mengobrol, tiba-tiba bel pintu kamar berbunyi sampai lima kali dengan suara yang cukup keras. Segera saja saya membukanya. Tapi aneh....tidak ada orangnya. Begitu pintu saya tutup dan sekitar lima menit kemudian bel kembali berbunyi sampai lima kali. lalu saya buka pintu kembali dan TIDAK ADA ORANG. Pertama saya pikir hanya ada orang iseng sampai.....saya melihat ada bercak DARAH di hordeng kamar. DARAH SEGAR, merah, lengket, bau. Dan seketika bel pintu berbunyi lagi sampai lima kali. Dan kali ini begitu aku buka....hawa dingin sekali masuk ke kamar dan hawa itu seperti lewat melalui diriku. Dan satu detik kemudian bau melati mulai tercium dan terdengar suara wanita lirih minta tolong. Tanpa pikir panjang saya berdua langsung kabur.


Goyang-goyang

Saya mau cerita tentang pengalaman saya waktu di asrama pusdiklatpos Bandung, di Sarijadi, kira- kira pada bulan September 1994. Ceritanya begini,...pada malam itu, aku tidur di kamar berdua dengan temenku. Sebenarnya kamar ini berkapasitas 4 orang, dengan 2 tempat tidur tingkat. Saya tidur di kamar 302 ( LANTAI 3 ) gedung Raflesia. Gedung Raflesia ini memang terkenal angker, karena dibangun diatas bekas kuburan. Saya sudah tinggal di Raflesia selama hampir 1 tahun dan berpindah-pindah kamar, tapi belum pernah ada kejadian apa-apa yang menimpa saya. Ceritanya malam itu kira-kira jam 02.00 WIb, saya belum bisa memejamkan mata, jadi saya masih asyik membaca majalah, sambil tiduran di dipan sebelah barat (dibawah) sedangkan di dipan atas saya, kosong. Sementara temen saya tidur di dipan bawah sebelah timur, bejajar dengan dipan saya. Saya amati temen saya sudah tertidur pulas, saya masih membolak-balik majalah. Tiba-tiba,...tanpa saya mendengar suara apapun, tempat tidur saya, bergerak , bergoyang, seperti ada orang yang tidur diatas dan bergerak-gerak. Jadi terasa sekali bergoyang. Saya bingung, apa ada gempa ya? pikir saya, tapi saya lihar di sekitar saya tidak ada benda yang bergerak, termasuk tempat tidur temen saya, juga tidak bergerak. Saya jadi bingung, ada apa ini,..saya ingin menengok ke tempat tidur atas saya,...tapi tiba-tiba saya merinding dan bulu kuduk saya berdiri. Akhirnya saya diam saja, dan mulai membaca surat al-fatihah, kemudian ayat kursi dengan sedikit disuarakan. Lama-lama, goyangan tsb makin pelan, dan akhirnya hilang sama sekali. Tapi tiba-tiba saja kaki saya dipegang oleh tangan hitam yang besar sekali. Saya lihat tangan besar itu memegang tali kafan (untuk mengikat pocong), lalu mengikatkan tali itu ke kaki kiri saya. Saya langsung panik dan membangunkan teman saya.


Wanita berpayung hitam

Dulu, waktu saya masih kecil, ibuku sering bilang kalau mahluk halus tidak hanya keluar atau menampakan diri pada malam hari saja, bisa juga keluar siang hari. Aku tidak percaya karena mungkin hanya alasan ibuku agar aku tidak main disiang hari. Tapi sekarang saat aku jauh dari Ibuku aku mengalami perisiwa aneh.......

Saya adalah anak kost yang berdiam di Sukajadi, dan kuliah di UNPAD Jatinangor. Peristiwa yang kualami ini berawal dari perjalanan pulang dari kampus menuju tempatkost ku !

Siang itu tepatnya Hari Jum'at, pulang kuliah saya berniat pulang ke rumah. Saya menunggu angkot Cicaheum Ciroyom tepat di depan kampus UNPAD Dipatiukur. Karena hari Jum'at angkot yang beroperasi sangatlah sedikit, dengan rasa kesal aku tetap menunggu angkot, meskipun terik matahari sangat menyengat siang itu . Sekitar 20 menit aku menunggu, akhirnya datang juga sebuah angkot yang berpenumpang 3 orang tanpa kernet. Karena kosong, aku mendapatkan tempat duduk tepat dibelakan pak supir, sehingga pandanganku langsung menghadap pintu masuk angkot.

Karena kosong, angkot yang kutumpangi berjalan perlahan. Dalam perjalanan sebelum lampu merah Dago, saya melihat seorang perempuan berdiri di sisi jalan, mencoba mencegat angkot yang kutumpangi. Karena angkot berjalan lambat aku sempat memperhatikan perempuan itu. Perempuan itu mengenakan rok terusan berwarna hitam dengan bunga-bunga warna kuning, rambut ikal terurai melewati bahu, dengan membawa payung hitam. Aku menjadi tertawa sendiri melihat wanita itu, karena siang jari bolong seperti ini memakai pakaian yang di dominasi warna hitam.

Tapi anehnya....angkot yang kutumpangi ternyata tidak berhenti tepat di mana perempuan itu berdiri. Sang supir malah memberhentikan mobilnya tiga meter setelah perempuan itu....tepat di depan tiga orang laki-laki yang juga menyetop angkotku. Tapi anehnya...meskipun beberapa meter dari angkot, perempuan itu sama sekali tidak mau mendekati angkotku. Aku hanya berguman " Sombong sekali perempuan itu, nggak mau capek dikit." Akhirnya angkotpun pergi meninggalkan perempuan itu. Setelah melewati Simpang Dago, dekat jalan Sumur Bandung angkot berhenti lagi karena ada penumpang seorang ibu dan anak kecil. Dan tak jauh dari tempat ibu itu berdiri..... ternyata berdiri seorang perempuan! Dan " Ya' ampun.......perempuan itu kan...perempuan yang tadi!! aku bisa memastikan bahwa perempuan itu adalah perempuan yang kulihat sebelum lampu merah Dago......Baju, Rambut dan Payung yang dia bawa sama persis!"

Aku mencoba untuk meyakinkan pandanganku dengan membuka mata dengan lebar " Masa sih, perempuan yang tadi? Aku hanya berpikir, ini hanya kebetulan saja. Tapi bagaimana bisa, sama muka, sama pakaian yang dia pakai?" Dalam angkot timbul pertanyaan-pertanyaan aneh yang menyelinap dalam diriku. Akhirnya aku menyimpulkan mungkin hanya halusinasi saja, karena udara panas dan aku sendiri sudah lelah. Akhirnya angkot yang kutumpangi kembali meneruskan perjalanan. Dan seperti pertama kulihat, perempuan itu hanya berdiri saja tidak bergeming sedikitpun...ataupun berusaha untuk menaiki angkot yang kutumpangi.

Tepat di dipertigaan Jalan Siliwangi, di belokan ke ITB tidak jauh dari tempat angkot Cicaheum-Ledeng nge-tem, teriakan Kiriii..!!!!! dari salah satu penumpang .....membuat pikiranku seketika buyar......pada saat itu juga aku memberikan jalan kepada penumpang yang akan turun. Seperti biasanya aku selalu melihat ke arah luar angkot. Tapi....!!!!!! 'ya ampun!!!! disisi jalan dekat pagar kawat berduri, tepat di depan pintu menghadap langsung ke arahku, berdiri seorang perempuan !!!! dan.....perempuan itu ..perempuan itu adalah perempuan yang kulihat tadi!!! baju, rambut dan payung sama persis!!! Karena berhadap-hadapan kurang lebih 4 meter, aku melihat jelas wajah perempuan itu dengan jelas. Perempuan muda itu bermata sipit, hidungnya bulat...tidak mancung mukanya pucat pasi!!! dan diaaaaa...........tersenyum menatap kearahku!!! Untuk beberapa detik akau tak bergerak dan bulu kuduku merinding disertai keringat dingin yang mulai mengucur. Beberapa detik setelah itu terasa olehku tangan yang menepuk-nepuk bahuku....rupanya ibu yang duduk disebelahku . Ibu itupun bertanya " kenapa Neng ? Kelihatanya nggak enak badan'ya ? " Aku terdiam sesaat ...." ehhh, nggak Bu, perempuan itu ? " jawabku sambil menunjuk kearah Perempuan itu.Tapi, lho, wanita itu kemana, wanita itu menghilang .